KABARIKA.ID, MAROS – PT Pupuk Indonesia (Persero) mempercepat penyaluran pupuk bersubsidi bagi sektor perikanan di Sulawesi Selatan sebagai upaya mendukung peningkatan produktivitas budidaya ikan sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Melalui kegiatan Rembuk Petambak dan Tebus Bersama yang digelar di Kabupaten Maros, Barru, dan Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), perusahaan mendorong edukasi serta kemudahan akses pupuk bersubsidi agar dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para pembudidaya ikan.
Program Rembuk Petambak dan Tebus Bersama berlangsung pada 22–23 Juli 2026 dengan melibatkan pemerintah daerah, penyuluh perikanan, pelaku distribusi pupuk, hingga kelompok pembudidaya ikan.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pupuk Indonesia untuk memastikan pupuk bersubsidi tersalurkan secara tepat sasaran sekaligus meningkatkan pemahaman petambak mengenai mekanisme penyaluran yang berlaku.
Direktur Manajemen Aset PT Pupuk Indonesia (Persero), Tri Wahyudi Saleh, mengatakan pupuk bersubsidi untuk sektor perikanan merupakan bentuk dukungan pemerintah dalam meningkatkan produktivitas budidaya ikan. Karena itu, keberhasilan program membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, penyuluh perikanan, Pelaku Usaha Distribusi (PUD), Penerima Pupuk pada Titik Serah (PPTS), hingga kelompok pembudidaya ikan menjadi faktor penting agar penyaluran pupuk berjalan sesuai ketentuan.
“Pupuk bersubsidi untuk sektor perikanan merupakan bentuk dukungan pemerintah dalam meningkatkan produktivitas budidaya ikan. Karena itu, diperlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, penyuluh, PUD, PPTS dan kelompok pembudidaya ikan, agar penyaluran pupuk bersubsidi dapat berjalan sesuai prinsip,” ujar Tri kepada wartawan Selasa (28/7/2026).
Ia menambahkan, Pupuk Indonesia terus memastikan pupuk bersubsidi tersedia dan mudah diakses oleh petambak yang memenuhi persyaratan sehingga manfaat program pemerintah dapat dirasakan secara maksimal.
Tri menilai tahun 2026 menjadi momentum penting bagi pengembangan sektor perikanan setelah pemerintah mulai mengalokasikan pupuk bersubsidi khusus bagi pembudidaya ikan.
Program tersebut diperuntukkan bagi petambak yang tergabung dalam kelompok serta telah terdaftar pada sistem elektronik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Adapun komoditas yang berhak memperoleh pupuk bersubsidi meliputi budidaya bandeng, udang vaname, udang windu, nila, gurame, ikan mas, lele, hingga patin.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan sosialisasi mengenai tata cara penebusan pupuk bersubsidi, persyaratan penerima, hingga penggunaan aplikasi i-Pubers untuk melakukan transaksi di kios resmi.
Setelah sesi edukasi selesai, para petambak langsung mengikuti program Tebus Bersama sebagai bentuk implementasi penyaluran pupuk di lapangan.
Tri berharap seluruh pihak dapat terus menjaga kolaborasi agar distribusi pupuk bersubsidi memenuhi prinsip 7 tepat, yakni tepat jenis, tepat jumlah, tepat harga, tepat waktu, tepat tempat, tepat mutu, dan tepat sasaran.
Selama pelaksanaan kegiatan di Maros, Barru, dan Pangkep, sekitar 200 petambak mengikuti program Tebus Bersama. Total pupuk bersubsidi yang berhasil ditebus mencapai 94,2 ton, terdiri atas 49,5 ton Urea, 15,8 ton Petroganik, dan 28,8 ton SP-36.
Sementara itu, Wakil Bupati Barru Abustan A. Bintang menyampaikan apresiasi atas komitmen Pupuk Indonesia yang terus mendukung sektor perikanan melalui penyediaan pupuk bersubsidi sekaligus edukasi kepada para pembudidaya ikan.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan Pupuk Indonesia perlu terus diperkuat agar akses petambak terhadap pupuk bersubsidi semakin mudah.
“Kami berharap sinergi antara pemerintah daerah dan Pupuk Indonesia terus diperkuat sehingga akses petambak ikan terhadap pupuk bersubsidi semakin mudah. Dengan dukungan sarana produksi yang memadai, kami optimistis produktivitas budidaya perikanan akan terus meningkat dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Selain menggelar program edukasi, Pupuk Indonesia juga memastikan ketersediaan stok pupuk bersubsidi di Sulawesi Selatan tetap aman. Hingga 20 Juli 2026, realisasi penyaluran pupuk bersubsidi di provinsi tersebut telah mencapai 448.879 ton atau sekitar 47 persen dari total alokasi tahun 2026 sebanyak 960.329 ton.
Di sisi lain, stok pupuk yang tersedia di lini II dan lini III tercatat mencapai 78.098 ton, sehingga dinilai mencukupi untuk memenuhi kebutuhan penyaluran pupuk bersubsidi di berbagai wilayah Sulawesi Selatan.
Melalui program Rembuk Petambak dan Tebus Bersama, Pupuk Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sektor perikanan nasional melalui penyaluran pupuk bersubsidi yang tepat sasaran, peningkatan tata kelola distribusi, serta kolaborasi berkelanjutan dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan guna mendorong produktivitas budidaya ikan dan kesejahteraan para petambak. (*)
