KABARIKA.ID, DUBAI — Seorang komandan militer Iran memperingatkan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada hari Kamis (2/07/2026), agar tidak melancarkan serangan apa pun terhadap Iran saat negara itu bersiap untuk pemakaman kenegaraan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan udara pada hari pertama perang, 28 Februari 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami memperingatkan musuh-musuh Iran, khususnya AS dan rezim Zionis (Israel), untuk menghindari kesalahan perhitungan apa pun dan mempertimbangkan pembalasan keras yang akan dilakukan angkatan bersenjata kami terhadap setiap ancaman dan agresi yang ditujukan kepada negara kami,” ujar Ali Abdollahi, komandan Markas Besar Pusat Khatam Al-Anbiya, dalam pernyataan yang disiarkan media pemerintah Iran.

Perdana Menteri (PM) Pakistan Shehbaz Sharif akan menghadiri pemakaman kenegaraan mantan pemimpin tertinggi tersebut, demikian disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Pakistan, pada hari Kamis (2/07/2026).

Anggota parlemen senior Tiongkok, He Wei, juga akan menghadiri pemakaman tersebut, menurut pengumuman Kemlu Tiongkok pada hari Kamis.

Ia menjabat sebagai wakil ketua badan legislatif tertinggi Tiongkok, yaitu Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional.

Sementara itu, India pada hari Kamis (2/07/2026) menyatakan bahwa wakil Menlu dan seorang gubernur negara bagian akan mewakili negara tersebut dalam upacara pemakaman kenegaraan Khamenei.

Gubernur Bihar, Syed Ata Hasnain, dan wakil Menlu Pabitra Margherita akan mengunjungi Iran pada Jumat (3/07/2026), menurut pernyataan Kemlu India.

“Representasi tingkat tinggi dalam upacara ini menegaskan pentingnya ikatan peradaban, termasuk hubungan antarwarga, antara kedua negara, yang menjadi landasan kuat bagi kerja sama politik dan ekonomi,” ungkap pernyataan Kemlu India tersebut.

Prosesi pemakaman Khamenei akan dimulai pada 4 Juli di Teheran dan berakhir pada 9 Juli dengan pemakaman jenazah di kampung halamannya, Mashhad.

Rangkaian upacara tambahan juga dijadwalkan berlangsung di Qom dan Irak di antara tanggal-tanggal tersebut.

Pada hari Rabu (1/07/2026) Menlu Iran Abbas Araghchi menyampaikan peringatan serupa bahwa Teheran akan memberikan tanggapan segera dan tegas terhadap ancaman apa pun yang ditujukan kepada rakyat atau pimpinannya, menyusul pernyataan Menteri Pertahanan Israel Israel Katz yang menyebut bahwa Pemimpin Tertinggi Iran saat ini, Mojtaba Khamenei, “menjadi target kematian.”

Media Iran melaporkan adanya peningkatan langkah-langkah keamanan selama masa pemakaman.

Sementara kepala Organisasi Penerbangan Sipil Iran pada hari Rabu, menyatakan bahwa pembatasan wilayah udara sementara akan diberlakukan di beberapa kota, termasuk Teheran dan Mashhad. (rus)