Oleh: ๐๐ฎ๐ ๐๐๐ฌ๐ฆ๐๐ง
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
JANUARI 2026 telah mendarat, beriringan ๐ญ๐ข๐ฏ๐ฅ๐ช๐ฏ๐จ-nya musim peng๐ต๐๐ท๐ฎ๐ป.
Kini, setiap relung hati ditantang menatap sebuah ujian nyata: โMalas ke ๐ ๐ฎ๐๐ท๐ถ๐ฑ Kala ๐๐๐ท๐ฎ๐ป.โ Di titik inilah, kualitas ๐ถ๐บ๐ฎ๐ป benar-benar dipertaruhkan.
Sebab ๐ถ๐บ๐ฎ๐ป bukanlah baja antikarat. Ia kerap menyerupai es krim vanila: tampak manis di mangkuk amal, memesona di etalase kesalehan. Namun begitu tersentuh rintik ๐ต๐๐ท๐ฎ๐ป, ia lekas lumerโbecek, kehilangan rupaโsekaligus menelanjangi rapuhnya hati saat ujian datang menyapa.
Hingga saat ini, ketika hujan masih memamerkan tarian di atas genteng, sebuah alat ukur batin pun bekerja: Siapa teguh menjemput ridha menuju rumah-Nya, dan siapa membiarkan ๐ถ๐บ๐ฎ๐ปnya menguap begitu sajaโmemilih absen dari undangan Ilahi, di ๐บ๐ฎ๐๐ท๐ถ๐ฑ.
Shalat berjamaah di ๐บ๐ฎ๐๐ท๐ถ๐ฑ bukan sekadar rutinitas belaka. Ia perisai jiwa, sekaligus tanda keberanian lelaki Muslim menembus badai ๐ต๐๐ท๐ฎ๐ป.
Ajaibnya, gerimis receh kerap menjelma dinding penghalang, menyulap sebagian pria perkasa terserang penyakit kronis bernama ๐ฎ๐ข๐ญ๐ข๐ด๐ฏ๐ช๐ด๐ข๐ด๐ช.
Lucunya, badan sanggup melangkah ke Warkop Daeng Nassaโ, organ tubuh pun kuat diajak ๐๐ข๐ฅ๐ฅ๐ฐ๐ฎ๐ช๐ฏ๐ฐ. Namun, langkah ke ๐บ๐ฎ๐๐ท๐ถ๐ฑ mendadak ๐ญ๐ฐ๐บ๐ฐ๐ฏ๐ช๐ด๐ข๐ด๐ช, seolah tenaga ditarik paksa.
Ketika langit menggelap, tembang klasik pun terdengar: โ๐ต๐ช๐ฌ-๐ต๐ช๐ฌ-๐ต๐ช๐ฌ ๐ต๐๐ท๐ฎ๐ป ๐ต๐ถ๐ณ๐ถ๐ฏ ๐ฅ๐ช ๐ข๐ต๐ข๐ด ๐จ๐ฆ๐ฏ๐ต๐ช๐ฏ๐จ.โ
Seketika itu pula kaki terasa lumpuh, lutut pun terbelenggu. Jarak sepelemparan batu mendadak terasa membentangโbak perjalanan antargalaksi. Padahal ๐ต๐๐ท๐ฎ๐ป belum seberapa mempertontonkan tariannya, namun ๐๐ถ๐ต๐ต๐ถ ๐๐ฆ๐ญ๐ญ๐ฆ๐ฏ๐จ telah lebih dulu datang melumpuhkan ๐ถ๐บ๐ฎ๐ป.
Di balik kelembutan air langit, tersimpan ujianโhalus, senyap, menghantam tepat di jantung kejujuran batin.
Anehnya, bila sosok itu kebetulan berada di ๐บ๐ฎ๐๐ท๐ถ๐ฑ, usai salam ia mendadak menjelma pelari nasional profesional. ๐๐ถ๐ด๐ด! ๐๐๐ท๐ฎ๐ป diterjang tanpa gentar basah. Air langit terasa menakutkan kala menuntun langkah menuju masjid-Nya, namun mendadak menjelma tenaga ekstra saat raga bergegas pulang menuju kediaman. ๐๐ช๐ด๐ฆ๐ญ๐ฆ’ ๐ฐ๐ต๐ข’ ๐ญ๐ฐ๐ฑ๐ฑ๐ฐ ๐ฆ.
Syukur, di negeri ini ๐ต๐๐ท๐ฎ๐ป turun air biasa ๐ซ๐ช.
Bayangkan bila rahmat berganti murkaโmenjadi ๐ต๐๐ท๐ฎ๐ป es sebesar jeruk ๐๐ฐ๐ญ๐ฆ๐ฅ๐ฐ๐ฏ๐จ Pangkep. Seperti melanda Australia, Brasil, atau Italia: kaca pecah, genteng roboh, nyawa melayang di tepi ajal.
Bagaimana jika negeri ini diguyur ๐ต๐๐ท๐ฎ๐ป batu sebesar ๐๐ข๐ญ๐ช๐ข๐ฏ๐จ, sebagaimana azab kaum Luth ASโbangunan hancur, bumi ditimbun murka langit (QS. Asy-Syuโara: 173). Belum lagi jika Janabijana ini diguyur ๐ต๐๐ท๐ฎ๐ป darah pernah menimpa kaum Musa AS, (QS. Al-Aโraf: 133). ๐๐ฆ๐ฆโฆ ๐๐ข๐ฑ๐ฑ๐ข๐ต๐ต๐ข ๐๐ข๐ต๐ฆ ๐๐ข๐ฃ๐ฃ๐ข๐ฎ๐ฑ๐ข๐ฏ๐จ๐ฆ๐ฏ๐จ!
๐๐ญ๐ฉ๐ข๐ฎ๐ฅ๐ถ๐ญ๐ช๐ญ๐ญ๐ข๐ฉ, Zamrud Khatulistiwa ini aman dari segala badai ๐ต๐๐ท๐ฎ๐ป menakutkan itu.
Namun, di situlah persoalan bermula: saat hujan tiada berhenti menyemprotkan presipitasinya. Kaki terpaku, dada bimbang saat azan berkumandang di Menara ๐บ๐ฎ๐๐ท๐ถ๐ฑ.
Inilah alarm paling jujur perihal rapuhnya ๐ถ๐บ๐ฎ๐ป; keengganan ke ๐บ๐ฎ๐๐ท๐ถ๐ฑ bukanlah perkara cuaca, melainkan isyarat hati tengah terbebani daki duniawi.
Jika ๐ต๐๐ท๐ฎ๐ปโpembawa berkahโsaja mampu melunturkan ๐ถ๐บ๐ฎ๐ป hingga malas ke ๐บ๐ฎ๐๐ท๐ถ๐ฑ, baga๐ถ๐บ๐ฎ๐ปa berharap tegar menghadapi badai ujian lebih besar?
Allah menandai malas beribadah sebagai ciri kemunafikan; gerimis pun menjelma cermin, menampakkan ringkihnya ๐ถ๐บ๐ฎ๐ป pada janji dan ancaman-Nya.
Shalat berjamaah bukan sekadar kalkulasi angka pahala, melainkan martabat ukhuwah.
Sejarah mencatat, sahabat Nabi berlomba meminta izin pindah lebih jauh dari ๐บ๐ฎ๐๐ท๐ถ๐ฑ demi memanen pahala di setiap langkah.
Ada pula sosok pucat pasi karena rumah terlampau dekatโmerasa rugi jejak kaki tercatat sedikit oleh malaikat. Konon, demi tak kehilangan denyut gumpalan amal, sebelum masuk ๐บ๐ฎ๐๐ท๐ถ๐ฑ ia terpaksa berjalan di tempat lebih dulu.
๐๐ข๐ด๐บ๐ข ๐๐ญ๐ญ๐ข๐ฉ, ๐๐ฆ๐ฅ๐ฅ๐ช ๐ต๐ฐ ๐๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ข๐ฑ๐ข’!
Lalu muncul tanya jenaka: Baga๐ถ๐บ๐ฎ๐ปa jika ke ๐บ๐ฎ๐๐ท๐ถ๐ฑ naik motor? Apakah berpahala?
Tentu, banyak pundi-pundi amal bro!
Setiap jengkal aspal menjadi saksi; setiap putaran roda tercatat denyut amal di langit. Semakin sering berputar, semakin tebal catatan amal sang malaikat. Maka, bagi pemilik motor berban besar, pergilah ke bengkelโganti dengan ban sepatu roda. Agar putarannya liar, pahalanya ๐ฎ๐ข๐ญ๐ฐ๐ฑ๐ฑ๐ฐ!
โ๐๐ญ๐ข ๐ฌ๐ถ๐ญ๐ญ๐ช ๐ฉ๐ข๐ญ,
Shalat fardhu lelaki ber๐ถ๐บ๐ฎ๐ป berada di ๐บ๐ฎ๐๐ท๐ถ๐ฑ: tegap menjemput ridha-Nya, bukan tumbang diterjang ๐ต๐๐ท๐ฎ๐ป.
๐๐๐ท๐ฎ๐ป hanyalah medium; langkah kaki menuju ๐บ๐ฎ๐๐ท๐ถ๐ฑ menjadi timbangannya. Selebihnya, langit tinggal membukukanโsiapa hamba sejati, siapa hamba ๐๐ข๐ซ๐ขโ ๐๐ต๐ช.
๐๐๐ฅ๐๐ฌ๐, ๐ ๐๐๐ง๐ฎ๐๐ซ๐ข ๐๐๐๐. (๐๐)
