KABARIKA.ID, MAKASSAR — WA Group (WAG) Alumni Unhas kembali menggelar halal bihalal tahun 2026, Senin (30/3/2026) malam. Lokasinya masih seperti tiga tahun silam di Red Corner Cafe Jalan Yusuf Dg Ngawing.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Konsep halal bihalal tahun ini agak berbeda. Tempatnya pun bukan lagi di lantai 2 yang terlihat lebih formal. Malam tadi halal bi halal digelar outdoor di pelataran lantai 1.

Halal bihalal yang dihadiri hampir 100 alumni Kampus Merah ini diawali dengan pengantar dari Admin WAG Alumni Unhas sekaligus yang menginisiasi halal bihalal, Muhammad Ramli Rahim.

Owner RHIS School ini mengatakan, ia berinisiasi kembali menggelar halal bihalal karena kegiatan ini sudah dua tahun tak digelar.

“Seingat saya sudah dua tahun tak dilaksanakan halal bihalal WAG Alumni Unhas. Tahun ini harus dilaksanakan. Dan kita berharap setiap tahun dilaksanakan,” kata Ramli.

Ramli menjelaskan, WAG Alumni Unhas ini sudah berdiri sejak tahun 2015. Dimana saat itu banyak sekali yang ingin dimasukkan sebagai anggota tapi kuota terbatas. Tapi kali ini anggota WAG sudah mencapai 1000 orang.

“Halal bihalal malam ini santai saja. Tidak perlu serius. Kita ngobrol biasa saja sambil nikmati makan malam dan ngopi,” kata Ramli.

Untuk memandu obrolan santai para alumni, Ramli mempercayakan kepada Direktur Berita Kota Makassar, Muhammad Arsan Fitri sebagai moderator. “Silakan Kaka Arsan untuk memandu obrolan malam ini,” kata Ramli yang meminta Arsan tampil di depan.

Muhammad Arsan Fitri yang mengenakan kemeja putih mengambil alih forum.

“Sebelum kita memulai obrolan, izinkan saya mengucapkan minal aidin walfaidizin, mohon maaf lahir dan batin untuk seluruh alumni yang hadir malam ini,” kata alumni Fakultas Peternakan ini.

Arsan lalu mempersilakan alumni berbicara terkait WAG Alumni Unhas yang berdiri sejak 11 Juni 2015. Mulai dari alumni senior Fakultas Ekonomi, Mulawarman, dua alumni Fakultas Ilmu Budaya Salahuddin Alam dan Suharman, alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politi, Maqbul Halim hingga alumni Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Kamaruddin Azis.

Rerata para alumni menyampaikan jika menjadi anggota WAG Alumni Unhas jangan baper. Pasalnya, perbincangan di dalam grup seringkali berisi kritikan dan ejekan.

“Saya kalau tidak mau pusing, saya tinggal clear chat saja. Jadi tidak ada yang saya baca. Daripada saya baca dan perasaanku tidak enak,” kata Salahuddin Alam yang memang namanya sering disebut Mulawarman di dalam grup.

Sementara Mulawarman mengaku sudah banyak kali keluar masuk grup. Kadang ia sendiri yang memilih keluar. Tapi lebih banyak ia dikeluarkan admin karena chatnya sudah melanggar tata tertib.

“Saya santai ji. Ada atau tidak ada dalam grup,” kata Mulawarman.

Maqbul Halim yang dikenal sering menulis komentar dengan bahasa halus tapi menyindir dalam grup, mengaku ia juga sudah beberapa kali keluar masuk dalam grup. Utamanya saat kuota terbatas hanya 256 anggota.

“Awal grup ini berdiri, semua dibatasi. Kirim foto dan video dibatas per hari. Tapi sekarang sudah bebas. Makanya saya senang dengan ketidakteraturan grup ini,” kata mantan Komisioner KPU Makassar dan mantan Komisaris PT GMTD ini.

Sengit Bahas BEM

Diskusi yang awalnya berlangsung santai, mulai panas ketika obrolan membahas Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unhas. Pembahasan soal BEM ini juga memanas di dalam WAG selama kurun waktu dua tahun terakhir. Dua yang mempersoalkan. Mulawarman dan Zialhaq Nawawi.

Supaya diskusi lebih menarik, Arsan mengundang Kamaruddin Azis, Founder Pelakita.id untuk bersama tampil sebagai moderator. Kali ini diskusi lebih banyak diarahkan oleh Kamaruddin.

Soal BEM Unhas ada tiga pendapat yang berkembang. Ada alumni yang menegaskan BEM harus segera dibentuk di Unhas agar para mahasiswa memiliki wadah untuk mengkritisi kebijakan pemerintah saat ini.

Alumni yang ingin BEM segera terbentuk dengan campur tangan alumni seperti Mulawarman, Zialhuq Nawawi, Azwar, Sawaluddin Arief, Muhammad Ridho dan Kahar Gani.

“Rektorat sudah buang handuk sepertinya untuk memfasilitasi pembentukan BEM,” kata Muhammad Ridho.

“Pejabat kampus dan dosen-dosen Unhas memang tidak menginginkan ada BEM di Unhas,” tegas Mulawarman.

Ada juga yang setuju BEM harus dihadirkan kembali tetapi memberikan kewenangan penuh kepada kampus sebagai lembaga yang memiliki otoritas.

“Saya sudah berbicara dengan Rektor Unhas. Pak Rektor bilang jika dia setuju ada BEM dan sudah berbagai upaya dilakukan Rektorat untuk menghadirkan BEM Unhas,” kata Salahuddin Alam.

Menurut Salahuddin, yang tidak mau memiliki BEM tingkat universitas malah mahasiswa.

Pendapat ketiga adalah BEM saat ini sudah tidak dibutuhkan lagi oleh mahasiswa. Pendapat ini disampaikan Dedi, alumni Fakultas Teknik.

Rupanya pernyataan Dedi ini memantik emosi Mulawarman. Wartawan senior yang sejak awal memperjuangkan pembentukan BEM ini langsung memotong pendapat Dedi.

Akhirnya terjadi debat di antara keduanya. Untungnya Dedi masih santai menanggapi komentar pedas Mulawarman.

Perdebatan antara Mulawarman dan Dedi lalu diluruskan Salahuddin Alam. “Kita sepakat bahwa di Unhas harus ada BEM. Sekarang tinggal buatkan strategi untuk itu,” ujar Salahuddin.

Mubes IKA Unhas

Setelah perdebatan seru terkait BEM rampung, diskusi beralih ke rencana pelaksanaan Mubes IKA Unhas.

Ketua Panitia Mubes IKA Unhas, Muhammad Ramli Rahim di depan para alumni yang hadir malam itu mengatakan, rencananya Mubes akan dilaksanakan 2 hingga 3 Mei 2026.

“Persiapan sudah oke. Kita ini semua sudah pengalaman untuk pelaksanaan kegiatan semacam ini,” kata Ramli.

Ramli berharap seluruh alumni ikut berpartisipasi dalam kegiatan Mubes yang dihelat empat tahun sekali ini.

Setelah berdiskusi hampir 3 jam, akhirnya halal bihalal ditutup dengan foto bersama sekaligus membuat testimoni untuk BEM Unhas dan Mubes IKA Unhas. (af)