KABARIKA.ID, NEW YORK — Seorang pejabat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan Dewan Keamanan, pada hari Minggu (10/08/2025), bahwa rencana Israel untuk menguasai sepenuhnya Jalur Gaza berisiko menimbulkan bencana lain dengan konsekuensi yang luas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu bersikeras bahwa tujuannya bukanlah untuk menduduki wilayah tersebut, melainkan untuk menghancurkan kelompok perlawanan Hamas.

“Kami ingin mengakhiri perang dan kami tegaskan bahwa Israel tidak ingin menduduki Gaza,” kata PM Netanyahu, pada Minggu (10/08/2025).

Dewan Keamanan PBB mengadakan pertemuan darurat yang jarang terjadi pada akhir pekan, setelah Israel mengatakan militernya akan mengambil alih Jalur Gaza yang disetujui oleh kabinet keamanan PM Netanyahu. Keputusan tersebut memicu gelombang kritik global.

“Jika rencana ini dilaksanakan, kemungkinan akan memicu bencana lain di Gaza, yang akan berdampak ke seluruh wilayah dan menyebabkan pengungsian paksa, pembunuhan, dan kehancuran lebih lanjut,” kata Asisten Sekjen PBB, Miroslav Jenca kepada DK PBB.

Sementara itu, Duta Besar Slovenia untuk PBB, Samuel Zbogar, yang berbicara mewakili lima anggota Dewan Keamanan Eropa menjelang pertemuan tersebut, mengatakan bahwa keputusan pemerintah Israel ini tidak akan menjamin pemulangan para sandera dan justru berisiko membahayakan nyawa mereka.

“Keputusan ini juga akan memperburuk situasi kemanusiaan yang sudah buruk di Gaza dan berisiko menyebabkan kematian lebih lanjut, serta pengungsian massal warga sipil Palestina,” ujar Zbogar.

Duta Besar Palestina untuk PBB, Riyad Mansour juga menanggapi keputusan Kabionet Keamanan Israel yang menyetujui pengambilalihan seluiruh Jalur Gaza oleh Israel.

“Eskalasi yang dilakukan pemerintah Israel ini benar-benar bertentangan dengan keinginan masyarakat internasional,” ujar Mansour.

Amerika Serikat sebagai anggota tetap DK PBB yang memiliki hak veto, kemungkinan akan berusaha melindungi sekutu setianya, Israel, dari segala bentuk kecaman praktis dari PBB.

Duta Besar Israel untuk PBB, Danny Danon berbicara sebelum sidang DK PBB.

Ia menegaskan bahwa Israel tidak akan berhenti berjuang untuk pembebasan semua sandera, dan memastikan keselamatan dan keamanan semua warga negara Israel.

“Itu adalah tugas kami,” tegas Danon. (rus)