KABARIKA.ID, JAKARTA — Kaki memar biru tanpa sebab (lebam) umumnya terjadi karena pembuluh darah kecil pecah akibat benturan ringan yang tidak disadari, penuaan (kulit menipis), kekurangan vitamin K/C, atau efek samping obat pengencer darah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Meski seringkali tidak berbahaya, memar mendadak bisa menjadi indikasi masalah kesehatan lebih serius seperti gangguan pembekuan darah, penyakit hati/ginjal, atau leukemia.
Berikut adalah beberapa kemungkinan penyebab memar di kaki tanpa sebab yang jelas:
Benturan Ringan yang Tidak Disadari
Penyebab paling umum adalah trauma ringan, seperti terbentur meja atau benda keras yang tidak terasa sakit pada saat kejadian.
Efek Samping Obat-obatan
Penggunaan obat pengencer darah (seperti aspirin, warfarin, clopidogrel) atau kortikosteroid dapat membuat pembuluh darah lebih rentan pecah.
Penuaan dan Kulit Tipis
Seiring bertambahnya usia, pembuluh darah menjadi lebih rapuh dan kulit menipis, sehingga lebih mudah memar.
Kekurangan Nutrisi
Kekurangan vitamin K dan vitamin C dapat mengganggu proses pembekuan darah.
Gangguan Darah
Kondisi seperti trombositopenia (kadar trombosit rendah), hemofilia, atau anemia aplastik.
Penyakit Kronis
Gangguan pada fungsi hati (hepatitis) atau ginjal dapat mengurangi kemampuan tubuh dalam membekukan darah.
Kondisi Medis Lain
Diabetes, infeksi, atau penyakit autoimun (ITP).
Segera konsultasikan ke dokter jika memar:
Muncul sangat sering dan berukuran besar.
Tidak hilang dalam dua minggu.
Disertai rasa nyeri hebat, bengkak, atau demam.
Muncul tanpa riwayat benturan sama sekali.
Cara Penanganan Awal:
Kompres Dingin: Gunakan es yang dibalut kain pada area memar selama 15-20 menit pada 24-48 jam pertama untuk mengurangi pendarahan di bawah kulit.
Istirahatkan Kaki: Hindari aktivitas berat pada kaki yang memar.
Tinggikan Kaki: Posisikan kaki lebih tinggi dari jantung saat berbaring untuk mengurangi pembengkakan. (*)
