KABARIKA.ID, MAKASSAR-– Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan, Dr. K.H. Mawardi Pewangi, M.Pd.I., secara resmi melepas keberangkatan Kontingen Kemah Santri Muhammadiyah Nasional (KSMN) II di Pelataran Terminal Penumpang Pelabuhan Soekarno-Hatta, Makassar. Dalam acara pelepasan tersebut, beliau didampingi oleh pengurus pimpinan wilayah dan lembaga, yaitu Dr. Ir. H. Muhammad Syaiful Saleh, M.Si., KH. Lukman Abd. Samad, Lc., M.Pd.I., serta Dr. Muhammad Ali Bakri, M.Si.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Suasana pelataran terminal berlangsung hangat dan penuh antusiasme saat seluruh rombongan bersiap melanjutkan perjalanan menuju Surabaya menggunakan kapal laut KM Dharma Kencana, sebelum menempuh jalur darat menuju lokasi acara di Bumi Perkemahan Coban Rondo, Pujon, Malang.

Seremoni pelepasan ini digelar berdasarkan surat resmi LP2M PWM Sulsel tertanggal 17 September 2026. Ketua Panitia, H. Muhammad Al Ghazali, Lc., menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih sebesar-besarnya kepada pihak PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Cabang Makassar yang senantiasa memfasilitasi dan mendukung penuh penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa PT Pelindo telah berkali-kali membantu dan menyediakan fasilitas untuk acara-acara serupa yang diadakan oleh Muhammadiyah Sulsel.

Kontingen besar yang bertolak ke Jawa Timur ini membawa kekuatan lebih dari 250 orang, terdiri atas 210 santri yang terbagi dalam 21 regu, serta dibersamai para pembina, pendamping, dan panitia wilayah. Para santri merupakan utusan terbaik dari delapan pesantren Muhammadiyah dan ’Aisyiyah se-Sulsel, yaitu Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Gombara Makassar, Pesantren Puteri Ummul Mukminin ’Aisyiyah Makassar, Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Punnia Pinrang, Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Balebo Luwu Utara, Aisyiyah Boarding School (ABS) Pinrang, Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Cece Enrekang, Pesantren Darul Fallah Muhammadiyah Bissoloro Gowa, dan Muhammadiyah Boarding School (MBS) Rappang Sidrap.

Keberangkatan ini menjadi puncak dari rangkaian persiapan panjang seluruh peserta. Sebelum bertolak ke pelabuhan, para santri telah menyelesaikan karantina intensif selama tiga hari di Ma’had Al-Birr Universitas Muhammadiyah Makassar di bawah bimbingan Koordinator Karantina, Dr. Zainal Abidin. Didampingi 11 mentor, peserta digembleng sejak dini hari hingga malam melalui latihan teknis dan penguatan mental untuk menghadapi berbagai cabang lomba, seperti Musabaqah Hifdzil Qur’an, Musabaqah Tilawatil Qur’an, Musabaqah Dirasah Islamiyah, pidato bahasa Arab dan Inggris, story telling, ilqaul qishshah, PBB Variasi, hingga Jelajah Alam dan Tali Temali.

Saat melepas rombongan, jajaran pimpinan menyuntikkan motivasi mendalam. KH. Lukman Abd. Samad menekankan pentingnya lima modal utama, yakni tekad yang tinggi (himmah ‘aliyah), keyakinan (al-yaqin), keberanian (asy-syaja’ah), mental sebagai pelaku (fa’il), dan doa. Sementara itu, Dr. K.H. Mawardi Pewangi mengingatkan para santri untuk tetap menjaga kondisi fisik, beradaptasi dengan cuaca dingin di Malang, serta menanamkan rasa percaya diri tinggi tanpa minder menghadapi ribuan peserta dari seluruh Indonesia.

Seluruh rombongan dijadwalkan berkompetisi dalam KSMN II pada 21–24 September 2026. Mengusung tema “Menyiapkan Kader Pemimpin Bangsa: Santri Muhammadiyah Disiplin, Mandiri, dan Berprestasi”, ajang yang diikuti sekitar 1.700 santri se-Indonesia ini menjadi wadah pembuktian prestasi sekaligus penempaan karakter kader masa depan, sebelum kontingen Sulsel dijadwalkan kembali ke Makassar pada 25 September 2026 (HFS).