Aminullah
Citizen reporter
Melaporkan dari Desa Ara, Kabupaten Bulukumba

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

KABARIKA.ID, TAKALAR– Tim Pengabdian Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin memperkenalkan metode isolasi dan ekstraksi DNA sederhana melalui Program Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Hasanuddin Program Kemitraan Masyarakat (PPMU-PK-M) tahun 2026 dengan judul ‘Pengenalan Bioteknologi Melalui Pelatihan Isolasi dan Ekstraksi DNA pada Guru dan Siswa SMA Negeri 16 Bulukumba Sulawesi Selatan.

Siswa kelas XII mengikuti kegiatan ini dengan penuh semangat didampingi oleh Bapak Haeruddin, S.Pd., selaku Kepala Sekolah SMA Negeri 16 Bulukumba beserta guru-guru sekolah. Kegiatan dilaksanakan di ruang kelas pada Senin, 24 Agustus 2026.

Pengenalan bioteknologi merupakan materi yang penting bagi siswa yang sejalan dengan kurikulumnya. Jika selama ini siswa telah menerima teori-teori dasar biologi molekuler, maka tim pengabdian Fakultas Farmasi Unhas akan memberikan wawasan baru dalam bentuk pelatihan (praktikum) sehingga siswa dapat memahami dengan baik konsep biologi molekuler.

Prof. Dr. apt. Herlina Rante, S.Si., M.Si., selaku Wakil Dekan Bidang Perencanaan, Sumber Daya, dan Alumni Fakultas Farmasi yang juga sebagai Ketua Tim Pengabdian Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin dalam sambutannya memperkenalkan tim pengabdian dari Fakultas Farmasi, dan menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada pihak SMA Negeri 16 Bulukumba atas kerja samanya dalam kegiatan pengabdian ini.

“Kegiatan pengabdian hari ini merupakan bagian dari Tridarma Perguruan Tinggi dalam rangka Dies Natalis Unhas ke-70.”

“Apresiasi yang sebesar-besarnya kepada pihak SMA Negeri 16 Bulukumba yang telah bekerja sama dengan tim pengabdian Fakultas Farmasi Unhas. Pada kesempatan ini, tim pengabdian akan berbagi pengetahuan tentang isolasi dan ekstraksi DNA secara sederhana.”

“Pengetahuan ini sangat penting untuk diketahui oleh siswa sejak dini sebagai langkah awal dalam memahami biologi molekuler dan aplikasinya. Kami berharap, adik-adikku siswa SMA Negeri 16 Bulukumba nantinya akan menjadi bagian di kampus Universitas Hasanuddin” ujarnya.

Haeruddin, S.Pd, selaku Kepala Sekolah SMA Negeri 16 Bulukumba menyampaikan apresiasinya kepada tim pengabdian Fakultas Farmasi Unhas yang telah memilih sekolahnya sebagai lokasi pengabdian. Menurutnya, kegiatan seperti ini akan berdampak positif dalam memberikan motivasi belajar kepada siswa kelas XII yang nantinya akan melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi.

“Selamat datang kepada tim pengabdian Fakultas Farmasi Unhas di SMA Negeri 16 Bulukumba. Terima kasih telah memilih sekolah kami sebagai tempat pengabdian. Buat anak-anakku siswa kelas XII agar menjadikan kesempatan ini sebagai momen untuk mengukur diri, ada banyak kekurangan. Namun berkat kemauan yang kuat, maka anak-anakku juga bisa seperti dosen-dosen Farmasi Unhas ini, orang-orang dari kampung juga yang berani meninggalkan kampung untuk meraih cita-citanya. Semoga anak-anakku tergugah,menjadikan teladan dan motivasi untuk meraih kesuksesan di masa depan” ujar.

Kegiatan pengabdian ini melibatkan tim dosen dan mahasiswa Fakultas Farmasi Unhas. Tim dosen terdiri dari Prof. Dr. apt. Hj. Sartini, M.Si.; apt. Dra. Hj. Ermina Pakki, M.Si.; Dr. apt. H. Syaharuddin Kasim, M.Si. (Kepala Laboratorium Kimia Farmasi), Dr. apt. Hj. Risfah Yulianty, S.Si., M.Si. (Ketua Departemen Farmasi Sains dan Teknologi); apt. Bustanul Arifin, S.Farm., M.Sc., MPH., Ph.D., apt. Andi Affandy, S.Si., M.Sc. dan apt. Aminullah, S.Si., M.Pharm.Sc.

Adapun tim mahasiswa meliputi Andika Mansur (S1), apt. Sugiyatri Sultan, S.Farm. (S2); apt. Indah Astuti Pratiwi, S.Farm., M.Si. (S3).

*Siswa Praktik Isolasi dan Ekstraksi DNA dari Kelopak Bunga*

Pelaksanaan praktik isolasi dan ekstraksi DNA pada Guru dan Siswa SMA Negeri 16 Bulukumba diawali dengan penjelasan materi yang dibawakan Prof. Dr. apt. Muhammad Aswad, S.Si., M.Si. dengan judul pengenalan DNA.

Menurut Prof. Aswad bahwa DNA merupakan molekul kompleks yang mengandung informasi penting untuk membentuk/membangun dan memelihara suatu organisme. Lebih lanjut menjelaskan tentang respon tubuh terhadap kerusakan DNA melalui perbaikan otomatis (DNA repair); kematian sel terprogram (apoptosis); dan penuaan sel (senescence). Mempelajari DNA ini sangat penting sebagai konsep dasar memahami biologi molekuler dan aplikasinya.

Selanjutnya, Prof. Dr. apt. Herlina Rante, S.Si., M.Si., selaku Ketua Tim Pengabdian memperkenalkan konsep sederhana yang dilakukan untuk mengekstraksi DNA dari bunga dengan memanfaatkan peralatan dan bahan yang sangat sederhana dengan metode kitchen preparation. Dilanjutkan dengan praktik ekstraksi DNA, dimana para siswa dibagi dalam empat kelompok.

Secara garis besar, tahapan yang dilakukan dalam isolasi dan ekstraksi DNA menggunakan kelopak bunga yaitu (1) kelopak bunga digerus, lalu diberikan larutan buffer (campuran air, deterjen cair dan garam) untuk melisiskan membrane inti untuk mengeluarkan isi inti sel yang berisi DNA; (2) Dilakukan penyaringan, filtrat cairannya ditambahkan alkohol dingin secara perlahan; (3) mengamati DNA yang terbentuk dalam bentuk gumpalan serat putih.

Siswa mengikuti kegiatan dengan sangat antusias karena berhasil mengisolasi DNA dari kelopak bunga menggunakan metode sederhana dengan alat dan bahan yang mudah diperoleh.

Tim pengabdian juga memastikan tingkat pemahaman siswa yang baik terkait materi yang diberikan melalui uji pre dan post test. (*)