KABARIKA.ID, JAKARTA -Komitmen dalam memperkokoh ketahanan pangan nasional kembali diperlihatkan melalui penyelenggaraan Tasyakuran dan Doa Bersama Swasembada Pangan Indonesia yang dirangkaikan dengan peluncuran buku Pangan dalam Aspek Pertahanan Negara. Kegiatan yang digelar PT Perkebunan Nusantara I (Persero) pada Sabtu (1/8/2026) di Gedung APPMBGI, Jakarta Timur tersebut menjadi wadah untuk memperkuat semangat kebangsaan, nilai spiritual, sekaligus pemikiran strategis mengenai pentingnya kemandirian pangan bagi Indonesia.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Acara tasyakuran merupakan bentuk ungkapan syukur atas berbagai upaya dan kemajuan pembangunan sektor pangan nasional. Momentum tersebut juga dimanfaatkan untuk memperteguh komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan cita-cita swasembada pangan sebagai fondasi ketahanan dan kedaulatan bangsa.
Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara I (Persero), Dr. Ir. Abdul Rivai Ras, M.M., M.S., M.Si., IPU., ASEAN Eng., dalam sambutannya menekankan bahwa ketahanan pangan tidak dapat dipandang semata sebagai isu pertanian. Menurutnya, kemampuan suatu negara memenuhi kebutuhan pangan rakyatnya sendiri merupakan bagian yang sangat menentukan kekuatan sistem pertahanan nasional.
Ia mengingatkan kembali keberhasilan Indonesia meraih pengakuan Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) pada tahun 1984 atas pencapaian swasembada beras. Prestasi tersebut dinilai bukan hanya catatan sejarah, tetapi juga bukti bahwa Indonesia memiliki kemampuan untuk membangun kemandirian pangan berdasarkan potensi yang dimiliki.
Di tengah meningkatnya tantangan global, mulai dari perubahan iklim, ketidakpastian ekonomi hingga dinamika geopolitik internasional, Rivai menilai ketergantungan terhadap impor pangan hanya akan memperbesar kerentanan bangsa. Sebaliknya, kemampuan memproduksi pangan secara mandiri akan memperkuat daya tahan Indonesia dalam menghadapi berbagai krisis yang mungkin terjadi.
Karena itu, penguatan sektor pertanian dan perkebunan harus terus menjadi prioritas bersama. Dalam konteks tersebut, PT Perkebunan Nusantara I berperan strategis melalui pengelolaan ratusan ribu hektare lahan perkebunan beserta berbagai komoditas unggulan seperti kelapa sawit, karet, teh, kopi, tebu, kakao, tembakau, dan komoditas lainnya. Perusahaan terus mendorong peningkatan produktivitas, hilirisasi, serta penciptaan nilai tambah guna memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Saat ini PTPN I mengelola total areal seluas sekitar 629,8 ribu hektare, yang terdiri atas 435,9 ribu hektare lahan tertanam dan 193,9 ribu hektare lahan belum tertanam. Portofolio usahanya mencakup berbagai komoditas perkebunan, didukung jaringan industri pengolahan yang meliputi puluhan pabrik karet, kopi, teh, tembakau, hingga kakao. Operasional perusahaan tersebar di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi hingga Maluku Utara, memperlihatkan perannya sebagai salah satu perusahaan perkebunan nasional terbesar.
Dalam kesempatan tersebut, Rivai menegaskan bahwa bangsa yang mampu memenuhi kebutuhan pangan rakyatnya sendiri adalah bangsa yang menjaga kehormatan dan kedaulatannya. Kesejahteraan petani, produktivitas perkebunan, berkembangnya industri pangan, serta terpenuhinya kebutuhan pangan masyarakat merupakan pilar penting dalam memperkokoh fondasi pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, PT Perkebunan Nusantara I secara resmi meluncurkan buku Pangan dalam Aspek Pertahanan Negara yang ditulis langsung oleh Abdul Rivai Ras. Buku tersebut diharapkan menjadi referensi strategis yang memperluas perspektif mengenai posisi pangan sebagai salah satu instrumen penting dalam menjaga ketahanan dan kedaulatan negara.
Acara diawali dengan penampilan musik pembuka, dilanjutkan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, sambutan Direktur Utama, serta penyerahan santunan kepada anak yatim sebagai wujud kepedulian sosial perusahaan.

Suasana berlangsung semakin khidmat melalui tausiyah yang disampaikan Ustadz Das’ad Latief. Dalam ceramahnya, ia mengajak seluruh peserta untuk senantiasa bersyukur atas berbagai capaian bangsa di sektor pangan sekaligus memperkuat ikhtiar bersama dalam membangun Indonesia yang semakin mandiri. Tausiyah kemudian ditutup dengan doa bersama bagi keberlanjutan pembangunan sektor pangan nasional.
Peluncuran buku menjadi puncak acara yang dilanjutkan dengan penyampaian apresiasi dan pandangan dari berbagai tokoh serta tamu undangan. Mereka menilai buku tersebut memberikan perspektif baru bahwa persoalan pangan tidak hanya berkaitan dengan aspek ekonomi, melainkan juga memiliki dimensi strategis dalam sistem pertahanan negara.
Melalui penyelenggaraan kegiatan ini, PT Perkebunan Nusantara I (Persero) kembali menegaskan bahwa keberhasilan mewujudkan swasembada pangan hanya dapat dicapai melalui kolaborasi seluruh elemen bangsa. Sinergi antara penguatan sektor pertanian dan perkebunan, pembangunan industri pangan, pengembangan ilmu pengetahuan, penguatan nilai-nilai spiritual, serta kerja sama lintas sektor menjadi modal utama dalam membangun Indonesia yang berdaulat, tangguh, dan mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan nasional.
