KABARIKA.ID, JAKARTA — Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI yang baru dilantik, Syahganda Nainggolan, mengungkapkan arahan khusus dari Presiden Prabowo Subianto. Ia menegaskan, komunikasi pemerintah ke depan harus dijadikan sebagai instrumen utama untuk memperkuat persatuan nasional.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Syahganda bersama Wakil Kepala Bakom RI, Fadli Tri Hartono, resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10).
Dalam keterangannya usai pelantikan, Syahganda menyampaikan bahwa tugas komunikasi pemerintah tidak sekadar menyosialisasikan program kerja, melainkan juga menjembatani pemikiran Presiden agar dapat dipahami masyarakat secara utuh.
“Arahan yang disampaikan Presiden kepada saya adalah bagaimana caranya agar komunikasi ini bisa menjadi alat persatuan nasional,” ujar Syahganda.
Ia menambahkan, meski selama ini sudah banyak membantu menyampaikan gagasan dan program pemerintah, terdapat tantangan yang lebih besar: menjelaskan latar belakang pemikiran di balik setiap kebijakan Presiden. Menurutnya, masyarakat kerap lebih mudah melihat hasil fisik sebuah program ketimbang memahami ide dasar di baliknya.
“Sebab, hal yang paling sulit ditangkap oleh rakyat adalah jalan pikiran Presiden,” ungkapnya.
Syahganda menekankan bahwa seluruh pemikiran Presiden Prabowo yang akan dikomunikasikan kepada publik berlandaskan pada konstitusi. Oleh karena itu, Bakom berkomitmen membangun pola komunikasi yang mampu menyampaikan arah pemikiran tersebut secara jernih kepada seluruh lapisan masyarakat.
“Pikiran-pikiran beliau adalah pikiran yang konstitusional, dan sangat penting bagi seluruh rakyat untuk mengetahuinya,” tegas Syahganda. (*)
