KABARIKA.ID, YERUSALEM — Rencana penaklukan Kota Gaza oleh rezim PM Benjamin Netanyahu masih terus menjadi pembicaraan hangat di kalangan pemerintahannya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sesi tertutup Komite Urusan Luar Negeri dan Pertahanan Knesset (Perlemen Israel), Rabu (3/09/2025) perwakilan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan kepada para anggota Knesset bahwa tidak pasti penaklukan Kota Gaza akan membuat Hamas mundur.
Menurut laporan penyiaran publik Israel, Kan, perwakilan militer tersebut memberikan komentar tersebut menanggapi pertanyaan anggota Knesset dari Partai Likud, Amit Halevi.
“Bagaimana pendudukan Kota Gaza bisa membuat Hamas mundur?” tanya anggota Knesset, Halevi.
“Saya tidak mengatakan Hamas akan mundur, itu sama sekali tidak pasti. Kota itu memiliki makna simbolis dan sejarah bagi mereka. Mereka akan berusaha mempertahakannya,” ujar perwakilan IDF yang tidak disebutkan identitasnya.
Perwakilan IDF itu juga melaporkan kepada panel Knesset bahwa menurut perkiraan IDF, sekitar 800.000 orang masih berada di Kota Gaza hingga hari itu.
Akhir Agustus lalu, Israel telah mendeklarasikan Kota Gaza sebagai zona pertempuran, sementara militer terus melanjutkan rencana untuk merebutnya dalam kampanye untuk memaksa Hamas menyherah.
Sebagian kota tersebut sudah dianggap sebagai zona merah, di mana warga Palestina telah diperintahkan untuk mengungsi menjelang pertempuran sengit yang diperkirakan akan segera terjadi.

Menghadapi Konsekuensi Militer dan Diplomatik
Televisi nasional Israel melaporkan, pada Rabu (3/09/2025) bahwa Kepala Staf IDF Letjen Eyal Zamir akan memperingatkan pemerintahan PM Netanyahu, bahwa tidak akan ada pilihan selain memberlakukan aturan militer atas Jalur Gaza jika rencana penaklukan Kota Gaza tetap berlanjut.
Zamir sejak awal menentang rencana PM Netanyahu untuk menaklukkan Kota Gaza dan telah mendesak pemerintah untuk menerima kesepakatan yang telah disetujui Hamas pekan lalu, guna mencapai gencatan senjata yang akan membebaskan para sandera.
Laporan televisi tersebut menambahkan, Zamir bersiap melaksanakan perintah untuk merebut Kota Gaza, namun memperingatkan pemerintahan PM Netanyahu untuk bersiap menghadapi konsekuensi militer dan diplomatik.
Rencana penaklukan Kota Gaza menghadapi tantangan internal di tubuh tentara Israel. Sebanyak 60 ribu pasukan cadangan yang dipanggil, lebih dari separuhnya menolak untuk terlibat dalam mengambilalihan Kota Gaza. (rus)
