KABARIKA.ID, YOGYAKARTA– Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menantang mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk menghasilkan inovasi dan karya nyata yang berdampak bagi pembangunan pertanian nasional. Ia menegaskan, kemajuan pertanian membutuhkan generasi muda yang berani bermimpi besar, tekun menjalani proses, dan mampu menerjemahkan ilmu pengetahuan menjadi solusi bagi masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pesan tersebut disampaikan Mentan Amran saat memberikan kuliah umum bertema Prioritas Pembangunan Pertanian dan Strategi Pencapaian Swasembada Pangan Berkelanjutan di hadapan sivitas akademika dan mahasiswa Fakultas Pertanian UGM, Kamis (15/10). Dalam kesempatan itu, ia mendorong mahasiswa untuk tidak berhenti pada penguasaan teori, tetapi terlibat langsung dalam penelitian, pengembangan teknologi, dan program strategis pertanian.

“Sukses itu di mana saja. Mau dosen, mau birokrat, mau legislatif, yudikatif, mau pengusaha. Itu tergantung karakter. Bukan suku, bukan agama, bukan perguruan tinggi. Tapi sukses siapapun berhak,” ujar Mentan Amran.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mencetak sumber daya manusia yang mampu menjawab tantangan pertanian melalui riset, inovasi, dan penerapan teknologi. Karena itu, mahasiswa perlu mendapatkan ruang untuk mengembangkan gagasan dan kesempatan untuk membuktikan kemampuan melalui kerja nyata.

“Jangan ada pemimpin yang ego. Ini generasi muda akan melanjutkan perjuangan kita. Jangan tekan mereka, beri ruang mereka berkreasi,” tegasnya.

Mentan Amran mencontohkan pengembangan sapi Belgian Blue sebagai gambaran pentingnya penelitian jangka panjang dan keberanian mengambil langkah untuk menghasilkan terobosan. Ia menceritakan pengalaman pemerintah mendatangkan semen beku sapi Belgian Blue dari luar negeri untuk dikembangkan melalui penelitian dan pemuliaan ternak di Indonesia.

Menurutnya, pengembangan tersebut membutuhkan kesungguhan dan pendampingan agar menghasilkan ternak yang dapat dikembangkan lebih luas. Ia juga menyampaikan harapan agar semen beku yang tersedia dapat dimanfaatkan masyarakat secara gratis sehingga manfaat penelitian dapat dirasakan lebih luas dan mendukung pengembangan peternakan nasional.

“Saya lebih menghargai orang yang kerja nyata daripada membangun narasi tapi tidak ada hasil untuk rakyat Indonesia,” ujar Mentan Amran.

Selain pengembangan peternakan, Mentan Amran mendorong UGM memperkuat kontribusi riset pada komoditas strategis, terutama kedelai. Ia menginginkan perguruan tinggi menjadi bagian penting dalam meningkatkan produksi kedelai nasional melalui penelitian, inovasi budidaya, dan keterlibatan langsung mahasiswa di lapangan.

Sebagai langkah konkret, Mentan Amran menyampaikan rencana pengembangan kedelai seluas 2.000 hektare pada 2027 dengan melibatkan mahasiswa, khususnya mahasiswa tingkat akhir. Program ini diharapkan menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman langsung dalam proses produksi pertanian, mulai dari penerapan ilmu hingga evaluasi hasil budidaya.

“Pak Dekan, kita lanjutkan ya. Libatkan mahasiswa,” tegas Mentan Amran.

Ia menekankan bahwa keterlibatan mahasiswa di lapangan penting untuk mempertemukan pengetahuan akademik dengan tantangan nyata yang dihadapi petani. Dengan demikian, perguruan tinggi tidak hanya menghasilkan lulusan yang menguasai teori, tetapi juga sumber daya manusia yang memiliki keterampilan, keberanian berinovasi, dan kemampuan menghasilkan solusi.

Mentan Amran juga menyoroti potensi komoditas lain, seperti susu, bawang putih, kelapa, dan kelapa sawit. Menurutnya, pengembangan komoditas strategis dan pengolahan hasil pertanian membutuhkan dukungan penelitian, teknologi, serta kolaborasi perguruan tinggi agar potensi sumber daya nasional dapat menghasilkan nilai tambah dan membuka peluang usaha.

Di hadapan mahasiswa, Mentan Amran turut membagikan pengalamannya menjalani proses panjang sebelum mencapai keberhasilan. Ia mengingatkan bahwa cita-cita besar harus disertai tindakan nyata, konsistensi, dan ketekunan dalam menghadapi berbagai tantangan.

“Mau sukses bermimpi besar, gagasan besar, take action, persisten, sukses,” ujarnya.

Mentan Amran menegaskan bahwa pembangunan pertanian membutuhkan proses yang berkelanjutan. Hasil penelitian dan berbagai program yang telah berjalan perlu terus dikembangkan agar mampu meningkatkan produktivitas, memperkuat ketahanan pangan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ia berharap UGM dan perguruan tinggi lainnya semakin memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dalam penelitian dan pengembangan komoditas strategis. Keterlibatan mahasiswa diharapkan dapat berkembang menjadi kontribusi nyata bagi peningkatan produksi pangan nasional sekaligus memperkuat regenerasi sumber daya manusia pertanian.

“Anak-anakku sekalian, ayo kita bangkit bersama. Perjalanan Republik Indonesia masih panjang, harapan bangsa ada di kalian,” pungkas Mentan Amran. (*)