4 Alumni Unhas Masuk Timnas Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar

Berita, Kabar Alumni866 Dilihat

KABARIKA.ID, MAKASSAR — Empat alumni Universitas Hasanuddin Makassar dipercaya masuk Tim Nasional Pemenangan capres-cawapres Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN).

Nama-nama baru Timnas Amin itu diumumkan Anies Baswedan dan Cak Imin di Rumah Pemenangan Timnas AMIN, Jalan Diponegoro Nomor 10, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (21/11/2023) sore.

Adapun empat alumni Unhas itu antara lain mantan Ketua MK Hamdan Zoelva, mantan Ketua KPK Abraham Samad, mantan Ketua Umum IGI Rahmli Rahim, dan anggota DPRD Sulsel Ismail Bachtiar.

Hamdan Zoelva diberi tugas sebagai Tim Dewan Pakar Timnas Anies-Muhaimin.

Abraham Samad diberi tugas sebagai angota Tim Dewan Pakar Timnas Anies-Muhaimin.

Sedangkan Rahmli Rahim dan Ismail Bachtiar masuk tim juru bicara.

Berikut profil keempat alumni Unhas itu:

1. Hamdan Zoelva

Hamdan Zoelva ditunjuk memimpin Tim Dewan Pakar Timnas Anies-Muhaimin sendiri.

Dr. Hamdan Zoelva, S.H., M.H. (lahir 21 Juni 1962) adalah Ketua Mahkamah Konstitusi Indonesia yang keempat periode 2013–2015.

Ia juga pernah menjadi salah satu pengurus Partai Bulan Bintang.

Hamdan Zoelva menyelesaikan pendidikan sarjana hukum Universitas Hasanuddin, Ujungpandang.

Ia mengambil jurusan Hukum Internasional.

Setelah tidak menjabat sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi Indonesia, selain menjadi konsultan hukum dan pengajar di beberapa perguruan tinggi, juga mendapat amanah sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat/Laznah Tanfidziyah Syarikat Islam (ejaan lama: Sarekat Islam).

Ia juga dipercaya sebagai Koordinator Presidium Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MN KAHMI).

2. Abraham Samad

Abraham Samad ditunjuk sebagai anggota Dewan Pakar Timnas Anies-Muhaimin.

Dewan Pakar Timnas Anies-Muhaimin terdiri dari 84 orang.

Dr. Abraham Samad, S.H., M.H. (lahir 27 November 1966) adalah seorang Pengacara Indonesia yang menjadi Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2011–2015.

Beliau dikenal atas ketegasannya dalam memberantas Korupsi di Indonesia.

Abraham Samad meyelesaikan pendidikan sarjana (S1), magister (S2), dan doktoral (S3) di bidang hukum di Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin, Makassar.

Gelar doktor diraihnya pada tahun 2010.

Disertasinya mengupas penanganan kasus korupsi di pengadilan negeri dengan pengadilan khusus.

Sejak tahun 1996, Abraham Samad melakoni profesi sebagai advokat.

Kemudian, untuk menunjang profesi yang digelutinya, Abraham Samad medirikan sebuah lembaga swadaya masyarakat yang diberi nama Anti Coruption Committee (ACC) Sulawesi.

LSM ini bergerak dalam kegiatan pemberantasan korupsi, seperti melakukan kegiatan pembongkaran kasus-kasus korupsi, khususnya di Sulawesi Selatan.

Selain itu ACC memiliki tujuan mendorong terciptanya sistem pemerintahan yang baik serta sistem pelayanan publik yang maksimal dengan sasaran pemberantasan korupsi. Di ACC, Abraham Samad duduk sebagai koordinator.

Samad dikenal dekat dengan Laskar Jundullah yang merupakan kelompok Islam garis keras di Makassar.

Samad merupakan bagian dari tim hukum Komite Penegakan Syariat Islam.

Pada tahun 2002, Abraham Samad menjadi kuasa hukum terdakwa teroris Agus Dwikarna yang ditangkap di Bandar Udara Internasional Manila karena membawa bahan peledak.

Ia juga dilaporkan dekat dengan Abu Bakar Ba’asyir.

Ketika Baasyir mengunjungi Makassar pada Juli 2009, Samad mendampinginya.

3. Ramli Rahim

Ketua Umum Konfederasi Nasional Relawan Anies (KoReAn) Muhammad Ramli Rahim ditunjuk sebagai salah satu Juru Bicara Tim Nasional (Timnas) Anies Baswedan – Muhaimin Iskandar (AMIN).

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Cawapres Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dalam Konferensi Pers Timnas AMIN yang juga dihadiri Capres Anies Baswedan di Jakarta, Selasa (21/11/2023) sore.

MRR, akronim nama Muhammad Ramli Rahim, adalah putera Sulsel kelahiran Maros yang pernah menjadi Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia (IGI).

Keterlibatannya sebagai relawan untuk mengusung nama Anies Baswedan dimulai sejak 11 Mei 2021 silam. Awalnya, ia mendirikan simpul relawan bernama Jaringan Nasional Relawan Milenial Anies atau Mileanies.

Tetapi karena terus berkembang dan tidak lagi memadai sebagai wadah menampung semua kalangan, termasuk non-milenial, maka mulailah terbentuk simpul relawan lain seperti Relawan Anies Baswedan Bagian Timur Indonesia (Relabatin) dan seterusnya.

Oleh MRR yang juga alumnus Universitas Hasanuddin, pertumbuhan simpul relawan yang terus terjadi, kemudian disatukan dalam payung nasional bernama Konfederasi Nasional Relawan Anies (KoReAn).

KoReAn kini menanungi lebih dari 250 simpul relawan yang tersebar di seluruh pelosok tanah air, dan menjadi salah satu kekuatan relawan Anies Baswedan yang terbesar dan paling solid di Indonesia.

4. Ismail Bachtiar

Ismail Bachiar masuk tim juru bicara Timnas Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar.

Ismail mewakili Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Pemuda asal Desa Arasoe Bone itu adalah anggota DPRD Sulsel.

Ia menyelesaikan pendidikan sarjana di Universitas Hasanuddin Makassar.

Pada Pemilu 2019 lalu, Ismail Bachtiar terpilih anggota DPRD Sulsel.

Ia mendapatkan suara sebanyak 15.309 dari 34.416 suara keseluruhan.

Sebelum masuk politik, Ismail Bachtiar dikenal sebagai pengusaha muda.

Ia pendiri Rektor Institute, lembaga bimbingan belajar yang menghimpun siswa lulusan SMA yang hendak masuk perguruan tinggi. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *