KABARIKA.ID, JAKARTA — Komitmen PT Pupuk Indonesia (Persero) memperkuat akses petani terhadap pupuk hingga tingkat desa mendapat apresiasi melalui Koperasi Awards 2026.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Penghargaan tersebut diberikan atas dukungan perusahaan terhadap peluncuran Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan penguatan sistem distribusi pupuk berbasis koperasi.
Penghargaan yang diberikan dalam ajang yang digelar Kementerian Koperasi RI tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Dewan Pengurus Yayasan Hatta, Halida Nuriah Hatta Kamis (20/8/2026) malam.
Apresiasi ini menjadi pengakuan terhadap langkah Pupuk Indonesia dalam membangun sinergi dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) untuk memastikan rantai pasok pupuk dapat menjangkau petani hingga wilayah desa.
Integrasi koperasi desa ke dalam ekosistem distribusi pupuk tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 6 Tahun 2025.
Kebijakan itu sekaligus menjadi bagian dari upaya Pupuk Indonesia mendukung agenda pemerintah, termasuk pelaksanaan Asta Cita Presiden Republik Indonesia di sektor pertanian dan penguatan ketahanan pangan.
Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, mengatakan kehadiran KDMP di tingkat desa akan melengkapi jaringan distribusi pupuk yang selama ini telah dibangun perusahaan.
Menurut dia, koperasi desa dapat menjadi titik yang semakin mendekatkan kebutuhan sarana produksi pertanian kepada petani.
“Kami memastikan petani bisa mendapatkan akses yang menyeluruh terhadap input pertanian melalui KDMP, mulai dari pupuk subsidi, nonsubsidi seperti ZA, ZK, Phosgreen, Phonska Plus, pupuk organik, hingga pestisida. Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih akan memperkuat sistem distribusi pupuk subsidi yang selama ini menjadi penopang produktivitas pertanian. Dengan kehadiran koperasi di setiap desa, mendekatkan petani kepada pupuk,” kata Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi.
Perpendek Jalur Distribusi
Kolaborasi Pupuk Indonesia dengan KDKMP juga diarahkan untuk memperpendek mata rantai distribusi pupuk hingga ke tingkat desa.
Melalui skema tersebut, perusahaan memastikan komoditas pupuk utama, termasuk NPK Phonska dan Urea, tersedia di titik serah koperasi.
Keberadaan titik distribusi yang lebih dekat dengan petani diharapkan membuat proses penebusan pupuk menjadi lebih praktis. Selain memudahkan akses, sistem tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan transparansi sekaligus mengurangi hambatan birokrasi dalam mendapatkan pupuk.
Penguatan distribusi melalui koperasi menjadi penting karena ketersediaan pupuk merupakan salah satu faktor yang mendukung produktivitas pertanian.
Dengan semakin dekatnya titik penyaluran, petani diharapkan tidak lagi membutuhkan waktu dan biaya yang besar untuk memperoleh sarana produksi pertanian.
Lima Kategori Penghargaan
Koperasi Awards 2026 digelar Kementerian Koperasi bersama Detikcom. Ajang tersebut memberikan apresiasi dalam lima kategori.
Kelima kategori tersebut yakni Bakti Koperasi Makarti Guna Swasembada, Bakti Koperasi Satya Bhakti Pamong Artha, Bakti Koperasi Sri Radhana Swasembada, Bakti Koperasi Nayaka Mahambara, serta Anugerah Amerta Bakti.
Bagi Pupuk Indonesia, penghargaan tersebut memperkuat komitmen perusahaan untuk terus mengembangkan sistem distribusi pupuk yang mampu menjawab kebutuhan petani sekaligus mendukung kebijakan pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Integrasi dengan koperasi desa diharapkan tidak hanya memperluas jangkauan distribusi, tetapi juga membuat akses terhadap pupuk menjadi semakin dekat, mudah, dan transparan bagi petani di berbagai daerah. (*)
