KABARIKA.ID, JAKARTA – Begadang atau tidur hingga larut malam kerap dianggap sebagai kebiasaan biasa, terutama bagi orang yang memiliki aktivitas padat. Namun, jika dilakukan terlalu sering, kebiasaan tersebut dapat mengganggu kualitas tidur dan berdampak pada kesehatan tubuh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tidur merupakan bagian penting dari proses pemulihan tubuh. Saat tidur, tubuh melakukan berbagai proses, mulai dari pemulihan energi, pengaturan hormon hingga mendukung fungsi otak dan sistem kekebalan tubuh.

Karena itu, kebiasaan tidur terlalu larut dan tidak mendapatkan waktu tidur yang cukup sebaiknya tidak dianggap sepele.

Berikut sejumlah bahaya yang dapat muncul akibat sering begadang:

1. Konsentrasi dan daya ingat menurun

Kurang tidur dapat membuat seseorang sulit berkonsentrasi, mudah lupa dan lebih lambat dalam memproses informasi.

Kondisi ini tentu dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, termasuk pekerjaan, belajar maupun saat berkendara.

2. Tubuh lebih mudah lelah

Begadang membuat tubuh kehilangan waktu istirahat yang dibutuhkan untuk memulihkan energi. Akibatnya, seseorang bisa merasa lemas, mengantuk dan kurang bersemangat pada siang hari.

Jika berlangsung terus-menerus, rasa lelah tersebut dapat memengaruhi produktivitas.

3. Dapat mengganggu suasana hati

Kurang tidur juga berkaitan dengan perubahan suasana hati. Orang yang sering tidur terlalu sedikit dapat menjadi lebih mudah marah, sensitif dan sulit mengendalikan emosi.

Dalam jangka panjang, pola tidur yang buruk juga dapat berkaitan dengan meningkatnya risiko mengalami masalah kesehatan mental.

4. Berat badan lebih sulit dikontrol

Kurang tidur dapat memengaruhi hormon yang mengatur rasa lapar dan kenyang. Kondisi tersebut dapat membuat seseorang lebih mudah merasa lapar dan meningkatkan keinginan untuk mengonsumsi makanan tinggi kalori.

Jika disertai pola makan yang tidak sehat dan kurang aktivitas fisik, kebiasaan begadang dapat berkontribusi terhadap kenaikan berat badan.

5. Daya tahan tubuh dapat terganggu

Tidur yang cukup membantu sistem kekebalan tubuh bekerja secara optimal. Sebaliknya, kurang tidur secara terus-menerus dapat membuat tubuh lebih sulit menghadapi berbagai gangguan kesehatan.

Seseorang yang memiliki pola tidur buruk juga dapat merasa lebih mudah tidak fit.

6. Meningkatkan risiko masalah kesehatan

Kebiasaan kurang tidur dalam jangka panjang tidak hanya berdampak pada rasa kantuk. Pola tidur yang buruk juga dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan, termasuk gangguan metabolisme serta peningkatan risiko penyakit kardiovaskular.

Karena itu, menjaga pola tidur menjadi bagian penting dari gaya hidup sehat.

7. Risiko kecelakaan meningkat

Rasa kantuk akibat begadang dapat menurunkan kewaspadaan dan memperlambat waktu reaksi. Hal ini menjadi sangat berbahaya ketika seseorang mengemudikan kendaraan atau melakukan pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi tinggi.

Cara mengurangi kebiasaan begadang

Mengubah kebiasaan tidur memang tidak selalu mudah. Namun, beberapa langkah sederhana dapat dilakukan, seperti menetapkan jadwal tidur dan bangun yang konsisten, mengurangi penggunaan gawai menjelang tidur, membatasi konsumsi kafein pada sore atau malam hari serta menciptakan suasana kamar yang nyaman.

Orang dewasa pada umumnya membutuhkan sekitar 7–9 jam tidur setiap malam. Kebutuhan tidur dapat berbeda berdasarkan usia dan kondisi masing-masing.

Jika seseorang terus mengalami kesulitan tidur, sering terbangun pada malam hari atau tetap merasa sangat mengantuk meski sudah tidur cukup, sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

Dengan menjaga waktu dan kualitas tidur, tubuh memiliki kesempatan lebih baik untuk memulihkan diri sehingga aktivitas sehari-hari dapat dijalani dengan lebih optimal. (*)