KABARIKA.ID, MAKASSAR – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, secara tegas membantah narasi yang beredar bahwa ia adalah keturunan Takalar, Sulawesi Selatan. Ia menyebut informasi yang viral itu sebagai “hoax” dan menegaskan bahwa klaim tersebut bukan berasal darinya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Yang bilang saya berasal (keturunan) Takalar bukan saya,” tegas Sherly, wanita dengan nama Mandarin Chhòa Līm-tin atau Cai Renzhen ini.
Bantahan ini disampaikannya menanggapi informasi yang mencuat dan viral setelah kehadirannya dalam HUT ke-49 Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) di Makassar pada 15 November 2025.
Sherly mengakui, cerita tentang kemungkinan adanya hubungan keluarga dengan daerah di Sulsel memang pernah ia dengar, namun bukan dari orangtuanya langsung. Ia menyebut informasi itu berasal dari neneknya puluhan tahun lalu, dan kebenarannya diragukan.
“Dulu waktu saya kecil, nenek saya pernah cerita, kalau kita punya keluarga di sana. Katanya ada keluarga nenek yang nikah dengan orang sana, dan itu sudah berpuluh-puluh tahun lalu,” ujarnya, sambil mengernyitkan dahi mengingat.
Ia pun menegaskan bahwa narasi yang menyatakan dirinya berasal dari Takalar bukanlah versinya. “Narasi kalau saya dari sana (Takalar) bukan saya yang buat, itu pendapat orang luar,” sambung gubernur pertama perempuan di provinsi berpenduduk 1,37 juta jiwa ini.
Sherly, yang lahir dan besar di Ambon dari ayah bernama Paulus Tjoanda dan ibu Maria Margaretha Liem, hanya mengingat cerita bahwa kakek ke-enamnya pernah lama tinggal di Jeneponto, kabupaten yang bertetangga dengan Takalar. Bahkan, ia menyebut neneknya bercerita tentang rumah moyang di sekitar sumur tua di Tamalatea, Jeneponto.
Meski mengakui memiliki sejumlah kerabat di Makassar, Sherly bersikap hati-hati. Ia menekankan bahwa informasi tentang asal-usulnya dari Takalar belum tentu benar.
“Bisa iya bisa tidak, soalnya saya tidak pernah mengaku dari sana (keturunan),” ungkapnya.
Tentang siapa yang dinikahi oleh kerabat neneknya itu pun, ia menyatakan ketidaktahuannya.
“Yang dinikahi pun saya tidak tahu, apakah keturunan bangsawan seperti yang dibicarakan orang-orang sekarang atau tidak. Atau bisa saja menikah dengan garis keturunan Tionghoa di sana, itu pun belum pasti juga,” papar Sherly.
Dengan penegasan ini, Gubernur Sherly Laos berharap dapat meluruskan informasi yang beredar dan mengembalikan fokus publik pada kinerja pemerintahan, bukan pada isu-isu pribadi yang belum dapat diverifikasi kebenarannya. (*)
