KABARIKA.ID, ATLANTA — Kekalahan Mesir menimbulkan kemarahan para pemain, pelatih, dan tokoh-tokoh terkemuka yang mempertanyakan kepemimpinan wasit FIFA di Piala Dunia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pertandingan Mesir lawan Argentina di stadion Mercedes-Benz atau Atlanta Stadium, dipimpin oleh wasit Francois Letexier dari Prancis.

Kemenangan 3-2 Argentina atas Mesir di babak 16 besar Piala Dunia memicu kontroversi, baik di dalam maupun di luar lapangan, setelah para pemain, staf pelatih, dan pendukung Mesir mempertanyakan beberapa keputusan krusial dalam pertandingan tersebut.

Tim Mesir sempat unggul 2-0 dan tampak akan melaju ke perempat final sebelum akhirnya kebobolan tiga gol di menit-menit akhir.

Namun, hasil pertandingan itu segera tertutup oleh kemarahan terkait kepemimpinan wasit, termasuk dianulirnya gol Mesir setelah peninjauan ulang, penolakan terhadap klaim penalti di akhir laga, serta protes dari kubu Mesir sebelum Argentina mencetak gol kemenangan di masa tambahan waktu.

Kemarahan itu juga terlihat di pinggir lapangan, di mana anggota staf pelatih Mesir memprotes keputusan wasit, sementara para pemain tampak berdebat dengan perangkat pertandingan.

Di dunia maya, banyak pihak berpendapat bahwa keputusan-keputusan tersebut telah merampas peluang adil bagi Mesir untuk melaju ke babak berikutnya.

Laga ini menjadi salah satu pertandingan yang paling banyak diperdebatkan di fase gugur.

Pelatih Mesir, Hossam Hassan, mengkritik kepemimpinan wasit usai pertandingan. Ia mengatakan bahwa Mesir tampil lebih baik dan menyebut kejadian tersebut sebagai keputusan yang tidak adil.

Hassan mempertanyakan alasan dianulirnya gol Mesir, seraya mengatakan bahwa timnya bisa saja unggul 3-1 sebelum kedudukan berubah menjadi 2-2, serta mengisyaratkan adanya dukungan “aspek pemasaran” agar juara Piala Dunia edisi sebelumnya itu tetap bertahan dalam turnamen.

“Kami melakukan apa yang harus kami lakukan, dan saya sangat berterima kasih kepada para pemain saya,” ujar Hassan.

Pemain Mesir, Mustafa Ziko, tak kuasa menahan tangis saat wawancara pascapertandingan.

Tim Mesir mengecam keputusan wasit Francois Letexier setelah pertandingan Mesir-Argentina dengan skor akhir 2-3, yang menghentikan langkah tim berjuluk “Pharaohs” itu di Piala Dunia 2026. (Foto: MEE)

Ia menuding wasit bertindak tidak adil dan mengatakan bahwa keputusan-keputusan tersebut telah menyia-nyiakan upaya seluruh bangsa. Ia juga menyebut turnamen tersebut bias.

Ziko menjadi korban keputusan wasit ketika golnya yang merupakan penyelesaian akhir dari kerja sama tim yang apik, dibatalkan oleh VAR akibat pelanggaran yang meragukan dalam proses serangan tersebut.

Tanggapan Tokoh Terkemuka

Garry Kasparov @Kasparov63, mantan juara dunia catur sekaligus komentator politik, turut mengkritik keputusan-keputusan tersebut melalui unggahannya di akun X.

“Gol luar biasa Mesir dianulir karena pelanggaran yang terjadi jauh dari lokasi kejadian, lalu situasi serupa terjadi beberapa menit kemudian, namun gol Argentina tidak dianulir! Tidak ada VAR, tidak ada tindakan apa pun? FIFA lagi-lagi tampak seperti lelucon korup dan memihak para bintang”.

Mantan penyerang tajam Inggris sekaligus pengamat sepak bola, Alan Shearer @alanshearer, juga mengkritik konsistensi keputusan wasit melalui tulisannya di paltform X.

“Apakah itu pelanggaran atau bukan pelanggaran sama sekali. Namun, mereka bilang kepada kami bahwa mereka tidak akan meninjau ulang keputusan wasit.”

Dale Johnson @DaleJohnsonBBC, koresponden isu sepak bola BBC Sport, menyatakan di akun X bahwa dianulirnya gol Mesir bertentangan sama sekali dengan cara turnamen ini dipimpin oleh wasit.

“Tidak bisa dibenarkan jika wasit bersikap longgar, tidak memberikan pelanggaran untuk kontak fisik minim, namun kemudian menganulir gol melalui VAR hanya karena tarikan kaos yang sangat ringan,” tulis Johnson.

Analis sepak bola, Geronimo Morgans @GeronimoMorgans menulis di akun X bahwa VAR tidak meninjau dua pelanggaran jelas terhadap pemain Mesir di dalam kotak penalti Argentina sebelum gol Enzo Fernandez tercipta.

Sementara sebuah pelanggaran justru menyebabkan gol kedua Mesir dianulir. “Mengapa perlakuannya harus begitu berat sebelah? Pertandingan itu sangat tidak adil dan Mesir telah dicurangi,” tulis Morgans.

Mohamed ElBaradei @ElBaradei, peraih Nobel asal Mesir sekaligus mantan kepala Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA), menulis dalam bahasa Arab di di akun X, bahwa FIFA telah kehilangan banyak kredibilitas dan kepercayaan karena alasan yang diketahui semua orang.

Craig Murray @CraigMurrayOrg, mantan duta besar Inggris dan komentator politik, juga melontarkan kritik terhadap wasit FIFA di akun X bahwa pemihakan wasit terhadap Argentina sangat nyata.

“Bukan saya yang mencetuskannya, tapi anggapan bahwa FIFA = Fixing It For Argentina (Mengatur Segalanya demi Argentina), memang terlihat sangat nyata,” tulis Murray.

Argentina kini akan mengalihkan fokus ke babak perempat final, sementara Mesir meninggalkan turnamen setelah kiprah mengesankan, di mana mereka tak terkalahkan hingga babak 16 besar, yang berakhir dengan kekecewaan.

Para pemain, pelatih, dan pendukung merasa tim mereka tidak mendapatkan kesempatan yang adil untuk melaju lebih jauh. (rus)