KABARIKA.ID, KUALA LUMPUR — Aksi genosida Israel di Gaza yang kemudian menyebabkan kelaparan akut, kian menjadi sorotan dunia internasional.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Liga Muslim Dunia (MWL) dan Perdana Menteri (PM) Malaysia menyelenggarakan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) para pemimpin agama, pada Kamis (28/08/2025) di Kuala Lumpur, Malaysia, untuk mendesak mereka bangkit dan bertindak demi perdamaian dalam menghadapi genosida di Gaza.
KTT internasional ke-2 pemimpin agama tersebut, dan mempertemukan otoritas global yang mewakili semua agama besar di dunia, diikuti 1.500 peserta dan 150 delegasi asing dari 54 negara di dunia.
Acara ini didahului oleh forum perdana bagi para ulama fikih Islam yang diselenggarakan di ibu kota Malaysia, Kuala Lumpur, oleh Dewan Fikih Islam MWL.
KTT yang mengangkat tema, “Peran Pemimpin Agama dalam Menyelesaikan Konflik”, dibuka oleh PM Malaysia Anwar Ibrahim dan Sekretaris Jenderal MWL, Dr. Mohammed bin Abdulkarim Al-Issa.
Dalam forum tersebut, para pembicara yang mewakili komunitas Muslim, Kristen, Hindu, dan Buddha membahas peran para pemimpin agama dalam melawan kekerasan dan konflik, diplomasi agama, dan sesi khusus tentang serangan genosida Israel di Gaza.
“Pertemuan puncak ini hadir untuk menempatkan para pemimpin agama di hadapan tanggung jawab historis mereka, terkait nilai-nilai keyakinan mereka masing-masing, nilai-nilai yang telah dideklarasikan dan harus diterapkan secara aktif untuk berkontribusi dalam membangun perdamaian dan harmoni global,” ujar Al-Issa dalam pidato pembukaannya.
Apa yang terjadi pada hari ini di Jalur Gaza, yakni genosida dan kelaparan, lanjut Al-Issa, sangat memilukan dan disaksikan oleh seluruh komunitas internasional, merupakan preseden berbahaya dalam prinsip-prinsip hak asasi manusia.
“Sejak dikeluarkannya Piagam Universal PBB, dunia kita belum pernah menyaksikan hal seperti yang terjadi di Gaza saat ini. Sayangnya, hal ini menimbulkan keraguan atas kredibilitas komitmen internasional,” tandas Al-Issa.
Menurut data Kementerian Kesehatan Palestina, serangan Israel ke Gaza telah menewaskan setidaknya 62.895 warga Palestina sejak Oktober 2023.
Jumlah korban tewas sebenarnya dikhawatirkan jauh lebih tinggi, karena banyak orang meninggal akibat cedera dan kurangnya akses ke layanan kesehatan dan makanan.
Hal ini disebabkan oleh penghancuran sebagian besar infrastruktur Gaza oleh militer Israel, pemblokiran bantuan makanan dan medis, dan strategi kelaparan yang disengaja yang telah mendorong Gaza menuju kelaparan.
Al-Issa mengajak para peserta KTT untuk tidak hanya berfokus pada khutbah abstrak, tetapi juga untuk aktif dalam membentuk perdamaian, dan membimbing para pengikut mereka menuju komitmen bersama terhadap martabat manusia.
Sementara itu, PM Anwar juga mengimbau para perwakilan agama-agama dunia untuk mengambil alih tugas dan bertindak nyata.
“Setiap hari Anda melihat bayi-bayi dibunuh, rumah-rumah dan orang-orang dibom … Apa yang sebenarnya terjadi di dunia ini?” ungkap Anwar.
“Di mana suara hati nurani yang mewakili iman dan nilai-nilai moral kita … Kita harus bangkit dan para pemimpin agama harus lebih tegas dalam pandangan mereka,” ujar PM Anwar. (rus)
