KABARIKA.ID, JAKARTA– Target awal satu miliar dolar. Yang datang hampir lima kali lipat. Inilah cerita di balik debut global bond perdana Danantara yang membuat pasar keuangan dunia angkat topi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pada Senin, 15 Juni 2026, CEO Danantara Indonesia sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menyampaikan laporan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta. Hasilnya jauh melampaui ekspektasi.
Danantara, melalui anak usahanya Danantara Investment Management (DIM), menerbitkan obligasi global perdana berdenominasi dolar AS senilai total USD1,5 miliar. Obligasi ini dibagi dalam dua tenor: USD750 juta dengan bunga 5,35 persen jatuh tempo 2031, dan USD750 juta dengan bunga 5,95 persen jatuh tempo 2036.
Yang menarik bukan hanya angkanya, tapi bagaimana obligasi itu lahir.
Awalnya Danantara menargetkan USD1 miliar saja. Tapi ketika tim Rosan turun ke lapangan bertemu 122 investor di berbagai kota — Hong Kong, London, Boston, hingga New York — minat yang masuk meledak. Puncak pemesanan atau peak orderbook mencapai USD4,6 miliar, lebih dari tiga kali lipat nilai yang ditawarkan. Angka itu memaksa Danantara untuk menaikkan target penerbitan dari satu miliar menjadi 1,5 miliar dolar.
Yang juga menarik adalah dari mana uang itu datang. Untuk tenor 5 tahun, 38 persen investor berasal dari Amerika Serikat, 41 persen dari Eropa dan Timur Tengah, sisanya dari Asia. Untuk tenor 10 tahun, Amerika Serikat bahkan mendominasi dengan 52 persen. Ini tidak biasa. Selama ini obligasi Indonesia lebih banyak diserap investor Asia. Kali ini dibalik.
Penandatanganan komitmen investasi sudah dilakukan pada 11 Juni 2026. Dana dijadwalkan masuk ke rekening Danantara pada 18 Juni 2026.
Bagi Rosan, ini bukan sekadar keberhasilan finansial. “Ini membuktikan kepercayaan investor terhadap Indonesia tinggi dan ini riil,” katanya.
Di tengah ketidakpastian ekonomi global, lonjakan yield obligasi Amerika Serikat, dan berbagai tekanan geopolitik, Indonesia berhasil tampil dan didengar. Bukan dengan janji, tapi dengan hasil.(*)
