KABARIKA.ID, KOTA GAZA — Pasukan keamanan Israel (IDF) terus menggencarkan serangannya ke Kota Gaza sebagai bagian dari realisasi rencana Israel mengambil alih seluruh Kota Gaza.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pada hari Jumat (29/08/2025) IDF mengatakan akan menangguhkan jeda tengah hari untuk memungkinkan pengiriman bantuan kemanusiaan ke Kota Gaza, sekaligus mendeklarasikan Kota Gaza sebagai zona pertempuran berbahaya.
Kota Gaza merupakan salah satu tempat Israel menghentikan pertempuran bulan lalu agar pasokan makanan dan bantuan dapat masuk, dari pukul 10:00 hingga 20:00 waktu setempat.
Jeda taktis ini berlaku untuk Kota Gaza, Deir Al-Balah, dan Muwasi, tiga tempat di mana ratusan ribu pengungsi Palestina berlindung.
IDF menyatakan bahwa apa yang disebut jeda taktis harian sementara di Gaza, yang diumumkan bulan lalu untuk tujuan kemanusiaan, tidak akan lagi berlaku di Kota Gaza mulai pagi ini.
“Sesuai dengan penilaian situasi dan instruksi eselon politik, mulai hari ini, Jumat (29/08/2025) pukul 10:00 (07:00 GMT) atau pukul 14:00 WIB, gencatan senjata taktis-lokal untuk aktivitas militer tidak akan berlaku di wilayah Kota Gaza, yang merupakan zona pertempuran berbahaya,” demikian bunyi pernyataan militer Israel dalam sebuah unggahan di akun X.

Perubahan sikap IDF ini terjadi saat Israel bersiap untuk memperluas serangannya dan memobilisasi puluhan ribu pasukan darat untuk merebut Kota Gaza.
Sebuah sumber dari media Israel menyebutkan bahwa IDF mempercepat pengambilalihan Kota Gaza sebelum beberapa negara barat mengakui negara Palestina, pada sidang umum PBB akhir September mendatang.
Saat menyatakan Kota Gaza sebagai zona pertempuran berbahaya, militer Israel tidak menyebutkan apakah mereka telah memberi tahu penduduk atau kelompok bantuan tentang rencana untuk melanjutkan pertempuran di siang hari.
Israel sebelumnya menyatakan bahwa Kota Gaza adalah basis Hamas, dengan jaringan terowongan yang masih digunakan oleh militan setelah beberapa serangan skala besar sebelumnya.
Kota Gaza juga merupakan rumah bagi beberapa infrastruktur penting dan fasilitas kesehatan di wilayah tersebut.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Kamis (28/08/2025) mengatakan bahwa Jalur Gaza yang terkepung dapat kehilangan setengah dari kapasitas tempat tidur rumah sakitnya, jika Israel menginvasi sesuai rencana.
Setiap Saat Warga Gaza Tewas
Sejak fajar menyinsing hari Jumat (29/08/2025) setidaknya 41 warga Palestina, termasuk anak-anak dan pencari bantuan, telah tewas akibat serangan Israel di Gaza, termasuk di wilayah al-Mawasi yang disebut sebagai zona kemanusiaan yang ditetapkan oleh Israel di bagian selatan Gaza, menurut sumber dari rumah sakit di wilayah itu.
Di antara para pencari bantuan yang tewas, setidaknya tiga orang tewas akibat tembakan Israel di dekat Koridor Netzarim di Gaza tengah.
Pasukan IDF telah semakin maju ke Kota Gaza, menghancurkan seluruh permukiman dan meninggalkan keluarga-keluarga Palestina tanpa tempat berlindung yang aman, seiring upaya mereka untuk merebut pusat kota terbesar di Jalur Gaza.
Menurut perhitungan Badan Pertahanan Sipil Palestina, pasukan Israel telah menghancurkan lebih dari 1.000 bangunan di permukiman Zeitoun dan Sabra di Kota Gaza, sejak IDF memulai serangan berkelanjutannya terhadap kota tersebut pada 6 Agustus. (rus)
