KABARIKA.ID, SEMARANG – PT Pupuk Indonesia (Persero) kembali menegaskan komitmennya dalam membina olahraga nasional dengan mendukung penyelenggaraan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Angkat Besi Youth & Junior Pupuk Indonesia 2026. Konsistensi dukungan selama lima tahun terakhir menjadi bagian dari upaya perusahaan mencetak generasi atlet angkat besi yang mampu bersaing di panggung internasional dan mengharumkan nama Indonesia.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kejuaraan yang diselenggarakan Pengurus Besar Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABSI) di Semarang pada 22–24 Juli 2026 itu menjadi ajang penting dalam proses regenerasi atlet nasional sekaligus wadah menjaring talenta-talenta muda berbakat dari berbagai daerah.
Senior Vice President (SVP) Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Pupuk Indonesia, Frans Adisuranta Ginting, mengatakan dukungan perusahaan terhadap Kejurnas Angkat Besi bukan sekadar bentuk sponsorship, melainkan komitmen jangka panjang dalam mendukung pembinaan atlet Indonesia.
Menurutnya, kolaborasi yang telah terjalin selama lima tahun bersama PB PABSI merupakan bagian dari kontribusi Pupuk Indonesia untuk memperkuat ekosistem olahraga nasional melalui pembinaan atlet usia muda secara berkelanjutan.
“Komitmen kami tidak berhenti pada penyelenggaraan kejuaraan. Pupuk Indonesia ingin ikut menjadi bagian dari proses lahirnya atlet-atlet berprestasi yang nantinya mampu membawa nama Indonesia di berbagai kompetisi internasional,” ujar Frans dalam keterangan tertulis, Senin (27/7/2026).
Ia menilai pembentukan atlet berprestasi membutuhkan proses panjang yang dimulai dari pencarian bibit potensial, pembinaan yang berkesinambungan, hingga kesempatan mengikuti berbagai kejuaraan sebagai sarana meningkatkan kualitas dan pengalaman bertanding.
Frans menyebut berbagai agenda internasional, termasuk Asian Games 2026 di Jepang dan Olimpiade Los Angeles 2028, menjadi target yang harus dipersiapkan sejak dini melalui pembinaan atlet muda.
“Prestasi tidak lahir secara instan. Diperlukan proses pembinaan yang berkesinambungan, mulai dari penjaringan atlet muda, pelatihan yang terarah, hingga pengalaman bertanding di level internasional. Semua itu membutuhkan dukungan bersama,” katanya.
Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa keterlibatan Pupuk Indonesia dalam Kejurnas Angkat Besi juga merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan olahraga.
Perusahaan berharap kejuaraan tersebut menjadi wadah melahirkan generasi emas angkat besi Indonesia yang mampu mengukir prestasi di tingkat dunia.
“Kami ingin kehadiran Pupuk Indonesia memberikan manfaat yang lebih luas, bukan hanya bagi olahraga angkat besi, tetapi juga bagi pembangunan sumber daya manusia Indonesia melalui pembinaan atlet-atlet muda yang berkualitas,” ujarnya.
Kejurnas Angkat Besi Youth & Junior Pupuk Indonesia 2026 diikuti 297 peserta yang berasal dari 23 provinsi. Mereka terdiri atas 105 lifter kategori Youth, 115 lifter kategori Junior, serta 77 ofisial yang mendampingi para atlet selama kompetisi berlangsung.
Pada kejuaraan tahun ini, PB PABSI mempertandingkan masing-masing 10 kelas pada kategori Youth dan Junior sesuai regulasi terbaru International Weightlifting Federation (IWF).
Sebagai upaya meningkatkan kualitas kompetisi, PB PABSI juga mulai menerapkan aturan Minimal Angkatan Pertama (MAP) di setiap kelas pertandingan. Ketentuan tersebut bertujuan memastikan setiap daerah mengirimkan atlet yang telah memenuhi standar performa sehingga persaingan berlangsung lebih kompetitif.
Sekretaris Jenderal PB PABSI, Djoko Pramono, mengatakan penerapan MAP menjadi bagian dari evaluasi pembinaan atlet di tingkat daerah sekaligus langkah untuk meningkatkan kualitas Kejurnas.
Menurutnya, ajang tersebut diharapkan mampu melahirkan lifter-lifter muda potensial yang dapat diproyeksikan memperkuat pemusatan latihan nasional (Pelatnas) pada masa mendatang.
“Kejurnas ini menjadi sarana melihat sejauh mana hasil pembinaan atlet muda di daerah. Kami berharap muncul bibit-bibit unggul yang nantinya dapat dipanggil memperkuat Pelatnas dan membawa Indonesia meraih prestasi di tingkat internasional,” kata Djoko.
Selain mempertandingkan berbagai kelas, PB PABSI juga memberikan penghargaan kepada lifter terbaik putra dan putri pada kategori Youth maupun Junior sebagai bentuk apresiasi atas prestasi mereka sekaligus motivasi untuk terus berkembang di level nasional maupun internasional. (*)
