KABARIKA.ID, JAKARTA -Khazanah literasi sektor konstruksi Indonesia kembali bertambah dengan hadirnya buku Membangun Negeri, Merawat Masa Depan: Catatan Kiprah Konstruksi Nasional, Inovasi, dan Harapan di Era Transformasi, karya Ir. Amril Taufik Gobel, S.T., IPU., ASEAN Eng.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Buku setebal 388 halaman ini menghimpun 46 esai yang telah dipublikasikan di platform Konstruksi Media sepanjang periode Juli 2025 hingga Mei 2026. Seluruh tulisan kemudian disusun secara tematis sehingga membentuk sebuah karya yang utuh, komprehensif, dan relevan dalam mengulas perjalanan serta tantangan industri konstruksi Indonesia di tengah arus transformasi global.
Diterbitkan oleh CV. Adanu Abimata, buku ini mengusung gagasan bahwa pembangunan tidak semata dimaknai sebagai proses menghadirkan infrastruktur fisik. Lebih dari itu, pembangunan merupakan ikhtiar membangun peradaban, memperkuat daya saing bangsa, sekaligus menyiapkan masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang.
Penerbitan buku ini juga memperoleh dukungan penuh dari PT Nindya Karya (Persero) sebagai wujud komitmen perusahaan dalam mendorong lahirnya pemikiran strategis yang mampu memberikan kontribusi bagi kemajuan industri konstruksi nasional.
Dalam kata pengantarnya, Direktur Utama PT Nindya Karya (Persero), Firmansyah, menegaskan bahwa pembangunan pada hakikatnya merupakan upaya bersama untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat. Menurutnya, buku ini memperlihatkan bahwa dunia konstruksi tidak hanya berkutat pada persoalan teknis, tetapi juga berkaitan erat dengan aspek ekonomi, sosial, lingkungan, teknologi, hingga nilai-nilai kemanusiaan.

Ia berharap buku tersebut dapat menjadi sumber inspirasi bagi para profesional, akademisi, mahasiswa, maupun para pengambil kebijakan dalam menjawab tantangan transformasi industri konstruksi di masa depan.
Apresiasi serupa disampaikan Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Dr.-Ing. Ir. Ilham Akbar Habibie, MBA., IPU., ASEAN Eng., yang turut memberikan kata pengantar dalam buku ini. Menurutnya, kualitas pembangunan sebuah bangsa selalu tercermin melalui mutu bangunan dan infrastruktur yang dimilikinya.
Ia mengangkat berbagai contoh karya konstruksi monumental dunia, mulai dari Via Appia di Romawi hingga Candi Borobudur di Indonesia, sebagai bukti bahwa infrastruktur bukan sekadar hasil rekayasa teknik, melainkan jejak peradaban yang membentuk perjalanan sejarah suatu bangsa.
Menurut Ilham, buku Membangun Negeri, Merawat Masa Depan berhasil menawarkan perspektif yang lebih luas tentang dunia konstruksi. Melalui 46 esai yang tersusun secara sistematis, Amril Taufik Gobel mengajak pembaca memahami bahwa jalan, jembatan, bendungan, pelabuhan, maupun berbagai infrastruktur lainnya tidak hanya berbicara mengenai beton, baja, atau proyek pembangunan. Seluruh karya tersebut juga mengandung nilai kemanusiaan, harapan masyarakat, keselamatan para pekerja, serta tanggung jawab terhadap generasi yang akan datang. Baginya, pembangunan baru memiliki makna apabila mampu meningkatkan martabat manusia.
Putra sulung almarhum Prof. B.J. Habibie tersebut juga menekankan bahwa buku ini menunjukkan keterkaitan erat antara pembangunan infrastruktur dengan dinamika geopolitik global, ketahanan nasional, serta upaya memperkuat kedaulatan bangsa.
Karena itu, ia menilai buku ini layak menjadi referensi penting bagi kalangan insinyur, praktisi, akademisi, mahasiswa, maupun para pengambil kebijakan dalam merumuskan arah pembangunan Indonesia yang inovatif, berkelanjutan, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.
Sementara itu, penulis, Ir. Amril Taufik Gobel, yang juga adalah Alumni Teknik Mesin Unhas Angkatan 1989 ini, menjelaskan bahwa buku tersebut lahir dari keprihatinannya melihat industri konstruksi Indonesia yang tengah berada pada titik perubahan yang sangat menentukan.
Menurut Technical Advisor Nindya Learning Center PT Nindya Karya (Persero) ini, perkembangan revolusi digital, kecerdasan buatan, perubahan iklim, serta dinamika geopolitik global menghadirkan peluang besar bagi lahirnya berbagai inovasi. Namun, pada saat yang sama, perubahan tersebut juga membawa tantangan baru bagi jutaan tenaga kerja konstruksi, para insinyur muda, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan di sektor ini.
“Setiap tulisan dalam buku ini berupaya memadukan data, fakta lapangan, dan narasi kemanusiaan. Saya percaya bahwa pembangunan akan memperoleh makna ketika mampu menghadirkan manfaat nyata bagi manusia,” tulis Amril yang saat ini menjabat sebagai Ketua Bidang Komunikasi dan Informatika IKA Teknik UNHAS periode 2024-2027 dalam pengantar bukunya.
Secara keseluruhan, buku ini dibagi ke dalam lima bagian utama yang mengulas berbagai isu strategis, mulai dari perkembangan teknologi konstruksi seperti Building Information Modeling (BIM), pemanfaatan kecerdasan buatan, konstruksi berkelanjutan, hilirisasi industri, keselamatan dan kesehatan kerja, hingga tantangan pembangunan infrastruktur nasional di tengah perubahan global.
Selain itu, buku ini juga mengupas berbagai isu aktual seperti deindustrialisasi, transformasi digital, pembangunan Giant Sea Wall Pantura, serta pentingnya meningkatkan daya saing industri konstruksi Indonesia agar mampu bersaing di tingkat global.
Kehadiran buku ini memperoleh sambutan positif dari berbagai kalangan. Mantan Direktur Utama PT Nindya Karya (Persero), Ir. Haedar A. Karim, menilai karya tersebut berhasil menempatkan konstruksi sebagai instrumen untuk menghadirkan kesejahteraan, pemerataan pembangunan, dan peningkatan martabat masyarakat, bukan sekadar aktivitas membangun infrastruktur fisik. Menurutnya, buku ini layak dibaca oleh siapa pun yang memiliki kepedulian terhadap masa depan Indonesia.
Pandangan senada disampaikan mantan Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR sekaligus Ketua Umum LPJKN periode 2021–2024, Dr. Ir. Syarif Burhanuddin, yang menilai buku ini mampu memadukan teori, pengalaman lapangan, serta kebijakan pemerintah secara harmonis sehingga layak dijadikan referensi bagi birokrat, akademisi, mahasiswa, maupun praktisi konstruksi.
Apresiasi juga datang dari sejumlah tokoh nasional lainnya, di antaranya Dr. Alimuddin Baso, Dr. Amanda Katili Niode, Laksda TNI (Purn.) Dr. Abdul Rivai Ras, serta berbagai praktisi konstruksi nasional dan internasional.
Mereka menilai buku ini menghadirkan perspektif baru bahwa pembangunan infrastruktur harus dipandang sebagai bagian dari pembangunan peradaban, penguatan ketahanan nasional, pelestarian lingkungan, sekaligus upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Dukungan terhadap penerbitan buku ini juga diberikan oleh Konstruksi Media, media yang selama ini menjadi ruang publikasi sebagian besar tulisan Amril Taufik Gobel.
Pemimpin Umum Konstruksi Media, Bahar Yahya, menyebut buku tersebut sebagai karya penting yang mampu memotret dunia konstruksi tidak hanya sebagai aktivitas membangun infrastruktur, tetapi juga sebagai fondasi peradaban, penggerak pertumbuhan ekonomi, sekaligus faktor penentu daya saing bangsa.
Lebih dari sekadar kumpulan esai, Membangun Negeri, Merawat Masa Depan merupakan ajakan kepada seluruh pemangku kepentingan untuk memandang pembangunan sebagai tanggung jawab bersama.
Buku ini menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari panjang jalan yang dibangun, tingginya gedung yang berdiri, ataupun besarnya nilai investasi. Tolok ukur sesungguhnya adalah sejauh mana pembangunan tersebut mampu menghadirkan keadilan, kesejahteraan, keberlanjutan, serta harapan bagi generasi yang akan datang.
Pesan tersebut sejalan dengan semangat pembangunan nasional yang menempatkan infrastruktur sebagai fondasi utama dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di masa depan.
Buku Membangun Negeri, Merawat Masa Depan dapat diperoleh melalui:
- Shopee: https://bit.ly/atg-shopee
- Tokopedia: https://bit.ly/atg-tokped
- Google Books (E-book): https://bit.ly/gbook-atg
- Adab Store: https://bit.ly/adab-atg
