<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>brebes Arsip - KABARIKA</title>
	<atom:link href="https://kabarika.id/topik/brebes/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kabarika.id/topik/brebes/</link>
	<description>Berkabar untuk Kebaikan</description>
	<lastBuildDate>Tue, 21 Jul 2026 17:26:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.1</generator>

<image>
	<url>https://kabarika.id/wp-content/uploads/2022/06/cropped-favi-1-90x90.png</url>
	<title>brebes Arsip - KABARIKA</title>
	<link>https://kabarika.id/topik/brebes/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Bangun Peternakan Sapi Perah Terbesar di Brebes, Mentan Amran: Selama Peternak Bisa Produksi Susu, Kami Tidak Akan Impor</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2026/07/22/bangun-peternakan-sapi-perah-terbesar-di-brebes-mentan-amran-selama-peternak-bisa-produksi-susu-kami-tidak-akan-impor/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Jul 2026 17:26:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[#Peternak]]></category>
		<category><![CDATA[brebes]]></category>
		<category><![CDATA[impor]]></category>
		<category><![CDATA[Mentan Amran]]></category>
		<category><![CDATA[Peternakan Sapi Perah]]></category>
		<category><![CDATA[Produksi Susu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=55468</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, BREBES&#8211; Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah berkomitmen mempercepat swasembada susu melalui peningkatan produksi dalam negeri. Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah akan memprioritaskan penyerapan produksi peternak lokal dan menekan ketergantungan terhadap impor. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pembangunan peternakan sapi perah terpadu PT Global Dairi Bersama (GDB) di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/07/22/bangun-peternakan-sapi-perah-terbesar-di-brebes-mentan-amran-selama-peternak-bisa-produksi-susu-kami-tidak-akan-impor/">Bangun Peternakan Sapi Perah Terbesar di Brebes, Mentan Amran: Selama Peternak Bisa Produksi Susu, Kami Tidak Akan Impor</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, BREBES&#8211;</strong> Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah berkomitmen mempercepat swasembada susu melalui peningkatan produksi dalam negeri.</p>
<p>Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah akan memprioritaskan penyerapan produksi peternak lokal dan menekan ketergantungan terhadap impor.</p>
<p>Komitmen tersebut diwujudkan melalui pembangunan peternakan sapi perah terpadu PT Global Dairi Bersama (GDB) di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.</p>
<p>Berdiri di atas lahan seluas 710 hektare dengan kapasitas hingga 30 ribu ekor sapi perah, kawasan peternakan modern ini ditargetkan memproduksi 180 ribu ton susu segar per tahun atau sekitar 18 persen dari produksi susu segar nasional. Proyek tersebut juga diproyeksikan menjadi penggerak ekonomi pedesaan melalui kemitraan dengan ribuan petani dan peternak.</p>
<p>Mentan Amran mengatakan pembangunan kawasan peternakan modern ini merupakan implementasi arahan Presiden Prabowo untuk memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan petani dan peternak, sekaligus mempercepat terwujudnya swasembada susu nasional.</p>
<p>Menurutnya, susu merupakan komoditas strategis yang tidak hanya berperan memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga menjadi penopang utama pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Karena itu, peningkatan produksi susu nasional menjadi agenda prioritas pemerintah.</p>
<p>“Dulu (pemerintahan) Presiden Soeharto, impor susu hanya 40 persen. Setelah era pasar bebas, impor terus meningkat hingga sekarang mencapai sekitar 82 persen. Karena itu Bapak Presiden Prabowo mengeluarkan kebijakan bahwa selama peternak mampu menghasilkan susu, kita tidak akan impor,” kata Mentan Amran saat menghadiri peletakan batu pertama pembangunan peternakan sapi perah terpadu PT Global Dairi Bersama (GDB) di Desa Karangbale, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Senin (20/7/2026).</p>
<p>Mentan Amran menjelaskan kebutuhan susu nasional diperkirakan terus meningkat seiring bertambahnya konsumsi masyarakat dan implementasi Program Makan Bergizi Gratis. Pada 2029, kebutuhan susu nasional diproyeksikan mencapai sekitar 8,5 juta ton.</p>
<p>Di sisi lain, pada 2025 Indonesia masih mengalami defisit susu sekitar 6,72 juta ton atau 81,28 persen dari total kebutuhan nasional. Kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang untuk meningkatkan produksi susu dalam negeri melalui investasi, pengembangan peternakan modern, dan pemberdayaan peternak rakyat.</p>
<p>“Saya mau buat formulasi kebijakan untuk bisa swasembada susu. Yang paling berat itu swasembada beras, tetapi kita bisa mewujudkannya. Swasembada susu juga bisa kita capai kalau semua bergerak bersama,” tegasnya.</p>
<p>Ia menambahkan, pemerintah akan membangun ekosistem industri persusuan nasional secara menyeluruh, mulai dari penyediaan bibit unggul, pakan, layanan kesehatan hewan, penerapan teknologi, pengolahan hasil, hingga kepastian pasar bagi peternak. Menurutnya, kolaborasi pemerintah, dunia usaha, petani, peternak, perguruan tinggi, dan lembaga keuangan menjadi kunci untuk mempercepat terwujudnya swasembada susu.</p>
<p>Sementara itu, CEO Savoria Group yang menaungi PT Global Dairi Bersama (GDB), Ihsan Mulia Putri, mengatakan pembangunan peternakan sapi perah terpadu di Brebes dirancang tidak hanya untuk meningkatkan produksi susu nasional, tetapi juga membangun ekosistem peternakan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.</p>
<p>Menurutnya, proyek tersebut akan melibatkan sekitar 5.000 petani lokal sebagai mitra penyedia hijauan pakan ternak dan jagung pipil. Selain itu, sekitar 8.000 peternak rakyat akan memperoleh kesempatan bermitra dalam pengembangan sapi perah maupun usaha penggemukan ternak.</p>
<p>“Pembangunan peternakan terpadu PT Global Dairi Bersama di Brebes merupakan perwujudan komitmen kami untuk mendukung upaya pemerintah mewujudkan swasembada susu nasional. Kami siap berkolaborasi dengan Kementerian Pertanian, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kabupaten Brebes, serta seluruh elemen masyarakat untuk membangun ekosistem industri susu yang mandiri, kompetitif, sekaligus menciptakan pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif di wilayah pedesaan,” ujarnya.</p>
<p>Ia menambahkan, dengan kapasitas 30 ribu ekor sapi perah dan target produksi 180 ribu ton susu segar per tahun, peternakan tersebut diharapkan om ini mampu meningkatkan lebih dari dua kali lipat produksi susu segar di Jawa Tengah sekaligus memperkuat pasokan susu nasional.</p>
<p>Pembangunan peternakan sapi perah terpadu di Brebes menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam mempercepat swasembada susu nasional. Melalui penguatan produksi, investasi, serta kemitraan yang melibatkan ribuan petani dan peternak, pemerintah menargetkan kebutuhan susu masyarakat Indonesia semakin dipenuhi dari produksi dalam negeri sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi di kawasan pedesaan. (*)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/07/22/bangun-peternakan-sapi-perah-terbesar-di-brebes-mentan-amran-selama-peternak-bisa-produksi-susu-kami-tidak-akan-impor/">Bangun Peternakan Sapi Perah Terbesar di Brebes, Mentan Amran: Selama Peternak Bisa Produksi Susu, Kami Tidak Akan Impor</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jawab Komen Pengamat, Petani Bawang Brebes Dukung Kebijakan Pupuk Subsidi</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2024/01/05/jawab-komen-pengamat-petani-bawang-brebes-dukung-kebijakan-pupuk-subsidi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Suwardi Thahir]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Jan 2024 16:13:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Amransulaiman]]></category>
		<category><![CDATA[brebes]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Petani]]></category>
		<category><![CDATA[Pupuk]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=13873</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, BREBES &#8211; Ketua Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI), Alex Chandra merespon statmen pengamat Khudori terkait pupuk subsidi. Alex bersama petani bawang merah Brebes mendukung penuh kebijakan pemerintah terkait anggaran pupuk dan kebijakan baru regulasi pengambilan pupuk. Petani Brebes juga mengapresiasi keberpihakan Presiden Jokowi yang mengerti akar masalah petani dengan menambah anggaran pupuk hingga 14 [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2024/01/05/jawab-komen-pengamat-petani-bawang-brebes-dukung-kebijakan-pupuk-subsidi/">Jawab Komen Pengamat, Petani Bawang Brebes Dukung Kebijakan Pupuk Subsidi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, BREBES &#8211; Ketua Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI), Alex Chandra merespon statmen pengamat Khudori terkait pupuk subsidi.</p>
<p>Alex bersama petani bawang merah Brebes mendukung penuh kebijakan pemerintah terkait anggaran pupuk dan kebijakan baru regulasi pengambilan pupuk.</p>
<p>Petani Brebes juga mengapresiasi keberpihakan Presiden Jokowi yang mengerti akar masalah petani dengan menambah anggaran pupuk hingga 14 triliun.</p>
<p>Bagi Alex, semua kebijakan tersebut merupakan langkah tepat bagi kemajuan petani bawang merah yang setiap hari berproduksi.</p>
<p>&#8220;Ini adalah kebijakan yang luar biasa, kami petani bawang merah menunggu ini, petani sangat senang karena nanti sudah tidak menggunakan kartu tani, melainkan cukup dengan KTP dan bisa menebus di daerah mana saja,&#8221; tegas Alex, Kamis, 4 Januari 2024.</p>
<p>Alex mengatakan, selama ini persoalan pupuk merupakan masalah utama yang selalu dihadapi petani. Akan tetapi berkat kebijakan Presiden Jokowi, petani jadi lebih agresif dalam melakukan pertanaman sehingga hasilnya mampu meningkatkan pendapatan.</p>
<p>&#8220;Kami tentunya sangat mengapresiasi pemerintah dan kami nyatakan amat sangat mendukung kebijakan ini, karena ini betul-betul mempermudah petani bawang merah,&#8221; katanya.</p>
<p>Juwari (46), salah satu petani bawang merah di Kabupaten Brebes juga merespon statment Khudori dan menyatakan mendukung penuh kebijakan pemerintah dalam menambah anggaran pupuk subsidi. Dia menilai kebijakan tersebut membuat petani bawang semakin bersemangat dalam meningkatkan produksinya.</p>
<p>&#8220;Kami sangat mendukung, karena dengan adanya tambahan subsidi pupuk ini maka kami petani bawang tidak akan ribut lagi, dengan hadirnya Pak menteri di Brebes itu betul-betul membuat petani lebih bersemangat, karena selama ini ributnya itu hanya di masalah pupuk saja,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Sementara itu, petani lainya, Bejo Broto mengatakan bahwa saat ini para petani sangat gembira terhadap kebijkan pemerintah terutama pada ketegasan Menteri Pertanian Anda Amran Sulaiman yang siap memberantas mafia pupuk di seluruh Indonesia.</p>
<p>&#8220;Jangan ada yang aneh aneh. Negara ini butuh pemimpin yang tegas seperti Pak Andi Amran Sulaiman, dia tegas dan keras akan memberantas mafia pupuk. seluruh petani bawang merah sangat mendukung langkah pak Menteri ini, karena mafia pupuklah yang sering menjadi masalah,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2024/01/05/jawab-komen-pengamat-petani-bawang-brebes-dukung-kebijakan-pupuk-subsidi/">Jawab Komen Pengamat, Petani Bawang Brebes Dukung Kebijakan Pupuk Subsidi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Petani: Tambahan Anggaran Pupuk Subsidi Sentuh Akar Masalah Kami</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2024/01/04/petani-respon-pengamat-terkait-pupuk-subsidi-tambahan-anggaran-pupuk-sentuh-akar-masalah-kami/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Suwardi Thahir]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Jan 2024 15:49:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Amransulaiman]]></category>
		<category><![CDATA[brebes]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Mentan]]></category>
		<category><![CDATA[Petani]]></category>
		<category><![CDATA[subsidipupuk]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=13864</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, BREBES- Juwari (46), salah seorang petani bawang merah di Kabupaten Brebes mendukung penuh kebijakan pemerintah dalam menambah anggaran pupuk subsidi. Juwari menilai kebijakan tersebut membuat petani bawang semakin bersemangat dalam meningkatkan produksi. Merespon statement pengamat Khudori yang menyatakan tambahan subsidi pupuk hanya terkait politis Juwari membantah. &#8220;Kami sangat mendukung kebijakan pemerintah, karena dengan adanya [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2024/01/04/petani-respon-pengamat-terkait-pupuk-subsidi-tambahan-anggaran-pupuk-sentuh-akar-masalah-kami/">Petani: Tambahan Anggaran Pupuk Subsidi Sentuh Akar Masalah Kami</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, BREBES- Juwari (46), salah seorang petani bawang merah di Kabupaten Brebes mendukung penuh kebijakan pemerintah dalam menambah anggaran pupuk subsidi.</p>
<p>Juwari menilai kebijakan tersebut membuat petani bawang semakin bersemangat dalam meningkatkan produksi.</p>
<p>Merespon statement pengamat Khudori yang menyatakan tambahan subsidi pupuk hanya terkait politis Juwari membantah.</p>
<p>&#8220;Kami sangat mendukung kebijakan pemerintah, karena dengan adanya tambahan subsidi pupuk ini maka kami petani bawang tidak akan ribut lagi. Dengan kebijakan yang disampaikan Pak Menteri di Brebes itu betul-betul membuat petani lebih bersemangat, karena selama ini ributnya itu hanya di masalah pupuk saja,&#8221; jelas Juwari.</p>
<p>Senada dengan petani di Brebes, Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional, Yadi Sofyan Noor menyampaikan para petani binaannya sangat senang dengan kebijakan pemerintah yang menaikkan anggaran pupuk subsidi 14 triliun.</p>
<p>Dia menilai kebijakan tersebut mampu mengatasi masalah pupuk yang selama ini menghambat produksi para petani.</p>
<p>&#8220;Semua petani binaan KTNA sangat senang dengan penambahan anggaran pupuk subsidi. Mereka berterimakasih karena masalah produksi bisa selesai dengan kebijakan tepat sasaran,&#8221; ujar Yadi, Kamis, 4 Januari 2024.</p>
<p>Yadi mengatakan, penambahan anggaran bukan masalah politik, tetapi merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap petani yang setiap hari berproduksi. Kebijakan tersebut juga dinilai sebagai solusi pasti terhadap akar dan jantung masalah para petani di seluruh Indonesia.</p>
<p>Bahkan, Yadi menilai pemerintah secara tepat telah mempermudah regulasi pengambilan pupuk hanya dengan menggunakan KTP. Petani di era Jokowi, menurut Yadi, benar-benar menjadi perhatian utama dalam memperkokoh ketahanan pangan bangsa.</p>
<p>&#8220;Kemudahan kemudahan ini adalah bukti pemerintah benar-benar memprioritaskan petani sebagai ujung tombak ketahanan pangan nasional. Inilah yang ditunggu petani selama ini. Mereka senang karena pemerintah hadir menyelesaikan kesulitan,&#8221; katanya.</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2024/01/04/petani-respon-pengamat-terkait-pupuk-subsidi-tambahan-anggaran-pupuk-sentuh-akar-masalah-kami/">Petani: Tambahan Anggaran Pupuk Subsidi Sentuh Akar Masalah Kami</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mentan Amran: Saya Senang Performa Produksi Bawang Semakin Baik</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2024/01/04/mentan-amran-saya-senang-performa-produksinya-semakin-baik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Suwardi Thahir]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Jan 2024 02:50:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[amransulauman]]></category>
		<category><![CDATA[bawangmeeah]]></category>
		<category><![CDATA[brebes]]></category>
		<category><![CDATA[jokowidodo]]></category>
		<category><![CDATA[Mentan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=13831</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, BREBES &#8211; Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengaku senang karena setelah 7 tahun tidak menjabat, Kabupaten Brebes tetap menunjukan performa produksi yang semakin baik. Lebih dari itu, kata Mentan produksi Brebes tidak hanya diperuntukkan sebagai kebutuhan dalam negeri saja melainkan juga kebutuhan ekspor ke luar negeri. &#8220;Saya senang, setelah 7 tahun tidak menjabat dan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2024/01/04/mentan-amran-saya-senang-performa-produksinya-semakin-baik/">Mentan Amran: Saya Senang Performa Produksi Bawang Semakin Baik</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left">KABARIKA.ID, BREBES &#8211; Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengaku senang karena setelah 7 tahun tidak menjabat, Kabupaten Brebes tetap menunjukan performa produksi yang semakin baik.</p>
<p>Lebih dari itu, kata Mentan produksi Brebes tidak hanya diperuntukkan sebagai kebutuhan dalam negeri saja melainkan juga kebutuhan ekspor ke luar negeri.</p>
<p>&#8220;Saya senang, setelah 7 tahun tidak menjabat dan sekarang kembali jadi mentan produksi bawang brebes tetap meningkat. Kemudian lebih dari itu Brebes juga mampu mempertahankan tidak impor tapi malah bisa ekspor,&#8221; ujar Mentan Amran yang dilantik jadi Menteri pertanian untuk yag kedua kalinya.</p>
<p>Amran Sulaiman menghadiri panen raya bawang merah di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Rabu (3/1). Diharapkan, panen ini mampu memenuhi kebutuhan bawang merah secara merata di seluruh Indonesia.</p>
<p>Untuk diketahui, luas panen bawang merah di Kabupaten Brebes berdasarkan data BPS mencapai 32.509 hektare dan rata-rata produksinya mencapai 383.680 ton. Dengan angka sebesar itu, Kabupaten Brebes menjadi wilayah nomor satu sentra bawang merah di Indonesia.</p>
<p>&#8220;Kami juga berterimakasih kepada Bapak Presiden yang telah membantu petani Indonesia dengan menambah kuota pupuk 14 triliun. Ini luar biasa,&#8221; kata Amran.</p>
<p>Lanjut Amran, presiden kita sangat mencintai petani Indonesia, sangat menyayangi petani Indonesia khusus untuk Brebes sudah diputuskan petani bisa mengambil pupuk dengan menggunakan KTP dan kuota pupuknya akan ditambah.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-13833" src="https://kabarika.id/wp-content/uploads/2024/01/IMG-20240104-WA0061.jpg" alt="" width="1200" height="800" srcset="https://kabarika.id/wp-content/uploads/2024/01/IMG-20240104-WA0061.jpg 1200w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2024/01/IMG-20240104-WA0061-768x512.jpg 768w" sizes="(max-width: 1200px) 100vw, 1200px" /></p>
<p>Sejauh ini, kata Mentan, sentra produksi bawang merah di Kabupaten Brebes berlokasi di Kecamatan Wanasari, Larangan, Tanjung, Ketanggungan dan Bulakamba. Semua sentra tersebut menurut Mentan akan diperkuat melalui penyediaan benih unggul dan tambahan kuota pupuk subsidi.</p>
<p>Meski demikian, Mentan menegaskan dirinya akan mencabut izin usaha para pengecer dan distributor nakal yang terbukti bermain-main dengan ketersediaan pupuk subsidi. Dia tidak ingin para petani menderita karena ulah para pelaku yang tidak bertanggung jawab.</p>
<p>&#8220;Jangan ada yang mempermainkan petani terutama pupuk. Para pengecer, distributor kami berjanji kalau sudah diperiksa kepolisian dan dikoordinir oleh Bupati saya berjanji akan mencabut izin usahanya dan kami tidak mentolerir,&#8221; ujar Mentan usai panen Bawang di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Rabu, 3 Januari 2024.</p>
<p>Mentan mengatakan, pencabutan izin wajib diberikan apabila mereka memainkan petani dengan cara-cara yang kotor dan curang. Apalagi kata Mentan, Presiden sudah menambah anggaran pupuk subsidi sebesar Rp 14 triliun.</p>
<p>&#8220;Sekali lagi kami akan cabut izin setiap yang berbuat curang karena itu mendzolimi petani kita. Pak panglima kami ucapkan terima kasih luar biasa untuk membantu petani-petani kita di Jawa Tengah,&#8221; katanya.</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2024/01/04/mentan-amran-saya-senang-performa-produksinya-semakin-baik/">Mentan Amran: Saya Senang Performa Produksi Bawang Semakin Baik</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
