KABARIKA.ID, MAKASSAR — Mata adalah jendela menuju kesehatan kita yang lebih dalam. Sebagai satu-satunya perpanjangan luar dari sistem saraf pusat, organ sensorik ini dapat mencerminkan tidak hanya keadaan otak dan pembuluh darah kita, tetapi juga tulang kita.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Studi populasi di Singapura dan Inggris kini telah mengungkapkan bahwa risiko osteoporosis seseorang mungkin terkait dengan seberapa cepat mata mereka menua.
Osteoporosis adalah hilangnya kepadatan mineral tulang secara ‘diam-diam’ yang memengaruhi hampir 20 persen populasi dunia.
Hal ini umum terjadi terutama pada wanita pascamenopause serta Lansia, dan menyebabkan tulang melemah yang dapat meningkatkan risiko patah tulang dengan cara yang berpotensi mematikan.
Hingga saat ini belum ada obatnya, dan diagnosis melalui pemindaian kepadatan tulang terkadang terlambat dilakukan sehingga tindakan pencegahan tidak dapat diambil, seperti meningkatkan olahraga atau mengubah pola makan.
Seringkali, pemindaian ini tidak disarankan sampai seseorang yang berusia di atas usia tertentu mengalami patah tulang.
Mengambil foto retina adalah cara yang lebih sederhana untuk memantau kerangka seseorang seiring bertambahnya usia.
Mata adalah salah satu dari sedikit tempat di tubuh di mana saraf, pembuluh darah, penanda inflamasi, dan petunjuk metabolisme dapat diamati tanpa menggunakan teknik invasif.
Hubungan Retina yang Menua dan Kepadatan Mineral Tulang
Dengan mengingat hal itu, sebuah studi populasi terhadap hampir 2.000 orang dewasa di Singapura telah mengungkapkan hubungan penting: semakin tua retina terlihat, menurut beberapa penanda, semakin rendah kemungkinan kepadatan mineral tulang orang tersebut.
Mengacu pada studi UK Biobank yang melibatkan hampir 44.000 peserta, tim peneliti yang sama menemukan pola serupa, sekali lagi.
Semakin tua tampilan retina, semakin tinggi risiko terkena osteoporosis seiring waktu, bahkan setelah memperhitungkan faktor risiko utama.
“Temuan ini menunjukkan bahwa penuaan biologis retina mungkin mencerminkan proses penuaan yang lebih luas terkait dengan kesehatan kerangka,” simpul para penulis studi.
Penelitian yang diinisiasi oleh Singapore Eye Research Institute itu menegaskan bahwa pencitraan retina dapat memberikan cara yang sederhana, non-invasif, dan mudah diakses untuk mendukung skrining oportunistik terhadap risiko osteoporosis.
Dalam beberapa tahun terakhir, lapisan terdalam mata, yang dikenal sebagai retina, telah muncul sebagai prediktor potensial yang kuat terhadap kesehatan yang mendasarinya.
Beberapa studi menunjukkan bahwa tanda-tanda di dalam mata Anda bahkan dapat mengungkapkan siapa yang paling berisiko mengalami penurunan kognitif atau penuaan lebih cepat.
Gagasan-gagasan ini masih bersifat eksperimental, tetapi bukti semakin banyak yang menunjukkan bahwa retina menyimpan petunjuk tentang kondisi tersembunyi kita.
Menurut mereka, tantangan yang jauh lebih besar saat ini adalah menemukan cara untuk membaca tanda-tanda ini guna mengungkap wawasan tentang kesehatan berbagai organ, seperti jantung atau otak.
Kecerdasan buatan (AI) membantu kita memilah berbagai detail dengan menyaring kumpulan data yang sangat besar.
Para peneliti yang dipimpin oleh dokter mata Qingsheng Peng di Singapore National Eye Center, melatih model pembelajaran mendalam untuk memprediksi seberapa cepat retina menua, menggunakan hampir 130.000 gambar retina dari lebih dari 40.000 peserta dalam sebuah studi kesehatan di Korea Selatan.
Bantuan AI dalam Diagnosis
Model AI ini, yang disebut RetiAGE, kemudian diterapkan pada populasi di Singapura dan Inggris untuk memprediksi probabilitas diagnosis osteoporosis atau fraktur dalam 10 tahun ke depan.
Model ini tidak komprehensif dan hanya didasarkan pada beberapa penanda penuaan mata, tetapi menunjukkan bahwa mata terkait erat dengan kesehatan tulang.
Untuk setiap peningkatan satu standar deviasi pada RetiAGE, tim peneliti mengamati peningkatan risiko osteoporosis sebesar 12 persen pada dataset Inggris.
Hal ini berlaku bahkan setelah memperhitungkan usia, jenis kelamin, BMI, aktivitas fisik, status merokok, dan kesehatan kardiovaskular.
Meskipun wanita lebih mungkin didiagnosis menderita osteoporosis, hubungan antara kesehatan tulang dan kesehatan mata pada dataset Inggris tampaknya lebih kuat di kalangan pria.
Setiap peningkatan satu standar deviasi pada RetiAGE dikaitkan dengan peningkatan risiko osteoporosis sebesar 25 persen di antara subkelompok ini.
Tulang dan mata adalah bagian tubuh yang sangat berbeda, tetapi keduanya mendapat manfaat dari pilihan gaya hidup yang serupa, seperti aktivitas fisik, diet, dan paparan sinar matahari.
Ini berarti bahwa jika mata menua dengan baik karena faktor-faktor ini, kemungkinan besar tulang juga menua dengan baik.
Hasil penelitian ini telah dipublikasikan dalam jurnal di PLOS Digital Health, dan dapat diakses di sini.
Kaitan Kondisi Mata dan Hipertensi
Mungkin juga ada faktor genetik yang sama dan berperan. Misalnya, gen yang mengatur sel imun di mata juga bertanggung jawab untuk memproduksi sel tulang yang penting.
Selain itu, ada risiko yang sama. Masalah peradangan atau sistem vaskular dapat memengaruhi tulang dan juga mata.
Pemeriksaan oleh dokter mata, misalnya, dapat membantu mengidentifikasi kasus tekanan darah tinggi.
Menariknya, hipertensi dan osteoporosis terkait erat, dengan fitur mendasar yang sama. Beberapa penelitian bahkan menunjukkan bahwa tekanan darah tinggi dapat menyebabkan penurunan pergantian tulang.
Tidak ada entitas dalam tubuh yang hidup dalam ruang hampa. Jika mata memberi tahu kita sesuatu, pesan itu juga dapat diterapkan pada berbagai aspek kesehatan manusia lainnya. (rus)
