KABARIKA.ID, JAKARTA – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mengajak seluruh organisasi tani di Indonesia untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi terlibat aktif dalam mendukung berbagai program strategis pemerintah di sektor pertanian. Menurutnya, kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan organisasi petani menjadi kunci percepatan swasembada pangan sekaligus peningkatan kesejahteraan petani.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ajakan tersebut disampaikan Wamentan Sudaryono atau yang akrab disapa Mas Dar saat menghadiri Acara Sarasehan Membangun Jaringan Petani di Kantor BRMP Pusat, Kementerian Pertanian, Jakarta, Minggu (19/7).
Wamentan Sudaryono mengatakan, pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian besar terhadap sektor pertanian. Karena itu, seluruh organisasi tani perlu mengambil peran aktif dalam mengawal dan menyukseskan berbagai program pembangunan pertanian yang dijalankan Kementerian Pertanian.
“Kalau organisasi tani di era sekarang tidak ikut dalam program-program pertanian yang dijalankan pemerintah, tentu sayang sekali. Sekarang saatnya semua organisasi membangun komunikasi, aktif berkolaborasi, dan ikut mengawal pembangunan pertanian,” kata Wamentan Sudaryono.
Menurut Wamentan Sudaryono, organisasi tani memiliki posisi strategis sebagai jembatan antara pemerintah dengan petani di lapangan. Melalui komunikasi yang intensif, berbagai kebutuhan, tantangan, hingga solusi yang dihadapi petani dapat segera ditindaklanjuti sehingga pelaksanaan program pemerintah semakin tepat sasaran.
Karena itu, Kementerian Pertanian terus membuka ruang kolaborasi dengan seluruh organisasi petani melalui berbagai forum dialog, salah satunya Sarasehan Membangun Jaringan Petani. Forum ini diharapkan menjadi wadah untuk memperkuat sinergi, menyatukan visi, serta mempercepat implementasi program-program pembangunan pertanian.
“Organisasi itu harus sering berkumpul, berdialog, mencari solusi bersama, saling membantu ketika ada persoalan, dan menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun pertanian,” ujar Wamentan Sudaryono.
Wamentan Sudaryono menambahkan, semangat kolaborasi tersebut penting untuk menjaga momentum keberhasilan sektor pertanian nasional. Ia menyebut berbagai capaian yang diraih pemerintah, termasuk keberhasilan meningkatkan produksi pangan dan mewujudkan swasembada beras pada 2025, merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah, petani, penyuluh, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan.
Selain memperkuat produksi pangan, Wamentan Sudaryono juga menekankan pentingnya pendekatan pemberdayaan masyarakat dibandingkan sekadar memberikan bantuan. Menurutnya, program pemerintah harus mampu menciptakan petani yang mandiri, produktif, dan memiliki daya saing.
“Kita ingin masyarakat semakin mandiri. Karena itu pendekatan pemberdayaan jauh lebih penting sehingga masyarakat memiliki kemampuan mengembangkan usahanya secara berkelanjutan,” jelas Wamentan Sudaryono.
Di akhir sambutannya, Wamentan Sudaryono mengajak seluruh organisasi tani untuk terus membangun jejaring yang kuat dan memperbanyak kolaborasi. Ia menegaskan Kementerian Pertanian siap menjadi mitra bagi seluruh organisasi dalam mempercepat pembangunan pertanian nasional.
“Kalau kita bergerak bersama, membangun jaringan yang kuat, saya optimistis target swasembada pangan dan peningkatan kesejahteraan petani akan semakin cepat tercapai,” tutup Wamentan Sudaryono.
