KABARIKA.ID, MAKASSAR – Gelombang mudik dan arus balik masyarakat di kawasan timur Indonesia selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) berjalan lancar dan aman.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 sukses mencatatkan lonjakan positif dengan melayani 1.232 kunjungan kapal dan 791.678 pergerakan penumpang. Angka ini tumbuh masing-masing 6,30% dan 5,45% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sinergi operasional yang solid dan persiapan matang menjadi kunci sukses PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Regional 4 dalam mengelola puncak mobilitas laut selama Nataru 2025/2026. Periode yang berlangsung dari 10 Desember 2025 hingga 7 Januari 2026 tersebut dilalui tanpa gangguan berarti berkat strategi komprehensif.
“Keberhasilan ini adalah hasil dari kesiapan menyeluruh, mulai dari pembentukan posko khusus, penguatan koordinasi lintas instansi, hingga kesiapsiagaan personel di seluruh cabang,” tegas Executive Director Pelindo Regional 4, Abdul Azis, di Makassar, Jumat (9/1/2026).
Ia menekankan, aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan tetap menjadi prioritas utama di tengah peningkatan arus yang signifikan.
Data menunjukkan pertumbuhan kunjungan kapal (call) mencapai 1.232 kali, naik dari periode Nataru sebelumnya sebanyak 1.159 kali. Lonjakan tertinggi terjadi pada periode H-13 hingga H-6 serta masa arus balik pasca-Tahun Baru. Pelabuhan Ternate, Manado, Ambon, Kendari, Makassar, dan Bitung menjadi simpul dengan kontribusi arus kapal terbesar.
“Kami mengantisipasi puncak arus ini dengan penyesuaian pola pelayanan, pengaturan jadwal sandar yang ketat, dan kesiapan fasilitas dermaga serta operasional 24 jam,” jelas Division Head Operasi Pelindo Regional 4, Yusida M. Palesang.
Koordinasi intensif dengan KSOP, operator kapal, dan stakeholder terkait berhasil mencegah penumpukan kapal di pelabuhan.
Di sisi pergerakan penumpang, angka 791.678 orang tercatat, terdiri dari 417.087 penumpang naik dan 374.591 penumpang turun. Pelabuhan Ambon, Makassar, Parepare, Ternate, Balikpapan, dan Manado menjadi titik sentral mobilitas masyarakat. (*)
