MAKASSAR, KABARIKA.ID – Calon Rektor Universitas Hasanuddin (UNHAS) periode 2026–2030, Prof. Muhammad Iqbal Djawad, menegaskan pentingnya memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia industri.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, sinergi tersebut menjadi kunci untuk mendorong hilirisasi riset sekaligus memastikan hasil penelitian kampus dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan dunia usaha.
“Industri saat ini membutuhkan tenaga kerja yang mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi. Karena itu, perguruan tinggi harus lebih aktif menghubungkan riset dan inovasi dengan kebutuhan industri,” ujar Prof. Iqbal dalam pemaparannya di Makassar.
Ia menjelaskan, hilirisasi riset dapat menjadi motor penggerak ekonomi baru bagi universitas, sekaligus membuka peluang pendanaan riset yang lebih mandiri.
Dengan memanfaatkan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), big data, dan blockchain, UNHAS dinilai memiliki potensi besar untuk menciptakan pembelajaran yang relevan dan inovatif.
“Melalui riset berbasis teknologi terkini, kami ingin memastikan UNHAS tidak hanya berperan sebagai lembaga akademik, tapi juga sebagai pusat inovasi yang berkontribusi langsung bagi masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Prof. Iqbal mendorong agar industri dijadikan laboratorium hidup bagi UNHAS, tempat mahasiswa dan dosen dapat berkolaborasi dalam menciptakan solusi terapan yang berbasis riset dan teknologi.
Pendekatan ini, katanya, akan memperkuat keahlian praktis lulusan sekaligus meningkatkan daya saing perguruan tinggi di kancah global.
Prof. Iqbal menilai, kemitraan strategis antara kampus dan sektor industri akan menciptakan ekosistem inovasi yang saling menguntungkan.
“Universitas harus menjadi mitra aktif industri dalam mengembangkan teknologi dan sumber daya manusia unggul yang siap menghadapi transformasi digital,” ujarnya.
Ia berharap, melalui strategi hilirisasi riset dan kolaborasi lintas disiplin, UNHAS dapat menjadi universitas yang adaptif, berdaya saing tinggi, serta berperan besar dalam mendukung kemajuan industri nasional.
