KABARIKA.ID, MAKASSAR — Wilayah tropis Samudra Pasifik mulai menghangat kembali. Para ilmuwan menyatakan bahwa tanda-tanda awal munculnya El Niño baru kini semakin jelas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pengamatan satelit menunjukkan adanya area air hangat yang tidak biasa dan terus meluas di kawasan tersebut.
Sebuah pola yang kerap menandai awal salah satu siklus iklim paling berpengaruh di Bumi.
Peningkatan suhu ini masih tergolong kecil, namun perubahan sekecil apa pun pada permukaan laut dapat mengisyaratkan pergeseran yang jauh lebih besar dalam pertukaran panas antara laut dan atmosfer.
Jika El Niño terus berkembang, fenomena ini dapat memengaruhi cuaca di seluruh dunia, mulai dari gelombang panas dan kekeringan hingga banjir serta perubahan jalur badai musim dingin.
Data pengamatan terbaru ini diperoleh dari satelit Copernicus Sentinel-3 milik Badan Antariksa Eropa (ESA), yang mendeteksi pola suhu permukaan laut yang biasanya mendahului peristiwa El Niño berskala penuh.
Apa yang Terjadi Selama El Niño?
El Niño merupakan salah satu fase dari sistem interaksi laut-atmosfer yang dikenal sebagai El Niño-Southern Oscillation (ENSO).
Fenomena ini terjadi ketika angin pasat, yang biasanya mendorong air permukaan yang hangat ke arah barat melintasi Pasifik, melemah.
Akibatnya, air hangat tersebut bergerak kembali ke arah timur, sehingga meningkatkan suhu permukaan laut di seluruh wilayah tropis Pasifik.
Peningkatan suhu ini mengubah pola angin dan sirkulasi atmosfer hingga jauh melampaui wilayah tropis.
“Kami menggunakan data anomali, yaitu selisih antara kondisi saat ini dan rata-rata jangka panjang, karena El Niño sering kali bermula dari perubahan halus dibandingkan kondisi normal. Perubahan-perubahan awal ini lebih mudah diamati jika dibandingkan dengan pola acuan,” ujar Craig Donlon, ilmuwan misi Sentinel-3 ESA.
Perubahan suhu tersebut mungkin tampak kecil, namun lautan menyimpan dan mempertukarkan panas dalam jumlah yang sangat besar.
Hal ini berarti peningkatan suhu yang kecil sekalipun dapat menjadi tanda adanya perubahan besar dalam perpindahan energi antara laut dan atmosfer.
Bagaimana El Niño Mengubah Cuaca?
Perubahan besar tersebut, saat terjadi, sangat mencolok dan sulit untuk dilewatkan. Peristiwa El Niño dapat memperparah gelombang panas, memperhebat kekeringan, memicu banjir, serta mengganggu jalur badai musim dingin.
Semua ini terjadi di tengah kondisi iklim yang sudah memanas akibat aktivitas manusia. Artinya, dampak khas El Niño kini berlangsung di dunia yang suhunya sudah lebih tinggi dibandingkan saat pola ini pertama kali didokumentasikan.
Kombinasi antara El Niño yang kuat dan suhu dasar yang sudah meningkat merupakan hal yang dicermati secara saksama oleh para ilmuwan iklim sejak peristiwa tahun 2023-2024 yang memecahkan rekor.
Pemanasan Pasifik Menjangkau Eropa
Rangkaian dampaknya tidak berhenti di wilayah tropis. Ketika perairan Pasifik yang hangat memperkuat naiknya massa udara dan curah hujan di wilayah samudra tersebut, atmosfer pun bereaksi.
Pergeseran sirkulasi ini dapat menghasilkan gelombang berskala besar yang merambat ke arah garis lintang yang lebih tinggi hingga ke stratosfer.
Dalam kondisi tertentu, gelombang tersebut dapat melemahkan pusaran kutub (polar vortex), yaitu massa udara dingin yang berputar di atas Arktik atau mengganggu pola sirkulasi musim dingin di Eropa.
Jika gangguan itu terjadi, dampaknya dapat merambat turun melalui atmosfer pada minggu-minggu berikutnya.
Proses tersebut dapat menggeser aliran jet (jet stream) dan meningkatkan kemungkinan terbentuknya pola cuaca yang bertahan lama di wilayah Atlantik Utara.
Hal ini tidak berarti bahwa El Niño menyebabkan musim dingin yang ekstrem di Eropa. Hubungan keduanya bersifat probabilistik, bukan deterministik.
Namun, El Niño dapat memengaruhi peluang terjadinya kondisi tersebut, terutama jika dikombinasikan dengan faktor-faktor lain.
Salah satunya adalah quasi-biennial oscillation (osilasi kuasi-bienial), yaitu siklus pola angin di lapisan atas stratosfer yang turut memengaruhi seberapa mudah pusaran kutub dapat terganggu.
Memantau El Niño dari Luar Angkasa
Para ilmuwan memantau perkembangan peristiwa ini dengan menggunakan kombinasi satelit, balon cuaca, dan model komputer. Tidak ada satu metode pengamatan tunggal yang dapat memberikan gambaran utuh.
Kekuatan pemantauan iklim modern terletak pada penggabungan berbagai sumber data tersebut. Data satelit memberikan cakupan dan kesinambungan yang tidak dapat ditandingi oleh jaringan pemantauan berbasis darat mana pun.
Model-model kemudian mengintegrasikan berbagai bukti untuk menghasilkan gambaran yang lebih lengkap mengenai arah perkembangannya.
Seiring memanasnya air laut, volumenya juga memuai, yang turut berkontribusi pada perubahan permukaan laut.
Data altimetri satelit dari Copernicus Sentinel-3 dan Copernicus Sentinel-6 diperkirakan akan memperlihatkan pengaruh El Niño terhadap anomali permukaan laut Pasifik secara lebih jelas dalam beberapa bulan mendatang.
Satelit Sentinel-3 ketiga, yaitu Sentinel-3C, dijadwalkan meluncur pada musim gugur ini, guna memastikan keberlanjutan pengamatan seiring berkembangnya fenomena tersebut.
Waktu peluncuran ini sangat tepat: saat El Niño menguat adalah momen ketika ketersediaan data yang berkelanjutan menjadi sangat krusial.
Temperatur suhu permukaan laut berdasarkan data satelit, dapat disaksikan dalam video ini.
Apa yang Terjadi Setelah El Niño?
El Niño tidak berlangsung selamanya. Kondisi terkadang beralih ke La Niña, yaitu fenomena kebalikannya yang lebih dingin setelahnya, meskipun tidak selalu demikian.
Waktu dan kekuatan peralihan semacam itu sangat bervariasi dari satu peristiwa ke peristiwa lainnya.
El Niño periode 2023-2024 tercatat sebagai salah satu yang terkuat sepanjang sejarah. Apakah fenomena yang sedang berkembang saat ini akan menyamai intensitas tersebut, masih terus dikaji oleh para ilmuwan.
Yang jelas, sinyalnya sudah terlihat. Wilayah Pasifik tropis sedang menghangat, dan indikator-indikator awal yang biasanya mendahului peristiwa El Niño sepenuhnya mulai tampak dalam data.
Sistem pemantauan iklim dunia terus memantau dengan saksama, dan setidaknya kali ini, mereka dapat mendeteksi kedatangannya sejak awal. (rus)
