KABARIKA.ID, MAKASSAR — Sandal Crocs merupakan pilihan alas kaki yang cukup kontroversial. Sebagian orang tidak menyukai tampilan maupun sensasi saat memakainya, sementara yang lain menganggapnya nyaman, ringan, dan trendi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Terlepas dari perdebatan mengenai tampilannya, Anda mungkin bertanya-tanya apakah Crocs baik untuk kesehatan kaki?

Jawaban atas pertanyaan tersebut bergantung pada beberapa faktor, termasuk kondisi kesehatan kaki Anda dan aktivitas yang akan Anda lakukan saat mengenakannya.

Apakah Memakai Crocs Bisa Merusak Kaki?

Memakai Crocs secara rutin dapat menimbulkan beberapa dampak negatif karena kurangnya dukungan pada lengkungan kaki.

Seperti dilansir laman healthline.com, salah satu masalah utama terkait Crocs adalah kurangnya dukungan pada lengkungan kaki (arch support), menurut Sidney Weiser DPM, seorang ahli penyakit kaki (podiatrist) yang berpraktik di Florida dan Illinois serta menjabat sebagai presiden Quality Podiatry Group.

Weiser mengatakan bahwa kurangnya dukungan lengkungan kaki ini dapat memberikan tekanan berlebih pada plantar fascia, yaitu jaringan ikat tebal yang membentang dari tumit hingga bagian depan kaki.

Plantar fascia berfungsi sebagai peredam benturan dan penyangga lengkungan kaki.

Sidney Weiser DPM, seorang podiatris yang berpraktik di Florida dan Illinois, AS. (Foto: Ist.)

Jika sering mengenakan sepatu yang tidak menopang lengkungan kaki dengan baik, lama-kelamaan Anda berisiko mengalami plantar fasciitis.

Ini adalah kondisi yang menyebabkan rasa nyeri pada bagian bawah tumit dan terkadang pada area tengah telapak kaki. Kondisi ini dapat membuat aktivitas berjalan, berdiri, atau menaiki tangga menjadi sangat sulit.

Weiser menyarankan untuk menghindari penggunaan Crocs sama sekali bagi mereka yang memiliki kondisi kaki datar (flat feet).

Menurut Institute of Preventative Foot Health, memiliki kaki datar dapat berkontribusi terhadap plantar fasciitis dan masalah kesehatan lainnya, terutama jika Anda tidak mengenakan sepatu yang menopang lengkungan kaki.

Kondisi-kondisi tersebut meliputi:
– tendinitis achilles,
bunion (benjolan pada sendi jempol kaki),
– jari kaki palu (hammer toes),
tendinitis tendon tibialis posterior,
shin splints (nyeri tulang kering).

Tidak Menopang Tumit

“Crocs tidak memiliki bagian belakang yang tertutup sehingga tidak menopang atau menstabilkan tumit,” tambah Weiser.

Akibatnya, Anda bisa mengalami nyeri tumit dan tendinitis pada tumit.

Kurangnya dukungan pada tumit dapat menyulitkan Anda menjaga stabilitas saat berjalan, sehingga risiko tersandung atau terjatuh menjadi lebih besar.

Bahkan, beberapa bukti dari tahun 2021 menunjukkan bahwa Crocs tidak membantu menjaga keseimbangan lebih baik dibandingkan sandal jepit biasa.

Menyebabkan Keringat Berlebih dan Iritasi

Selain itu, Crocs terbuat dari plastik. Meskipun memiliki lubang drainase yang membuatnya terasa memiliki sirkulasi udara, bahan plastiknya tetap dapat membuat kaki Anda berkeringat.

Dalam beberapa kasus, gesekan antara kulit dan plastik juga dapat menyebabkan iritasi serta rasa tidak nyaman.

Weiser mengatakan bahwa memakai sandal Crocs dalam waktu lama dapat menyebabkan:
– lecet akibat gesekan,
– keringat berlebih, dan
– bau kaki.

Untuk menghindari masalah-masalah tersebut, sebaiknya kenakan Crocs hanya dalam durasi singkat.

Jika Anda berencana banyak berjalan kaki, pertimbangkan untuk beralih ke sepatu berbahan non-plastik dengan sirkulasi udara yang baik dan dukungan lengkungan kaki yang lebih memadai.

Kapan Sebaiknya Memakai Crocs?

Meski demikian, Crocs tidak sepenuhnya buruk. Salah satu kelebihannya adalah ukurannya yang cukup longgar, sehingga mungkin terasa lebih nyaman dipakai jika kaki Anda cenderung bengkak.

Crocs juga relatif mudah dipakai karena desainnya yang lebar yang memungkinkan Anda untuk langsung memasukkan kaki begitu saja.

Jika Anda kesulitan membungkuk atau mengikat tali sepatu, Crocs bisa menjadi pilihan yang tepat, terutama jika Anda tidak akan banyak berjalan dan tidak memerlukan penyangga lengkungan kaki (arch support).

Secara umum, tidak masalah memakai Crocs sesekali selama tidak menimbulkan rasa nyeri.

Alas kaki ini bisa cocok untuk aktivitas yang tidak melibatkan banyak kegiatan berjalan berat, seperti:
– berkebun,
– melakukan pekerjaan rumah tangga,
– bekerja di kantor, atau
– pergi menonton bioskop.

Aktivitas Berdampak Tinggi

Anda sebaiknya menyimpan simpan Crocs saat melakukan aktivitas berdampak tinggi (high-impact), seperti berlari.

Crocs juga bukan pilihan alas kaki yang tepat untuk kegiatan:
– berjalan jauh,
– mendaki (hiking), dan
– angkat beban.

Saat berolahraga, selalu disarankan untuk mengenakan sepatu yang dirancang khusus untuk aktivitas tersebut.

Lansia dan Anak-anak Tidak Disarankan Pakai Crocs

“Saya umumnya menyarankan orang lanjut usia (Lansia) untuk menghindari memakai Crocs, kecuali jika kaki dan pergelangan kaki mereka mengalami pembengkakan parah,” ujar Weiser.

Hal ini dikarenakan Crocs dapat menyebabkan seseorang terjatuh. Seperti telah disebutkan, Crocs tidak terlalu efektif dalam membantu menjaga keseimbangan, terutama karena alas kaki ini tidak memberikan dukungan pada bagian tumit.

Menurut National Institute on Aging (NIA), jatuh bisa sangat berbahaya bagi Lansia, yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami patah tulang dan cedera jangka panjang akibat terjatuh.

NIA menyarankan pemilihan alas kaki yang memiliki dukungan tumit untuk membantu mencegah risiko jatuh bagi Lansia.

Weiser juga menyarankan agar anak-anak menghindari penggunaan Crocs, terutama jika anak tersebut sangat aktif secara fisik.

“Anak-anak sebaiknya mengenakan sepatu yang lebih protektif karena mereka rentan mengalami cedera jika memakai Crocs saat berlarian. Crocs tidak memiliki fitur yang diperlukan untuk mengontrol posisi tumit, menopang lengkungan kaki, dan menjaga stabilitas tubuh,” jelas Weiser. (rus)