KABARIKA.ID, GAZA — Meskipun siang malam digempur oleh pasukan Israel, namun kekuatan Hamas beserta sayap militernya yang terus berjuang untuk kebebasan Palestina, tidak bisa dipandang remeh.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Taktik jitu yang dijalankannya mengakibatkan lima tentara Israel tewas seketika di tempat kejadian, dan 14 lainnya luka-luka akibat bom pinggir jalan di Beit Hanoun, Jalur Gaza utara, pada Selasa malam (8/07/2025).
Berita tentang kejadian itu diumumkan oleh militer Israel pada Rabu pagi (9/07/2025).
Nama-nama tentara Israel yang tewas adalah:
1. Sersan Meir Shimon Amar (20 tahun) dari Yerusalem,
2. Sersan Moshe Nissim Frech (20 tahun) dari Yerusalem,
3. Sersan Noam Aharon Musgadian (20 tahun) dari Yerusalem,
4. Sersan Moshe Shmuel Noll (21 tahun) dari Beit Shemesh, dan
5. Sersan Satu (Purn.) Benyamin Asulin (28 tahun) dari Haifa.
Amar, Frech, Musgadian, dan Noll bertugas di Batalyon Netzah Yehuda Brigade Kfir. Sedangkan, Asulin bertugas di Brigade Utara Divisi Gaza.
Di antara 14 tentara yang terluka, dua di antaranya tercatat dalam kondisi serius.
Menurut penyelidikan Pasukan Pertahanan Israel (IDF), para prajurit infanteri tersebut terkena tiga bom yang diledakkan dari jarak jauh satu demi satu oleh pasukan Hamas, di pinggir jalan selama operasi darat di Beit Hanoun.
Mereka beroperasi dengan berjalan kaki dan tidak berada di dalam kendaraan.
Investigasi menemukan bahwa sebagian besar pasukan terluka oleh bom pertama dan kedua, yang meledak hanya dalam hitungan detik.
Bom pertama mengenai beberapa tentara, dan pasukan yang bergegas membantu mereka terkena bom kedua.
Saat bom ketiga diledakkan, sekelompok anggota Hamas melepaskan tembakan ke arah pasukan Israel.
IDF yakin bom-bom tersebut ditanam oleh kelompok Hamas dalam 24 jam sebelumnya.
IDF mengatakan area tempat serangan terjadi juga menjadi sasaran serangan udara sebelum operasi pasukan.
Setelah serangan itu, IDF mengirimkan pesawat nirawak, helikopter, dan jet tempur Angkatan Udara Israel ke area tersebut untuk mencegah potensi upaya Hamas menculik para tentara. Dalam waktu satu setengah jam, insiden tersebut dianggap selesai, kata IDF.

Tentara Netzah Yehuda beroperasi di bawah Brigade Utara Divisi Gaza sebagai bagian dari serangan baru bersama Brigade Pasukan Terjun Payung Cadangan ke-646 di Beit Hanoun, yang dimulai pada hari Sabtu lalu. Tujuannya untuk membersihkan area tersebut dari pasukan Hamas yang masih bersembunyi di sana.
IDF telah beroperasi di Beit Hanoun, yang terletak di tepi utara Gaza, tepat di seberang kota perbatasan Sderot, beberapa kali sejak awal perang, merebut kota tersebut tetapi mundur setelah beberapa minggu.
Para pejabat Israel mengatakan serangan terbaru Hamas di Gaza akan membuat IDF mempertahankan wilayah tersebut. Saat ini, militer menguasai sekitar 70% wilayah Jalur Gaza, menurut IDF.
Netzah Yehuda sebagian besar terdiri dari tentara ultra-Ortodoks dan dibentuk pada tahun 1999 untuk mengakomodasi gaya hidup religius kaum Haredim dan rekrutan nasional-religius lainnya di tubuh militer.
Menanggapi insiden mematikan tersebut saat berkunjung ke Washington, PM Benjamin Netanyahu mengaku berduka atas gugurnya lima tentara Israel.
“Pada pagi yang sulit ini, seluruh rakyat Israel menundukkan kepala dan berduka atas gugurnya para pejuang heroik kami, yang mengorbankan nyawa mereka dalam kampanye untuk mengalahkan Hamas dan membebaskan semua sandera kami. Kami merangkul keluarga yang kehilangan orang yang mereka cintai, dan berdoa untuk kesembuhan penuh bagi mereka yang terluka dalam insiden tersebut,” ucap Netanyahu.
Mayoritas tentara yang tewas dalam pertempuran di Gaza dalam beberapa bulan terakhir terkena alat peledak, banyak di antaranya ditanam di gedung-gedung atau di pinggir jalan.
Tujuh prajurit zeni tempur tewas di Khan Younis pada 24 Juni lalu, ketika seorang anggota Hamas melemparkan alat peledak ke dalam kendaraan lapis baja mereka.
Jumlah korban Israel dalam serangan darat terhadap Hamas di Gaza dan dalam operasi militer di sepanjang perbatasan dengan Jalur Gaza mencapai 449 orang.
Kementerian Kesehatan Gaza yang dikelola Hamas mengatakan lebih dari 57.000 orang di Jalur Gaza telah tewas.
Israel mengatakan telah menewaskan sekitar 20.000 kombatan dalam pertempuran hingga Januari dan 1.600 lainnya di dalam wilayah Israel selama serangan 7 Oktober.
Per hari ini, Kamis (10/07/2025) perang Israel-Hamas telah memasuki hari ke-643.
Mediator gencatan senjata di Gaza yang ditengahi oleh Mesir dan Qatar atas prakarsa Presiden AS Donald Trump, masih melakukan pembicaraan di Doha, Qatar. (rus)
