<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>The Next JK Arsip - KABARIKA</title>
	<atom:link href="https://kabarika.id/topik/the-next-jk/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kabarika.id/topik/the-next-jk/</link>
	<description>Berkabar untuk Kebaikan</description>
	<lastBuildDate>Wed, 21 Oct 2026 08:10:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.1</generator>

<image>
	<url>https://kabarika.id/wp-content/uploads/2022/06/cropped-favi-1-90x90.png</url>
	<title>The Next JK Arsip - KABARIKA</title>
	<link>https://kabarika.id/topik/the-next-jk/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Survei Podium Unhas: Amran Sulaiman &#8216;The Next&#8217; JK dari Indonesia Timur</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2026/10/21/survei-podium-unhas-amran-sulaiman-the-next-jk-dari-indonesia-timur/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Oct 2026 08:10:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[amran sulaiman]]></category>
		<category><![CDATA[Indoñesia Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Survei Podium Unhas]]></category>
		<category><![CDATA[The Next JK]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=59388</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, MAKASSAR — Pusat Penelitian Opini Publik, Demokrasi, dan Pembangunan (Podium) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Hasanuddin (Unhas) merilis hasil riset bertajuk Survei Suara Indonesia Timur: Dua Tahun Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto di Hotel Unhas, Makassar, Rabu (21/10/2026). Riset ini dihadirkan sebagai bentuk ikhtiar Unhas dalam menyajikan data berbasis keilmuan (science-based) dan fakta [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/10/21/survei-podium-unhas-amran-sulaiman-the-next-jk-dari-indonesia-timur/">Survei Podium Unhas: Amran Sulaiman &#8216;The Next&#8217; JK dari Indonesia Timur</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, MAKASSAR —</strong> Pusat Penelitian Opini Publik, Demokrasi, dan Pembangunan (Podium) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Hasanuddin (Unhas) merilis hasil riset bertajuk Survei Suara Indonesia Timur: Dua Tahun Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto di Hotel Unhas, Makassar, Rabu (21/10/2026).</p>
<p>Riset ini dihadirkan sebagai bentuk ikhtiar Unhas dalam menyajikan data berbasis keilmuan (science-based) dan fakta lapangan (evidence-based), sekaligus mengarahkan pembentukan opini publik agar terhindar dari politik kebencian. Kajian akademis tersebut memotret fakta kondisi masyarakat Kawasan Timur Indonesia (KTI) tepat dua tahun perjalanan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto bersama wakilnya Gibran Rakabuming Raka.</p>
<p>Kepala Pusat Penelitian Opini Publik, Demokrasi, dan Pembangunan LPPM Unhas, Prof. Imam Mujahidin Fahmid, memaparkan sejumlah temuan strategis terkait persepsi publik di KTI, mulai dari konstelasi kepemimpinan figur nasional asal KTI hingga evaluasi kinerja dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.</p>
<p>Berdasarkan hasil survei mengenai figur yang dinilai paling mampu menyelesaikan persoalan masyarakat KTI, mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) masih menempati posisi teratas dengan 22,39 persen.</p>
<p>Di urutan berikutnya menyusul Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sebesar 11,01 persen, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin 9,90 persen, Sherly Tjoanda 6,00 persen, Nasaruddin Umar 5,10 persen, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia 4,80 persen, TGB Zainul Majdi 2,8 persen, Isran Noor 2,2 persen, serta Tamsil Linrung 1,8 persen, sedangkan 24,30 persen responden memilih tidak menjawab.</p>
<p>Dalam simulasi skenario tanpa JK, elektabilitas figur lain mengalami penyesuaian signifikan, di mana Amran Sulaiman melonjak ke angka 19,44 persen, disusul Sjafrie Sjamsoeddin 17,70 persen, Sherly Tjoanda 6,40 persen, Nasaruddin Umar 6,00 persen, dan Bahlil Lahadalia 5,1 persen. .</p>
<p>&#8220;Ini fakta yang kita potret di lapangan,&#8221; ujar Imam yang juga Guru Besar Pertanian Unhas ini.<br />
Sementara untuk kategori tokoh pengembang aspirasi KTI di tingkat nasional, posisi tertinggi diisi oleh JK dengan 22,39 persen, disusul ketat oleh Amran Sulaiman sebesar 20,01 persen dan Sjafrie Sjamsoeddin 19,78 persen, kemudian Bahlil Lahadalia 6,40 persen, Nasaruddin Umar 6,00 persen, serta Sherly Tjoanda 5,9 persen.</p>
<p>Adapun dalam simulasi dukungan Pilpres dan Wapres jika pemilihan diadakan hari ini, tokoh asal KTI yang paling banyak dipilih adalah Amran Sulaiman sebesar 19,22 persen dan Sjafrie Sjamsoeddin 18,67 persen, disusul Bahlil Lahadalia 7,20 persen dan Sherly Tjoanda 1,7 persen, sementara 47,21 persen responden menyatakan tidak tahu.</p>
<p>Imam menjelaskan bahwa peningkatan eksistensi figur seperti Bahlil Lahadalia, Amran Sulaiman, dan Sjafrie Sjamsoeddin sangat dipengaruhi oleh panggung jabatan publik dan rekam jejak kebijakan yang mereka jalankan.</p>
<p>&#8220;Kenapa Bahlil meningkat? Ada dua potensinya: selain menteri, dia ketua partai besar. Mereka punya panggung untuk memperkenalkan diri,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Ia mencontohkan Amran Sulaiman yang dikenal karena telah berbuat untuk masyarakat, serta Sjafrie Sjamsoeddin yang sering melakukan political travel dan agenda kebijakan hingga ke berbagai daerah.</p>
<p>Namun, Prof. Imam mengingatkan bahwa kemunculan figur-figur tersebut sangat terikat pada posisi dan kedudukan saat ini. Mengenai peluang mereka melanjutkan estafet representasi kepemimpinan Indonesia Timur, ia menyebut hal itu sangat bergantung pada jejak rekam mendatang.</p>
<p>&#8220;Apakah ini bisa berlangsung terus-menerus mengikuti jejak JK sebagai representasi Indonesia Timur? Bisa iya, bisa tidak, tergantung perjalanan. Kalau perjalanannya bermatahari atau berbintang, orang akan meliriknya. Kalau mau ada tokoh dari timur harus dipersiapkan, tidak boleh saling meredupkan, harus saling mencahayakan,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Survei ini menggunakan metode penarikan sampel acak bertingkat (multistage random sampling) yang terdistribusi secara proporsional di wilayah Indonesia Timur. (*)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/10/21/survei-podium-unhas-amran-sulaiman-the-next-jk-dari-indonesia-timur/">Survei Podium Unhas: Amran Sulaiman &#8216;The Next&#8217; JK dari Indonesia Timur</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
