KABARIKA.ID, RAFAH — Tekanan internasional dan peringatan dari lembaga-lembaga bantuan internasional yang memperingatkan mengenai kelaparan kritis yang menyebar di daerah kantong di Gaza, berhasil mengubah sikap biadab Israel yang telah melakukan genosida selama 21 bulan, dengan mengizinkan bantuan kemanusiaan masuk ke Gaza.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut laporan Al Qahera News TV yang berafiliasi dengan pemerintah Mesir, pada Minggu (27/07/2025) truk-truk bantuan mulai bergerak menuju Gaza dari Mesir setelah berbulan-bulan dilarang masuk oleh Israel.

Sementara itu, Israel mengatakan bahwa mereka memulai pengedropan bantuan melalui udara ke Gaza, pada Sabtu (26/07/2025).

Ia juga mengatakan bahwa pihaknya telah mengambil beberapa langkah lain untuk meredakan krisis kemanusiaan di Gaza.

Militer Israel (IDF) mengatakan akan membentuk koridor kemanusiaan untuk pergerakan aman konvoi truk bantuan kemanusiaan PBB untuk warga Gaz.

IDF juga mengatakan bahwa jeda kemanusiaan akan dilaksanakan di daerah-daerah padat penduduk.

Penduduk Gaza yang kekurangan makanan selama berbulan-bulan membawa paket bahan makanan dari koridor Rafah, di kamp Al-Mawasi di Rafah, Jalur Gaza selatan, Minggu (27/07/2025). (Foto: arabnews)

PBB Bantah Tuduhan Israel

Iring-iringan puluhan truk yang membawa berton-ton bantuan kemanusiaan bergerak menuju penyeberangan Karam Abu Salem (Kerem Shalom) di Gaza selatan, perbatasan Rafah antara Mesir dan Gaza.

Organisasi-organisasi bantuan internasional mengatakan ada kelaparan massal di antara 2,2 juta orang Gaza, dengan makanan habis setelah Israel memotong semua pasokan ke wilayah itu pada bulan Maret 2025, sebelum melanjutkannya pada bulan Mei dengan pembatasan baru.

Israel mencoba membela diri atas tindakan melarang bantuan kemanusiaan masuk Gaza, dengan menuduh PBB gagal mendistribusikan bantuan yang telah disiapkan.

PBB menampik tuduhan palsu Israel itu dengan mengatakan, pihaknya beroperasi seefektif mungkin di bawah pembatasan ketat Israel.

Pengumuman Israel tentang pengedropan bantuan melalui udara datang setelah pembicaraan gencatan senjata tidak langsung di Doha antara Israel dan kelompok militan Palestina Hamas, terputus tanpa kesepakatan yang jelas.

IDF mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pengedropan bantuan dari udara akan dilakukan dengan berkoordinasi dengan organisasi bantuan internasional.

Bantuan yang akan didrop tersebut mencakup tujuh palet bantuan yang berisi tepung, gula, dan makanan kaleng.

Namun ada peringatan dari kelompok-kelompok internasional bahwa pengedropan palet dari udara dapat membahayakan nyawa warga sipil.

Sumber-sumber Palestina mengkonfirmasi bahwa bantuan telah mulai diturunkan di Gaza utara.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Israel mengatakan, militer akan menerapkan jeda kemanusiaan di pusat-pusat sipil dan di koridor kemanusiaan, mulai Minggu pagi (27/07/2025) meskipun tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Israel Cegat Kapal Bantuan

Militer Israel menekankan bahwa terlepas dari langkah-langkah kemanusiaan, operasi tempur belum berhenti di Jalur Gaza. Israel mengumumkan jeda 10 jam di tiga daerah.

Secara terpisah, aktivis internasional di sebuah kapal bantuan yang berlayar dari Italia dalam perjalanan menuju ke Gaza mengatakan dalam sebuah posting di X bahwa kapal telah dicegat.

Kementerian Luar Negeri Israel mengatakan pada X bahwa pasukan angkatan laut menghentikan kapal sebelum memasuki zona maritim pantai Gaza. Kapal tersebut digiring ke pantai Israel dan semua penumpang aman.

PBB mengatakan pada hari Kamis (24/07/2025) bahwa jeda kemanusiaan di Gaza akan memungkinkan peningkatan bantuan kemanusiaan, namun Israel belum memberikan alternatif rute yang cukup untuk konvoi yang menghalangi akses bantuan.

Puluhan warga Gaza telah meninggal karena kekurangan gizi dalam beberapa minggu terakhir.

Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, sebanyak 133 orang telah meninggal karena kekurangan gizi akut, termasuk 87 anak-anak sejak awal terjadinya perang.

Pada hari Rabu (23/07/2025), lebih dari 100 lembaga bantuan memperingatkan bahwa kelaparan massal menyebar di seluruh daerah kantong Gaza.

Menanggapi hal itu, IDF mengatakan pada Sabtu (26/07/2025) bahwa mereka telah menyambungkan saluran listrik ke pabrik desalinasi, yang diperkirakan akan memasok kebutuhan air setiap hari untuk sekitar 900.000 warga Gaza.

Pejabat Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan bahwa Jalur Gaza membutuhkan 600 truk bantuan kemanusiaan setiap hari. (rus)