KABARIKA.ID, KEPRI– Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melakukan silaturahmi dengan pengurus Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan atau KKSS di Pulau Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, Senin (19/1/2026). Mentan Amran juga melakukan silaturahmi dengan KKSS Batam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Juga hadir Ketua Badan Pengurus Wilayah Kepulauan Riau, Ady Indra Pawenneri.

Silaturahmi itu dilakukan seusai Mentan Amran melakukan pengecekan langsung ke gudang tempat penyitaan 1.000 ton beras diduga selundupan di Tanjung Balai Karimun.

Selain sebagai Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman juga menjabat Ketua Umum Badan Pengurus Pusat KKSS. Itu sebabnya, jika melakukan kunjungan ke berbagai daerah di berbagai provinsi, dia selalu berupaya menyempatkan waktu bertemu dengan warga Sulsel di perantauan.

Kota Batam adalah pulau yang masuk dalam wilayah Provinsi Kepulauan Riau. Pulau ini berbatasan perairan dengan Singapura.

Sedangkan Karimun juga masuk wilayah Provinsi Kepulauan Riau. Kabupaten ini terdiri atas gugusan banyak pulau atau sekitar 250 pulau, dengan 85 di antaranya berpenghuni.

Dua pulau terbesar di Kabupaten Karimun ini adalah Pulau Karimun dan Kundur. Ibu kotanya Tanjung Balai, yang berlokasi di Pulau Karimun.

Karimun berbatasan perairan dengan Singapura dan Malaysia. Terdapat layanan transportasi ke Singapura ataupun Malaysia dengan menggunakan feri.

Jumlah penduduk Kabupaten Karimun berdasarkan data 2025 sebanyak 275 ribu jiwa. Di antaranya banyak terdapat penduduk yang berasal atau berdarah Bugis-Makassar.

Mereka inilah yang bergabung menjadi anggota KKSS Karimun, dan para pengurusnya bertemu dengan Mentan Andi Amran pada Senin 19 Januari lalu.

Ciri khas dari pengurus dan anggota KKSS di manapun berada adalah menggunakan songkok recca, yakni songkok yang dihiasi warna kuning keemasan di sekelilingnya.

Saat bertemu dengan Mentan Amran, KKSS Karimun menyatakan tekadnya untuk menolak beras hasil selundupan di Karimun. (*)