<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>WAG Arsip - KABARIKA</title>
	<atom:link href="https://kabarika.id/topik/wag/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kabarika.id/topik/wag/</link>
	<description>Berkabar untuk Kebaikan</description>
	<lastBuildDate>Tue, 31 Mar 2026 05:39:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.1</generator>

<image>
	<url>https://kabarika.id/wp-content/uploads/2022/06/cropped-favi-1-90x90.png</url>
	<title>WAG Arsip - KABARIKA</title>
	<link>https://kabarika.id/topik/wag/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Alumni UNHAS di Red Corner Cafe Sepakati 9 Poin Penting, dari BEM hingga Mubes IKA</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2026/03/31/alumni-unhas-di-red-corner-cafe-sepakati-9-poin-penting-dari-bem-hingga-mubes-ika/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 Mar 2026 05:39:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Alumni]]></category>
		<category><![CDATA[BEM Universitas]]></category>
		<category><![CDATA[IKA Unhas]]></category>
		<category><![CDATA[Mubes]]></category>
		<category><![CDATA[Reuni]]></category>
		<category><![CDATA[WAG]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=51245</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, MAKASSAR &#8211; Suasana halal bihalal yang berlangsung hangat di Red Corner Cafe, Makassar, Senin (30/3/2026) malam berubah menjadi forum dialektika strategis. Tidak sekadar ajang temu kangen, Halal Bihalal WAG Alumni Universitas Hasanuddin, justru menjelma menjadi ruang konsolidasi kritis. Dipandu oleh jurnalis Muhammad Arsan Fitri dan Kamaruddin Azis, serta diinisiasi oleh Muhammad Ramli Rahim selaku [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/03/31/alumni-unhas-di-red-corner-cafe-sepakati-9-poin-penting-dari-bem-hingga-mubes-ika/">Alumni UNHAS di Red Corner Cafe Sepakati 9 Poin Penting, dari BEM hingga Mubes IKA</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, MAKASSAR &#8211;</strong> Suasana halal bihalal yang berlangsung hangat di Red Corner Cafe, Makassar, Senin (30/3/2026) malam berubah menjadi forum dialektika strategis.</p>
<p>Tidak sekadar ajang temu kangen, Halal Bihalal WAG Alumni Universitas Hasanuddin, justru menjelma menjadi ruang konsolidasi kritis.</p>
<p>Dipandu oleh jurnalis Muhammad Arsan Fitri dan Kamaruddin Azis, serta diinisiasi oleh Muhammad Ramli Rahim selaku ketua panitia dari IKA UNHAS, forum yang dihadiri sekitar 70 alumni ini menyepakati sejumlah isu strategis yang selama ini menjadi pekerjaan rumah bagi kampus dan civitas academica.</p>
<p>Kegelisahan utama yang mengemuka adalah menyempitnya ruang organisasi mahasiswa. Para alumni menilai bahwa mahasiswa saat ini cenderung diarahkan hanya pada tuntutan akademik, sehingga terjadi kekosongan peran kepemimpinan dan kesadaran sosial yang seharusnya terbentuk melalui organisasi intra kampus.</p>
<p>Kondisi ini semakin diperparah dengan tidak adanya BEM di tingkat universitas, meskipun organisasi mahasiswa di tingkat fakultas masih berjalan.</p>
<p>&#8220;Ketiadaan BEM Universitas bukan sekadar kekosongan struktur organisasi, tetapi secara fundamental melemahkan posisi tawar mahasiswa dalam kebijakan kampus,&#8221; ujar salah satu peserta diskusi yang disambut anggukan para hadirin.</p>
<p>Perdebatan pun memanas saat sejumlah pihak mengingatkan agar pembentukan BEM tidak sekadar mengulang romantisme masa lalu. Forum sepakat bahwa BEM yang akan dibentuk harus relevan dengan tantangan hari ini.</p>
<p>BEM tidak boleh identik dengan demonstrasi semata, melainkan harus hadir sebagai mitra kritis yang mengawal kebijakan berbasis data, menjadi pusat gerakan intelektual melalui kajian dan riset, serta berfungsi sebagai jembatan antara dunia akademik dan realitas sosial, termasuk melalui program-program pemberdayaan masyarakat.</p>
<p>&#8220;Mahasiswa hari ini adalah penentu arah. Mereka yang harus mendesain bentuk BEM yang mereka butuhkan, bukan sekadar meniru format lama,&#8221; tegas fasilitator diskusi.</p>
<p>Meluas dari isu kemahasiswaan, diskusi juga menyoroti masa depan Ikatan Alumni (IKA) UNHAS. Para peserta menilai IKA harus bertransformasi dari sekadar jejaring nostalgia menjadi platform kolaborasi strategis yang mampu menghubungkan potensi, pengalaman, dan sumber daya alumni untuk memberikan dampak nyata bagi kampus dan mahasiswa.</p>
<p>Forum yang merupakan bagian dari rangkaian menuju Mubes IKA UNHAS yang dijadwalkan pada 2-3 Mei 2026 ini merumuskan sembilan poin kesepakatan sebagai pijakan bersama, meliputi:<br />
1. Urgensi BEM Universitas sebagai kebutuhan mendesak.<br />
2. Penguatan Ruang Organisasi bagi mahasiswa di luar akademik.<br />
3. Relevansi BEM dengan kebutuhan mahasiswa masa kini, bukan nostalgia.<br />
4. BEM sebagai Mitra Kritis yang konstruktif dan berbasis solusi.<br />
5. BEM sebagai Pusat Gerakan Intelektual (kajian, riset, gagasan).<br />
6. BEM sebagai Jembatan Kampus dan Masyarakat (desa binaan, pemberdayaan).<br />
7. Transformasi Strategis IKA UNHAS menjadi platform kolaborasi berdampak.<br />
8. Efektivitas WAG Alumni sebagai ruang konsolidasi yang produktif dengan disiplin komunikasi yang terjaga.<br />
9. Kolaborasi Mahasiswa dan Alumni sebagai kunci utama masa depan kampus.</p>
<p>&#8220;Masa depan kampus tidak hanya ditentukan oleh kebijakan institusi, tetapi oleh keberanian mahasiswa untuk bergerak dan kesadaran alumni untuk mengambil peran,&#8221; demikian pesan yang menguat di akhir pertemuan.</p>
<p>Muhammad Ramli Rahim, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang hadir. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada tim kreatif pelaksana yang terdiri dari Yasidin Puang Alitta, Rusmin Cumming, dan Ode Tamarunang, serta dua fasilitator dialog, Muhammad Arsan Fitri dan Kamaruddin Azis.</p>
<p>Sejumlah senior alumni yang juga berperan sebagai moral keeper turut hadir memberikan warna dalam diskusi, di antaranya Bachrianto Bachtiar, Mohammad Hasymi Ibrahim, Salahuddin Alam Dettiro, Kahar Gani, Maqbul Halim, Ammang Suharman, serta perwakilan IKA UNHAS dari berbagai daerah seperti Tolitoli, Poso, Samarinda, dan Soppeng.</p>
<p>Dengan konsolidasi yang mulai terbangun ini, seluruh elemen berharap agar Mubes IKA UNHAS mendatang dapat melahirkan kepengurusan baru yang mampu menjembatani kepentingan kampus dan mewujudkan agenda besar kolaborasi alumni untuk UNHAS yang lebih maju. (*)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/03/31/alumni-unhas-di-red-corner-cafe-sepakati-9-poin-penting-dari-bem-hingga-mubes-ika/">Alumni UNHAS di Red Corner Cafe Sepakati 9 Poin Penting, dari BEM hingga Mubes IKA</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>11 Tahun WAG UNHAS, dari Debat Digital jadi Ajang Reuni Tanpa Status</title>
		<link>https://kabarika.id/kabar-alumni/2026/03/30/11-tahun-wag-unhas-dari-debat-digital-jadi-ajang-reuni-tanpa-status/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Mar 2026 04:55:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Alumni]]></category>
		<category><![CDATA[#Silaturahmi]]></category>
		<category><![CDATA[Daring]]></category>
		<category><![CDATA[Medan Debat]]></category>
		<category><![CDATA[Reuni offline]]></category>
		<category><![CDATA[WAG]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=51216</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, MAKASSAR — Sebuah grup percakapan di WhatsApp alias percakapan daring yang menaungi hampir seribu alumni Universitas Hasanuddin (UNHAS) genap berusia 11 tahun. Namun, yang membedakannya dari sekadar ruang obrolan biasa adalah dinamika yang terjadi di dalamnya. Mulai dari pertarungan gagasan yang memanas, &#8220;medan perang&#8221; kritik tanpa batas, hingga menjadi ladang perburuan posisi politik praktis. [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/kabar-alumni/2026/03/30/11-tahun-wag-unhas-dari-debat-digital-jadi-ajang-reuni-tanpa-status/">11 Tahun WAG UNHAS, dari Debat Digital jadi Ajang Reuni Tanpa Status</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, MAKASSAR —</strong> Sebuah grup percakapan di WhatsApp alias percakapan daring yang menaungi hampir seribu alumni Universitas Hasanuddin (UNHAS) genap berusia 11 tahun.</p>
<p>Namun, yang membedakannya dari sekadar ruang obrolan biasa adalah dinamika yang terjadi di dalamnya. Mulai dari pertarungan gagasan yang memanas, &#8220;medan perang&#8221; kritik tanpa batas, hingga menjadi ladang perburuan posisi politik praktis.</p>
<p>Grup WhatsApp Alumni UNHAS yang beranggotakan hampir 1.000 orang ini dikenal memiliki khas tersendiri. Dalam 11 tahun perjalanannya, grup ini tidak hanya menjadi tempat berbagi kabar atau sekadar maccalla (bercanda), tetapi juga berubah menjadi ruang diskusi yang kerap memicu konflik horizontal.</p>
<p>&#8220;Ada yang tidak kuat menerima kritik dan masukan, tapi banyak juga yang santai ji dengan segala bentuk kritik. Malah menjadikan grup ini sebagai sumber informasi dan aspirasi,&#8221; tulis Muhammad Ramli Rahim (MRR), sang admin dalam sebuah pengumuman, Senin (30/3/2026).</p>
<p>Menurut keterangan yang diterima, intensitas tertinggi terjadi pada masa-masa kritis menjelang pemilu. Grup ini sempat menjadi arena debat sengit, bahkan tidak jarang membuka tabir-tabir personal yang seharusnya tidak terekspos.</p>
<p>Fenomena unik lainnya adalah motif keanggotaan yang terbilang pragmatis. Admin mencatat, tidak sedikit anggota yang memilih hengkang secara diam-diam setelah kepentingannya dianggap tercapai.</p>
<p>&#8220;Ada yang diam-diam hilang karena kepentingannya sudah terwujud, baik sebagai cakada (calon kepala daerah), caleg (calon legislatif), atau calon lain, bahkan hanya timses. Di situ tommi (kita) dilihat,&#8221; ungkap MRR.</p>
<p>Meski di dunia maya saling serang dan perdebatan sering kali meninggalkan luka tanpa jabat tangan serta senyuman nyata, para alumni ini sepakat untuk mengubur ketegangan.</p>
<p>Hari ini, Senin (30/3/2026), pengurus grup menginisiasi pertemuan tatap muka pertama yang dikemas dalam nuansa berbeda.</p>
<p>Bertempat di Red Corner, Jalan Yusuf Dg Ngawing, Makassar, acara yang dimulai pukul 19.30 Wita ini mengusung tema Kebersamaan Tanpa Sekat.</p>
<p>&#8220;Tabe (permisi), karena ini alumni, tidak ada pejabat, tidak ada atasan dan bawahan, tidak ada tokoh, tidak ada selebriti. Karena kita semua datang sebagai alumni. Paling jauh ada junior yang tetap hormat sama seniornya, ada senior yang tetap sayang sama juniornya,&#8221; tegas ajakan dari Admin Grup WA Alumni UNHAS.</p>
<p>Panitia mengimbau para peserta untuk melaksanakan salat Isya terlebih dahulu di masjid sekitar lokasi, menekankan bahwa acara ini mengedepankan nilai kekeluargaan khas Timur Indonesia.</p>
<p>Acara yang digelar di lantai 1 lokasi tersebut diharapkan dapat menjadi pelepas dahaga diskusi digital yang selama ini terjadi, sekaligus menjadi ruang untuk menyegarkan pikiran demi kehidupan yang lebih bermakna.</p>
<p>&#8220;Mariki (ayo) gabung, siapa tahu ada yang punya ide segar yang bisa membuat hidup dan kehidupan menjadi makin bermakna, atau siapa tahu ada yang bisa segarkan pikiran agar hari-hari selanjutnya makin semangat,&#8221; tutup ajakan tersebut. (*)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/kabar-alumni/2026/03/30/11-tahun-wag-unhas-dari-debat-digital-jadi-ajang-reuni-tanpa-status/">11 Tahun WAG UNHAS, dari Debat Digital jadi Ajang Reuni Tanpa Status</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
