KABARIKA.ID, LOMBOK TENGAH — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi untuk menghadapi musim tanam pertama 2025–2026 dalam kondisi aman.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Asisten II Setda Lombok Tengah Lendek Jayadi mengatakan, penyerapan pupuk bersubsidi di wilayahnya hingga pertengahan Oktober 2025 telah mencapai 49 persen. Sisanya akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan petani pada musim tanam mendatang.
“Target penyerapan pupuk bersubsidi di 2025 sampai hari ini sudah mencapai 49 persen, sehingga sisanya siap memenuhi kebutuhan musim tanam pertama 2025–2026,” ujar Lendek Rabu (15/10/2025).
Menurutnya, Pemkab telah berkoordinasi dengan distributor pupuk bersubsidi untuk memastikan distribusi berjalan lancar dan stok mencukupi. Dari hasil rapat bersama, semua pihak memastikan bahwa pasokan aman, sehingga petani diimbau tetap tenang.
Pupuk Indonesia Siap Pasok Kebutuhan Petani
Lendek menjelaskan, Pupuk Indonesia telah melaporkan kesiapan stok pupuk dengan tingkat serapan mencapai 73 persen secara nasional. Distributor di Lombok Tengah pun masih memiliki stok yang memadai untuk memenuhi permintaan petani.
“Tinggal menunggu permintaan dari petani, baik jenis urea maupun NPK,” katanya.
Ia menambahkan, berdasarkan evaluasi, serapan pupuk urea masih lebih tinggi dibanding NPK. Karena itu, Pemkab mendorong agar penyaluran kedua jenis pupuk tersebut lebih seimbang sesuai kuota dalam sistem E-Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK).
Kuota dan Alokasi 2025
Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Lombok Tengah Zaenal Arifin menuturkan, pihaknya telah menerbitkan Surat Keputusan (SK) kepala dinas terkait penyaluran pupuk, menyusul penyederhanaan regulasi distribusi tahun ini.
“Alokasi pupuk tahun 2025 untuk urea sebanyak 24.506 ton, NPK 22.082 ton, dan pupuk organik 2.545 ton, dengan luas tanam mencapai 96 ribu hektare per tahun,” jelas Zaenal.
Berdasarkan data e-RDKK, kebutuhan pupuk 2025 tercatat 28.397 ton urea, 36.278 ton NPK, dan 8.493 ton organik. Jika dibandingkan, tingkat pemenuhan alokasi mencapai 86,30 persen untuk urea dan 60,78 persen untuk NPK.
“Jika dibandingkan dengan tahun 2024, pemenuhan urea mencapai 96,86 persen dan NPK 66,99 persen. Ada sedikit penurunan dibanding tahun lalu,” ungkapnya.
Pemkab Lombok Tengah berharap seluruh pihak, mulai dari penyuluh hingga kelompok tani, terus menjaga koordinasi agar pupuk bersubsidi tersalurkan secara tepat sasaran dan mendukung produktivitas pertanian daerah.
