<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Vatikan Arsip - KABARIKA</title>
	<atom:link href="https://kabarika.id/topik/vatikan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kabarika.id/topik/vatikan/</link>
	<description>Berkabar untuk Kebaikan</description>
	<lastBuildDate>Fri, 31 Oct 2025 13:13:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.1</generator>

<image>
	<url>https://kabarika.id/wp-content/uploads/2022/06/cropped-favi-1-90x90.png</url>
	<title>Vatikan Arsip - KABARIKA</title>
	<link>https://kabarika.id/topik/vatikan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Momen Kedekatan Nasaruddin Umar dan Paus Leo XIV di Vatikan</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2025/10/31/momen-kedekatan-nasaruddin-umar-dan-paus-leo-xiv-di-vatikan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 31 Oct 2025 13:13:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[menteri agama]]></category>
		<category><![CDATA[Nasaruddin Umar]]></category>
		<category><![CDATA[Paus Leo XIV]]></category>
		<category><![CDATA[Vatikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=45229</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID &#8211; Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar. Berkesempatan mengunjungi Vatikan, Roma, 28 Oktober 2025 lalu, dalam menghadiri pertemuan para tokoh agama dari berbagai negara. Nasaruddin Umar tiba di lokasi kegiatan, dengan mendapat kesempatan menjemput kedatangan Pemimpin Gereja Katolik, Paus Leo XIV. &#8220;Panitianya memberi kesempatan kepada saya untuk menjemput kedatangan Paus Leo XIV dari mobilnya, disusul [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/10/31/momen-kedekatan-nasaruddin-umar-dan-paus-leo-xiv-di-vatikan/">Momen Kedekatan Nasaruddin Umar dan Paus Leo XIV di Vatikan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID</strong> &#8211; Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar. Berkesempatan mengunjungi Vatikan, Roma, 28 Oktober 2025 lalu, dalam menghadiri pertemuan para tokoh agama dari berbagai negara.</p>
<p>Nasaruddin Umar tiba di lokasi kegiatan, dengan mendapat kesempatan menjemput kedatangan Pemimpin Gereja Katolik, Paus Leo XIV.</p>
<p>&#8220;Panitianya memberi kesempatan kepada saya untuk menjemput kedatangan Paus Leo XIV dari mobilnya, disusul beberapa tokoh agama lainnya,&#8221; ungkap Nasaruddin Umar, dikutip dari laman Kemenag 31 Oktober 2025.</p>
<p>Saat bertemu dengan Paus, Nasaruddin tampak begitu akrab. Menag Kabinet Merah Putih tersebut menyalami dan merangkul Pemimpin Gereja Katolik Dunia tersebut dengan suka cita.</p>
<p>Menag terlihat mencium sosok pengganti Paus Fransiskus tersebut dengan disaksikan banyak media yang meliput.</p>
<p>Dalam kunjungan kerjanya, Menag menjelaskan tentang inisiatif Indonesia dalam penyusunan Deklarasi Istiqlal-Vatikan.</p>
<p>&#8220;Saya sangat senang karena saya bisa ceritakan bahwa Indonesia adalah inisiator untuk Deklarasi Istiqlal-Vatikan,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Nasaruddin mengusulkan kerja sama untuk menindaklanjuti dokumen tersebut, yang disetujui oleh Paus Leo XIV dan sejumlah tokoh agama yang hadir.</p>
<p>Dalam dokumen tersebut dijelaskan terkait pentingnya membangun sejarah bagi kemanusiaan dan mengakhiri narasi perang suci.</p>
<p>&#8220;Deklarasi Istiqlal-Vatikan menceritakan betapa pentingnya melakukan penciptaan sejarah baru untuk kemanusiaan. Tidak ada perang suci, yang adalah kedamaian suci,&#8221; terang Nasaruddin.</p>
<p>Deklarasi Istiqlal-Vatikan merupakan dokumen yang tandatangani Paus Fransiskus sebelum wafat pada bulan September 2024 lalu. (*)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/10/31/momen-kedekatan-nasaruddin-umar-dan-paus-leo-xiv-di-vatikan/">Momen Kedekatan Nasaruddin Umar dan Paus Leo XIV di Vatikan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jokowi Alami Alergi Kulit Usai dari Vatikan, Begini Penjelasan Epidemiolog</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2025/06/24/jokowi-alami-alergi-kulit-usai-dari-vatikan-begini-penjelasan-epidemiolog/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Jun 2025 19:41:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Alergi Kulit]]></category>
		<category><![CDATA[Epidemiolog]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Vatikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=37842</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID &#8211; Kondisi kesehatan mantan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) tengah menjadi sorotan, ia dikabarkan mengalami alergi hingga wajahnya tampak mengalami perubahan warna diduga akibat peradangan. Keluhan kesehatan tersebut dialami Jokowi usai kunjungannya ke negara Vatikan, dalam rangka menghadiri pemakaman mendiang Pasus Fransiskus. Jokowi disebut-sebut mengalami alergi kulit, hingga ia harus mendapat perawatan dari tim [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/06/24/jokowi-alami-alergi-kulit-usai-dari-vatikan-begini-penjelasan-epidemiolog/">Jokowi Alami Alergi Kulit Usai dari Vatikan, Begini Penjelasan Epidemiolog</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID</strong> &#8211; Kondisi kesehatan mantan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) tengah menjadi sorotan, ia dikabarkan mengalami alergi hingga wajahnya tampak mengalami perubahan warna diduga akibat peradangan.</p>
<p>Keluhan kesehatan tersebut dialami Jokowi usai kunjungannya ke negara Vatikan, dalam rangka menghadiri pemakaman mendiang Pasus Fransiskus.</p>
<p>Jokowi disebut-sebut mengalami alergi kulit, hingga ia harus mendapat perawatan dari tim dokter.</p>
<p>Menanggapi keluhan yang dialami oleh mantan Presiden RI ke-7 tersebut, Epidemiolog dan pakar kesehatan global dari Grifft University, Dicky Budiman. Dalam keterangannya pada wartawan, 23 Juni 2025. Menjelaskan bahwa paparan baru selama perjalanan lintas negara memang dapat memicu alergi.</p>
<p>&#8220;Berpergian ke negara lain dapat memicu reaksi alergi kulit, meski seseorang tidak memiliki alergi berat sebelumnya,&#8221; ungkap Dicky Budiman.</p>
<p>Menurutnya reaksi tersebut dikenal sebagai hipersentivitas primer, kondisi dimaksud terjadi saat tubuh untuk pertama kalinya terpapar alergen atau pemicu alergi yang sebelumnya tidak pernah dikenali sistem imun.</p>
<p>Dicky menyebutkan beberapa pemicu umum yang sering terjadi saat perjalanan ke luar negeri di antaranya debu, serbuk sari, hingga spora jamur yang tidak ditemukan di negara asalnya.</p>
<p>Tidak hanya itu, ia menerangkan ada juga bahan kimia seperti dari sabun, deterjen, pengharum ruangan yang dapat menimbulkan alergi pada kulit yang cukup sensitif.</p>
<p>Ada juga faktor makanan asing yang memiliki kandungan histamin tinggi, yang berpotensi memicu alergi. Dari beberapa jenis makanan khas Eropa seperti keju fermentasi, saus pasta, atau wine.</p>
<p>Beberapa obat-obat-obatan atau suplemen baru yang dikonsumsi selama perjalanan, serta paparan sinar matahari berlebihan menurut pakar kesehatan tersebut juga disebut berpotensi memicu terjadinya alergi.</p>
<p>Faktor berikutnya menurut Epidemiolog tersebut disebutnya Photosensitive dermatitis, yang biasanya muncul jika kulit sensitif dan diperparah oleh penggunaan obat tertentu.</p>
<p>Ajudan Jokowi, Syarif Muhammad. Dalam keterangannya pada wartawan, 23 Juni 2025 di Solo. Menjelaskan kondisi kesehatan mantan Presiden RI tersebut yang tetap bugar meskipun ada keluhan pada kulit wajahnya.</p>
<p>&#8220;Kalau memang secara visual kita bisa lihat ya Bapak (Jokowi) memang agak berubah, tapi secara fisik oke beliau, enggak ada masalah, beliau sangat sehat walafiat,&#8221; kata Syarif. (*)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/06/24/jokowi-alami-alergi-kulit-usai-dari-vatikan-begini-penjelasan-epidemiolog/">Jokowi Alami Alergi Kulit Usai dari Vatikan, Begini Penjelasan Epidemiolog</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
