<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>tanam Arsip - KABARIKA</title>
	<atom:link href="https://kabarika.id/topik/tanam/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kabarika.id/topik/tanam/</link>
	<description>Berkabar untuk Kebaikan</description>
	<lastBuildDate>Mon, 31 Aug 2026 08:53:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.1</generator>

<image>
	<url>https://kabarika.id/wp-content/uploads/2022/06/cropped-favi-1-90x90.png</url>
	<title>tanam Arsip - KABARIKA</title>
	<link>https://kabarika.id/topik/tanam/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Mentan Amran Sidak Sawah di Karawang, Pastikan Petani Tetap Tanam di Musim Kemarau</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2026/08/31/mentan-amran-sidak-sawah-di-karawang-pastikan-petani-tetap-tanam-di-musim-kemarau/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 31 Aug 2026 08:53:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Andi Amran Sulaiman]]></category>
		<category><![CDATA[Karawang]]></category>
		<category><![CDATA[Mentan]]></category>
		<category><![CDATA[Musim Kemarau]]></category>
		<category><![CDATA[Petani]]></category>
		<category><![CDATA[Sidak sawah]]></category>
		<category><![CDATA[tanam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=57107</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, KARAWANG — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke areal persawahan di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Senin (31/8). Sidak dilakukan untuk memastikan petani tetap dapat menanam dan berproduksi meski menghadapi musim kemarau. Dalam kunjungan tersebut, Mentan Amran mengecek langsung kondisi lahan, ketersediaan air, serta pemasangan dan pemanfaatan pompa [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/08/31/mentan-amran-sidak-sawah-di-karawang-pastikan-petani-tetap-tanam-di-musim-kemarau/">Mentan Amran Sidak Sawah di Karawang, Pastikan Petani Tetap Tanam di Musim Kemarau</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, KARAWANG —</strong> Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke areal persawahan di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Senin (31/8). Sidak dilakukan untuk memastikan petani tetap dapat menanam dan berproduksi meski menghadapi musim kemarau.</p>
<p>Dalam kunjungan tersebut, Mentan Amran mengecek langsung kondisi lahan, ketersediaan air, serta pemasangan dan pemanfaatan pompa untuk mengairi sawah. Ia menemukan sumber air di sekitar lahan masih tersedia, bahkan melimpah, namun sebagian sawah belum terairi secara optimal.</p>
<p>Mentan Amran menegaskan kondisi tersebut harus segera ditangani. Air yang tersedia harus dialirkan ke lahan agar petani tidak kehilangan kesempatan tanam pada musim kemarau.</p>
<p>“Ada dua, kita kirim pompa karena kekeringan. Ada juga karena tidak bisa tanam seperti sekarang. Ada air, air melimpah, tetapi di sini tidak bisa tanam. Hari ini kita bisa tanam, sebelah sudah tanam,” ujar Mentan Amran.</p>
<p>Menurut Mentan Amran, sidak tersebut penting untuk memastikan program pemerintah benar-benar berjalan dan bantuan yang diberikan tepat sasaran serta dimanfaatkan di lapangan.</p>
<p>“Kunjungan ini untuk melihat langsung apa benar pompa sudah dipasang, apa benar yang kekeringan ini sudah dipasang pompa. Ternyata benar. Makanya terima kasih kepada jajaran. Kita cek langsung, jangan dicek dari Jakarta,” tegasnya.</p>
<p>Mentan Amran mengatakan optimalisasi sumber air melalui pompanisasi menjadi salah satu langkah pemerintah untuk menjaga pertanaman tetap berjalan sepanjang tahun. Lahan yang sebelumnya hanya dapat ditanami dua kali ditargetkan dapat ditingkatkan menjadi tiga kali tanam.</p>
<p>“Ini harus kita resonansikan ke seluruh Indonesia. Dulu tanam dua kali, bisa tiga kali. Nanti kita sisir seluruh Jawa dan luar Jawa. Kita sisir semua yang ada sumber air, kita pasangkan pompa,” kata Mentan Amran.</p>
<p>Karawang menjadi salah satu wilayah yang memiliki potensi besar untuk meningkatkan indeks pertanaman (IP) sekaligus produksi padi. Dengan optimalisasi pengairan, Mentan Amran menargetkan IP yang sebelumnya dua kali tanam dapat meningkat menjadi tiga kali tanam.</p>
<p>Ia menilai peningkatan frekuensi tanam tersebut akan memberikan dampak langsung terhadap pendapatan petani. Di lokasi yang dikunjungi, luas areal yang dapat dioptimalkan mencapai sekitar 3.000 hektare.</p>
<p>Mentan Amran juga melihat peluang peningkatan produktivitas padi di Karawang. Saat ini produktivitas petani di lokasi berada di kisaran tujuh ton per hektare. Dengan penerapan metode budidaya yang lebih baik, produktivitas tersebut dinilai masih dapat ditingkatkan.</p>
<p>“Produksinya petani tujuh ton. Ini bisa naik 12 ton, 11 ton dengan metode baru,” ujarnya.</p>
<p>Menurut Mentan Amran, pertanian tetap dapat menghasilkan produktivitas tinggi pada musim kemarau selama kebutuhan air tanaman terpenuhi. Bahkan, kondisi tersebut dapat mendukung proses fotosintesis tanaman sehingga produksi berpotensi meningkat.</p>
<p>“Ini ditanami di saat musim kering. Bahkan kalau ditanami musim kering, itu produksinya bisa 10 ton, bisa 9 ton. Kenapa? Fotosintesis itu penuh,” katanya.</p>
<p>Mentan Amran mengungkapkan, program pompanisasi yang telah dilakukan pemerintah sebelumnya memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan produksi padi di Pulau Jawa. Sekitar 100 ribu pompa yang dipasang telah mendorong tambahan produksi sekitar 2,8 juta ton gabah di Jawa.</p>
<p>“Dulu kita pasangkan pompa kurang lebih 100 ribu. Hasilnya adalah meningkat untuk Jawa saja 2,8 juta ton gabah. Hampir tiga juta ton,” jelasnya.</p>
<p>Karena itu, Mentan Amran menegaskan pemerintah akan terus menyisir wilayah-wilayah yang memiliki sumber air tetapi belum optimal dimanfaatkan untuk pertanian. Pompanisasi akan diperkuat baik di Jawa maupun luar Jawa untuk memastikan lahan pertanian tetap produktif menghadapi musim kemarau.</p>
<p>Mentan Amran mengapresiasi kolaborasi Kementerian Pertanian dengan Kementerian Pekerjaan Umum, pemerintah daerah, TNI, Polri, serta jajaran teknis di lapangan dalam mempercepat pengelolaan air untuk pertanian.</p>
<p>“Saya mau mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Dirjen SDA, luar biasa, Pak Menteri PU. Saya kagum pada Dirjen SDA. Terima kasih, ini adalah putra terbaik bangsa,” ujarnya.</p>
<p>Mentan Amran menekankan bahwa pemerintah harus melihat langsung persoalan yang dihadapi petani sehingga solusi dapat segera diberikan. Menurutnya, program pertanian harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.</p>
<p>“Kita jangan sibuk berdebat, rapat, dan seterusnya. Kita lihatlah langsung lapangan ini,” kata Mentan Amran.</p>
<p>Dengan optimalisasi sumber air, pompanisasi, percepatan tanam, dan peningkatan produktivitas, pemerintah terus berupaya memastikan lahan pertanian tetap menghasilkan meski memasuki musim kemarau. Dari Karawang, Mentan Amran menegaskan target peningkatan indeks pertanaman dari dua kali menjadi tiga kali tanam menjadi bagian dari upaya memperkuat produksi dan kesejahteraan petani. (*)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/08/31/mentan-amran-sidak-sawah-di-karawang-pastikan-petani-tetap-tanam-di-musim-kemarau/">Mentan Amran Sidak Sawah di Karawang, Pastikan Petani Tetap Tanam di Musim Kemarau</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kementan Percepat Tanam di Grobogan, Alsintan Disalurkan Antisipasi Kemarau</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2026/04/30/kementan-percepat-tanam-di-grobogan-alsintan-disalurkan-antisipasi-kemarau/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Apr 2026 08:36:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[#alsintan]]></category>
		<category><![CDATA[#Grobogan]]></category>
		<category><![CDATA[Antisipasi Kemarau]]></category>
		<category><![CDATA[kementan]]></category>
		<category><![CDATA[tanam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=52530</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, GROBOGAN-&#8211; Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat olah lahan dan penanaman di sejumlah sentra produksi pangan. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi penurunan curah hujan yang berpotensi mengganggu musim tanam hingga memicu gagal tanam. Salah satu upaya dilakukan di Desa Rowosari, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Kementan menyalurkan bantuan tiga unit pompa air berkapasitas 6 inci [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/04/30/kementan-percepat-tanam-di-grobogan-alsintan-disalurkan-antisipasi-kemarau/">Kementan Percepat Tanam di Grobogan, Alsintan Disalurkan Antisipasi Kemarau</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, GROBOGAN-</strong>&#8211; Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat olah lahan dan penanaman di sejumlah sentra produksi pangan. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi penurunan curah hujan yang berpotensi mengganggu musim tanam hingga memicu gagal tanam.</p>
<p>Salah satu upaya dilakukan di Desa Rowosari, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Kementan menyalurkan bantuan tiga unit pompa air berkapasitas 6 inci kepada Gapoktan Jati Sari guna menjaga ketersediaan air di tingkat petani.</p>
<p>Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan percepatan tanam menjadi kunci agar produksi tetap terjaga di tengah tantangan cuaca.</p>
<p>“Kita percepat tanam. Air tidak boleh jadi kendala. Pompanisasi kita dorong agar petani tetap bisa tanam tepat waktu dan produksi aman,” kata Mentan Amran.</p>
<p>Plh. Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Tin Latifah yang menyerahkan bantuan secara langsung mengatakan intervensi pemerintah difokuskan untuk mencegah kehilangan musim tanam.</p>
<p>“Desa Rowosari ini memiliki potensi lahan 350 hektare, dengan luas garapan saat ini 180 hektare dan IP 2,5. Optimalisasi pompanisasi ini diharapkan mampu mempercepat proses tanam. Target luas tanam Grobogan di April ini seluas 22 ribu hektare insyaallah tercapai,” ujar Tin, Selasa (29/4/2026).</p>
<p>Dukungan juga datang dari sektor alat dan mesin pertanian (alsintan). Direktur Alsintan Pasca Panen, Muhammad Rizal Ismail menyebut pihaknya akan segera menyalurkan tambahan bantuan untuk mempercepat tanam, terdiri dari 2 unit Combine Harvester dan 8 unit Trakto Roda 2.</p>
<p>“Gapoktan Jati Sari terdiri dari 4 poktan. Dengan komitmennya, minggu kedua bulan Mei dapat menanam seluas 180 hektare. Kita dorong dengan bantuan alsintan yang memadai agar tercapai seluruh target tanam,” kata Rizal.</p>
<p>Kementan memastikan program pompanisasi akan terus diperluas, khususnya di wilayah sentra produksi pangan. Langkah ini menjadi bagian dari strategi menjaga stabilitas produksi nasional sekaligus mengantisipasi dampak perubahan iklim. (*)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/04/30/kementan-percepat-tanam-di-grobogan-alsintan-disalurkan-antisipasi-kemarau/">Kementan Percepat Tanam di Grobogan, Alsintan Disalurkan Antisipasi Kemarau</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rakornis LTT Lampung Sepakat Capai Target Tanam dan Produksi 2025</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2025/12/04/rakornis-ltt-lampung-sepakat-capai-target-tanam-dan-produksi-2025/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Dec 2025 09:44:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Produksi 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Rakornis]]></category>
		<category><![CDATA[STT]]></category>
		<category><![CDATA[tanam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=46725</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, LAMPUNG&#8211; Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DKPTPH) Provinsi Lampung menggelar Rapat koordinasi Teknis (Rakornis) dalam rangka percepatan tanam untuk pencapaian target tanam padi bulan Desember 2025. Rakornis yang dilaksanakan di ruang rapat DKPTPH membicarakan berbagai hal dihadiri Tenaga Ahli Menteri (TAM) Dr. Ir. Pamuji Lestari, M.Sc, Kadis DKPTPH Provinsi, Elvira Umihanni, SP, [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/12/04/rakornis-ltt-lampung-sepakat-capai-target-tanam-dan-produksi-2025/">Rakornis LTT Lampung Sepakat Capai Target Tanam dan Produksi 2025</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, LAMPUNG&#8211; </strong>Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DKPTPH) Provinsi Lampung menggelar Rapat koordinasi Teknis (Rakornis) dalam rangka percepatan tanam untuk pencapaian target tanam padi bulan Desember 2025.</p>
<p>Rakornis yang dilaksanakan di ruang rapat DKPTPH membicarakan berbagai hal dihadiri Tenaga Ahli Menteri (TAM) Dr. Ir. Pamuji Lestari, M.Sc, Kadis DKPTPH Provinsi, Elvira Umihanni, SP, MT, Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP), Endro Gunawan, SP, ME, Ph.D, Andre dari Kejaksaan, Kepala-kepala Dinas dan unsur terkait.</p>
<p>Rapat dipimpin Kadis Elvira dengan pemateri Puji Lestari dan Endro Gunawan serta pemaparan singkat Andre mengenai perkembangan Program Petani Adhyaksa Mandiri.</p>
<p>Agenda utama rapat adalah kesanggupan Luas Tambah Tanam (LTT) 15 Kabupaten/kota serta realisasi panen bulan November dan perkiraan bulan Desember 2025.</p>
<p>Rapat berlangsung dinamis dengan tujuan pencapaian target atau bila memungkinkan melampaui pencapaian tahun sebelumnya.</p>
<p>&#8220;Lampung yang membanggakan.<br />
Di atas rata-rata provinsi lain pulau Sumatra dan Jawa,&#8221; kata Tari, sapaan akrab Pamuji Lestari, di Lampung, Kamis, 4 Desember 2025.</p>
<p>Bahkan, Lampung adalah satu-satunya provinsi yang turut berpartisipasi membagikan bantuan bencana Sumatra (Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat).</p>
<p>Dalam pemaparannya, Tari juga menginfokan keberhasilan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sebagai Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang menurunkan harga beras, Harga Eceran Tertinggi (HET), menurunkan harga pupuk 20 persen, meningkatkan volume dan memudahkan petani memperolehnya.</p>
<p>Ia berjanji akan membantu memenuhi permintaan Kadis untuk kepentingan oetani. Tenaga Ahli Menteri Pertanian bidang Optimalisasi Pemanfaatan Lahan Rawa Mineral itu hanya menyaratkan target yang telah ditetapkan tercapai.</p>
<p>&#8220;Saya akan bantu kalau meminta asal konsisten untuk menaikkan LTT,&#8221; kata Tari sambil menekankan pentingnya kerjasama semua yang hadir.</p>
<p>Pada indikator perbandingan realisasi tanam, target pusat dan kesanggupan, LTT 15 kabupaten kota di Lampung didominasi pencapaian warna hijau (baik). Hanya Kabupaten Pringsewu yang kuning.</p>
<p>Sedang pada evaluasi indikator sandingan realisasi LTT padi tahun 2023,2024 dan 2025 menunjukkan kenaikan yang signifikan.</p>
<p>Menurut Kepala BRMP Endro Gunawan, realisasi LTT pada 2023 sebanyak 480.445 Ha, meningkat menjadi 599.876 Ha, dan pada Januari- November 2025 naik menjadi 202.566 Ha.</p>
<p>Terdapat dua daerah yang mengalami penurunan dan satu stagnan. Namun secara keseluruhan tetap menunjukkan kenaikan dari tahun 2023 hingga 2025.</p>
<p>Sementara Kadis Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DKPTPH) Provinsi Lampung, Elvira Umihanni mengingatkan jajarannya untuk tetap semangat agar waktu yang tersisa bisa dimaksimalkan.</p>
<p>&#8220;November 2025 kesanggupan produksinya rata-rata melampaui target,&#8221; katanya.</p>
<p>Sebelum rapat berakhir dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap capaian, target dan persoalan di lapangan, termasuk butir-butir kerjasama yang tertuang dalam MoU (nota kesepahaman) antara Brigade Pangan dan Kelompok Tani.</p>
<p>Pembahasan dan evaluasi masing-masing kabupaten/kota juga menyangkut ketersediaan air, sarana jalan, listrik, pompanisasi, bibit, alsintan dan program-program bantuan lainnya.</p>
<p>Meski pembahasan berkesan alot, TAM Pamuji Lestari, Kadis DKPTPH, Elvira, Kepala BRMP Lampung, Endro Gunawan dan para Kadis serta jajarannya sepakat bekerja keras untuk mencapai, bahkan melampaui target.</p>
<p>Perlu dipahami capaian LTT dan cetak sawah Provinsi Lampung ini tidak lepas dari arahan Direktur Jenderal Hortikultura, Dr. Ir. Taufiq Ratule, MS.i sebagai penanggungjawab lokasi.</p>
<p>Ia menyampaikan permohonan maaf karena pada saat-saat terakhir akan ke Lampung mendapat tugas lain.</p>
<p>Begitupun Kepala Balai Pelatihan Pertanian Lampung, Adi Destriadi yang sedang mengikuti Rapim B sehingga pj swasembada Lampung Timur itu diwakili salah seorang stafnya. Ia mengaku tetap memonitor dan akan melaksanakan dengan maksimal hasil-hasil keputusan Rakornis. (*)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/12/04/rakornis-ltt-lampung-sepakat-capai-target-tanam-dan-produksi-2025/">Rakornis LTT Lampung Sepakat Capai Target Tanam dan Produksi 2025</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Potensi Tambah Luasan Tanam, Kementan dan Kejaksaan RI Sinergi Manfaatkan Lahan Hasil Sitaan</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2025/05/22/potensi-tambah-luasan-tanam-kementan-dan-kejaksaan-ri-sinergi-manfaatkan-lahan-hasil-sitaan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 May 2025 13:01:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Hasil Sitaan]]></category>
		<category><![CDATA[Kejaksaan RI]]></category>
		<category><![CDATA[kementan]]></category>
		<category><![CDATA[Lahan]]></category>
		<category><![CDATA[tanam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=36067</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, BEKASI&#8211; Kementerian Pertanian (Kementan) dan Kejaksaan Agung (Kejagung) Republik Indonesia menjalin sinergi dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pemanfaatan lahan-lahan hasil sitaan negara. Hal ini sejalan dengan berbagai upaya akselerasi untuk mendorong peningkatan produksi pangan secara nasional yang dilakukan oleh Kementan. Kolaborasi strategis ini ditandai dengan kegiatan penanaman benih padi di lahan sitaan Kejaksaaan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/05/22/potensi-tambah-luasan-tanam-kementan-dan-kejaksaan-ri-sinergi-manfaatkan-lahan-hasil-sitaan/">Potensi Tambah Luasan Tanam, Kementan dan Kejaksaan RI Sinergi Manfaatkan Lahan Hasil Sitaan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, BEKASI&#8211;</strong> Kementerian Pertanian (Kementan) dan Kejaksaan Agung (Kejagung) Republik Indonesia menjalin sinergi dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pemanfaatan lahan-lahan hasil sitaan negara. Hal ini sejalan dengan berbagai upaya akselerasi untuk mendorong peningkatan produksi pangan secara nasional yang dilakukan oleh Kementan. Kolaborasi strategis ini ditandai dengan kegiatan penanaman benih padi di lahan sitaan Kejaksaaan Agung di Kabupaten Bekasi.</p>
<p>Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa pemanfaatan lahan sitaan merupakan terobosan nyata. Ia menyebut, sinergi lintas sektor menjadi kunci memperluas potensi tanam nasional.</p>
<p>&#8220;Ternyata aset ini luar biasa luasnya. Kalau kami diskusi tadi, di sini saja ribuan hektar, di Banten, Jakarta. Di sini ada 300 (hektar) Itu nilai nya besar kalau kita tanami semua,&#8221; ujar Mentan Amran di Desa Srimahi, Kecamatan Tambun Utara Kabupaten Bekasi, Rabu (22/5/2025).</p>
<p>Mentan Amran menyampaikan rasa terima-kasihnya dan mengapresiasi langkah strategis Kejaksaan RI yang tidak hanya fokus pada penegakan hukum, tetapi juga aktif mendukung pembangunan pertanian nasional.</p>
<p>“Terima kasih Pak Jaksa Agung ini luar biasa, saya tidak pernah membayangkan ternyata banyak sitaaan sawah, (sitaan) gudang kami sudah terima. Bayangkan kalau seluruh Indonesia kita optimalkan ini, mulai dari Kajari, Kajati, Kejagung”, tambahnya.</p>
<p>Langkah ini dinilai penting dalam menghadapi tantangan krisis pangan global. Dalam beberapa pertemuan bilateral, Mentan Amran juga menyampaikan bahwa banyak negara menghadapi tekanan pangan akibat perubahan iklim dan konflik geopolitik, sementara Indonesia justru mengalami peningkatan produksi dan stok.</p>
<p>&#8220;Sejak tahun 69, bersamaan saya lahir, ini lah tertinggi stok Bulog kita, 3,8 (juta ton) minggu depan optimis 4 juta ton,” jelasnya.</p>
<p>Pemanfaatan lahan sitaan ini akan terus diperluas ke wilayah lain dengan dukungan Kejaksaan RI, termasuk untuk pengembangan sarana produksi seperti pabrik benih dan traktor. Program ini juga sejalan dengan Instruksi Presiden terkait penguatan ketahanan pangan nasional, di mana sektor pertanian harus menjadi perhatian seluruh pihak, termasuk aparat penegak hukum.</p>
<p>Jaksa Agung Republik Indonesia, ST Burhanuddin, dalam kesempatan tersebut menegaskan pentingnya pemanfaatan lahan yang telah diserahkan untuk kegiatan pertanian yang produktif. Hal ini penting, mengingat pemanfaatan lahan ini sekaligus menjaga agar aset negara tidak disalahgunakan.</p>
<p>“Sekaligus juga kami ingin menitipkan tanah ini jangan sampai dimanfaatkan untuk hal-hal yang tidak benar, silahkan manfaatkan untuk pertanian dan yang kedua silahkan manfaatkan sekaligus mengamankan asset,” ujar Jaksa Agung.</p>
<p>Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) yang turut hadir dalam sambutannya merefleksikan bahwa menjadi Menteri Pertanian adalah pekerjaan yang mulia. Hal ini merujuk pada upaya Mentan Amran yang terus konsisten meningkatkan pertanaman di berbagai wilayah Indonesia.</p>
<p>&#8220;Semoga yang kita tanam mendatangkan kebaikan. Yang paling bahagia adalah Menteri Pertanian, karena setiap hari menanam kehidupan,” puji KDM</p>
<p>Lebih lanjut KDM menggarisbawahi pentingnya pengelolaan pangan berbasis desa dan kearifan lokal. Ia mengusulkan agar ke depan dilakukan pemetaan kebutuhan beras per desa secara tahunan, sehingga desa dapat mandiri dalam hal ketersediaan pangan. Jika terdapat kelebihan, baru dapat didistribusikan ke wilayah lain.</p>
<p>“Di kampung-kampung adat, padinya dipanen dengan ani-ani, disimpan di leuit, dan tidak digiling. Padi-padi itu bisa bertahan 40 sampai 100 tahun, dan ini adalah bentuk nyata dari ketahanan pangan yang sesungguhnya,” ungkap KDM.</p>
<p>Sebagai tambahan, kerjasama ini tidak hanya melibatkan Kementan dan Kejaksaan Agung, tetapi juga PT Pupuk Indonesia dan Perum Bulog. Kejaksaan akan menyediakan lahan yang akan dimanfaatkan, Kementerian Pertanian menyediakan kebutuhan budidaya serta sarana dan prasarana pertanian, PT Pupuk Indonesia menyediakan pupuk, dan Perum Bulog akan melakukan pembelian hasil panen. (*)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/05/22/potensi-tambah-luasan-tanam-kementan-dan-kejaksaan-ri-sinergi-manfaatkan-lahan-hasil-sitaan/">Potensi Tambah Luasan Tanam, Kementan dan Kejaksaan RI Sinergi Manfaatkan Lahan Hasil Sitaan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mentan Amran Dorong Kalsel Tanam Padi 3 Kali Setahun, Saatnya Jadi Lumbung Pangan Nasional</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2025/03/18/mentan-amran-dorong-kalsel-tanam-padi-3-kali-setahun-saatnya-jadi-lumbung-pangan-nasional/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Suwardi Thahir]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Mar 2025 07:15:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[#kalsel]]></category>
		<category><![CDATA[amran]]></category>
		<category><![CDATA[lumbung pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Mentan]]></category>
		<category><![CDATA[oplah]]></category>
		<category><![CDATA[tanam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=32332</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, KALSEL– Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa Kalimantan Selatan (Kalsel) harus mampu meningkatkan indeks pertanaman (IP) hingga 3 kali setahun (IP 300) guna memperkuat ketahanan pangan nasional. Hal ini disampaikan saat menghadiri panen padi di lokasi Optimasi Lahan (OPLAH) yang berada di Desa Maluka Baulin, Kabupaten Tanah Laut, Selasa (18/3/2025). “Kita tidak [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/03/18/mentan-amran-dorong-kalsel-tanam-padi-3-kali-setahun-saatnya-jadi-lumbung-pangan-nasional/">Mentan Amran Dorong Kalsel Tanam Padi 3 Kali Setahun, Saatnya Jadi Lumbung Pangan Nasional</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, KALSEL– Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa Kalimantan Selatan (Kalsel) harus mampu meningkatkan indeks pertanaman (IP) hingga 3 kali setahun (IP 300) guna memperkuat ketahanan pangan nasional.</p>
<p>Hal ini disampaikan saat menghadiri panen padi di lokasi Optimasi Lahan (OPLAH) yang berada di Desa Maluka Baulin, Kabupaten Tanah Laut, Selasa (18/3/2025).</p>
<p>“Kita tidak bisa setengah-setengah dalam meningkatkan produksi pangan. Negara lain sedang mengalami krisis beras, kita harus siap. Kalau tanam di Kalsel bisa meningkat 3 kali, saya yakin Kalsel bisa jadi lumbung pangan nasional!” tegas Mentan Amran di hadapan ribuan petani dan pemangku kepentingan.</p>
<p>Menurut Mentan, Kalsel memiliki potensi luar biasa dalam meningkatkan produksi beras nasional. Saat ini, luas lahan sawah di provinsi tersebut mencapai 340.000 hektare, dengan produksi padi sekitar 1,7 juta ton. Jika intensitas tanam ditingkatkan menjadi 3 kali setahun, produksi bisa melonjak hingga 4–5 juta ton.</p>
<p>“Inilah yang kita kejar! Kita siapkan optimasi lahan, perbaikan irigasi, penyaluran pupuk, serta modernisasi pertanian agar target ini tercapai,” ujar Mentan.</p>
<p>Kabupaten Tanah Laut dan Barito Kuala akan menjadi prioritas utama dalam peningkatan produksi padi. Mentan meminta bupati setempat untuk segera berkoordinasi dan mengeksekusi program dengan cepat.</p>
<p>“Kami siapkan bantuan penuh! Tapi eksekusi harus cepat. Jangan sampai ada lahan yang menganggur,” tegas.Ketua Umum Ikatan Alumni (IKA) Universitas Hasanuddin ini.</p>
<p>Selain peningkatan indeks pertanaman, Mentan menegaskan bahwa program cetak sawah tetap berlanjut dan akan dipercepat. Pemerintah juga akan memperkuat modernisasi pertanian dengan menyalurkan alat dan mesin pertanian (alsintan) dalam jumlah besar, serta memperbaiki sistem irigasi yang menjadi kunci utama keberhasilan peningkatan produksi.</p>
<p>“Dua kabupaten ini, Tanah Laut dan Barito Kuala, akan menjadi perhatian serius kami. Dengan dukungan penuh dari bupati, Dandim, dan Kapolres, saya yakin produksi dan produktivitas pertanian di Kalsel bisa meningkat pesat,” ujar Mentan.</p>
<p>Dengan berbagai langkah strategis ini, Kalsel diproyeksikan dalat meningkatkan produksinya hingga tiga kali lipat dan menjadi salah satu pilar utama ketahanan pangan nasional, sekaligus membuka peluang besar bagi Indonesia untuk mencapai swasembada beras yang berkelanjutan.</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/03/18/mentan-amran-dorong-kalsel-tanam-padi-3-kali-setahun-saatnya-jadi-lumbung-pangan-nasional/">Mentan Amran Dorong Kalsel Tanam Padi 3 Kali Setahun, Saatnya Jadi Lumbung Pangan Nasional</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mentan Amran Ikut Tandur Padi dan Panen Gunakan Combine Harvester</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2024/10/12/mentan-amran-ikut-tandur-padi-dan-panen-gunakan-combine-harvester/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Suwardi Thahir]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Oct 2024 13:42:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[gowa]]></category>
		<category><![CDATA[Lahan]]></category>
		<category><![CDATA[Padi]]></category>
		<category><![CDATA[panen]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[tanam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=23732</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, GOWA &#8211; Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, menggelar panen dan sekaligus menanam padi di lahan seluas 300 hektare yang dikelolaSanggar/Kelompok Tani Maccini Baji, Dusun Sailong, Desa Sunggumanai, Kecamatan Patalassang, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Jumat (11/2/2024). Menggunakan baju putih dan celana hitam, serta topi hitam, Mentan  Amran tiba di kolasi panen sekira Pukul 08.15 Wita, [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2024/10/12/mentan-amran-ikut-tandur-padi-dan-panen-gunakan-combine-harvester/">Mentan Amran Ikut Tandur Padi dan Panen Gunakan Combine Harvester</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, GOWA &#8211; Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, menggelar panen dan sekaligus menanam padi di lahan seluas 300 hektare yang dikelolaSanggar/Kelompok Tani Maccini Baji, Dusun Sailong, Desa Sunggumanai, Kecamatan Patalassang, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Jumat (11/2/2024).</p>
<p>Menggunakan baju putih dan celana hitam, serta topi hitam, Mentan  Amran tiba di kolasi panen sekira Pukul 08.15 Wita, didampingi Kepala Staf Umum TNI Letjen Richard Tampubolon, Kabaharkam Polri Komjen Mohammad Fadil Imran, Pj Gubernur Sulsel Prod Zudan Arif Fahkrulloh, Kapolda Sulsel Irjen Yudhiawan Wibisono, dan Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan.</p>
<p>Tidak ada yang menduga, yang awalnya dikira langsung panen memnggunakan combine harvester, Mentan Amran langsung melepas sepatu dan turun ke sawah melakukakn tandur (tanam mundur) bersama sejumlah petani sedang menanam.</p>
<p>Ia pun meminta para petani berbaris searah dengan dirinya.</p>
<p>&#8220;Kasi lurus, kemudian kita hitung dan tanam bersama,&#8221; ajak Mentan Andi Amran pada petani.</p>
<p>Laiknya lomba, mulai hitungan ketiga, Amran bersama 10 petani lainnya, menanam padi.</p>
<p>Meski tidak sampai rampung, karena mentan hanya menanam sampai tengah sawah saja, tapi itu menghadirkan kebahagiaan dari raut para petani yang hadir di sana.</p>
<p>Usai menanam, Amran melanjutkan panen menggunakan combine harvester, didampingi salah seorang petani.</p>
<p>Mentan yang juga Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (IKA UNHAS) mulai menghidupkan mesin dan mengoperasikan combain harvester (mesin panen).</p>
<p>Penggunaan mesin panen padi otomatis bisa menghemat tenaga, biaya dan menngurangi padi yang terbuang (losses).</p>
<p>&#8220;Jadi ada panen, ada juga tanam, semua dilakukan dengan kecepatan tinggi. Kita harus bertransformasi dari pertanian tradisional ke pertanian modern. Karena denga pengoperasian alat panen, bisa menekan biaya 60-70 persen, dan meningkatkan produksi,&#8221; seru Amran, di sela kunjungan kerjanya.</p>
<p>Di Kabupaten Gowa, target luas tambah tanam (LTT) pada tahun 2024 ini yaitu, 70.087 hektare, khusu kecamatan Patalassang seluas 5.034 hektare, dengan luas baku sawah berjumlah 32.903,25 hektare. Realisasi tanam Januari-September 2024 sebesar 28.424,30 Ton.</p>
<p>Dari realisasi tanam tersebut, maka realisasi panen Januari-September 2024 sebesar 39.290,75 ton, ditambah realisasi produksi Januari-September 2024 sebesar 187,558 ton.</p>
<p>Untuk mencapai target-target yang ada, maka tentu banyak pula bantuan disalurkan ke Kabuoaten Gowa, berupa pompa 359 unit yang sudah dimanfaatkan 100 persen, lalu irigasi perpompaan 27 unit, yang juga sudah tersalurkan termanfaatkan semua. Daru target lokasi pompanisasi 730 hektare, dan ternyata realisasinya 948 hektare atau 129,84 persen.</p>
<p>Kendati demikian, salah seorang petani, Puji, berharap tetap bisa dapat tambahan bantuan pupuk dan pompa, lantaran jika musim kemarau berkepanjangan meraka akan terlambat menanam kembali. &#8220;Jadi di sini hanya bisa panen dua kali setahun, karena kurang air,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Sementara itu, data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel menyebutkan Indeks Ketahanan Pangan Sulsel memgalami peningkatan. Meningkatnya Skor Pola Pangan Harapan, berari ada enurunan wilayah rentan rawan pangan, juga menurunnya kemiskinan ekstrem, serta peningkatan pendapatan per kapita dan pertumbuhan ekonomi. (*)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2024/10/12/mentan-amran-ikut-tandur-padi-dan-panen-gunakan-combine-harvester/">Mentan Amran Ikut Tandur Padi dan Panen Gunakan Combine Harvester</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tanam dan Panen Padi di Gowa, Mentan Amran Tegaskan Modernisasi Kunci Peningkatan Produksi</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2024/10/11/tanam-dan-panen-padi-di-gowa-mentan-amran-tegaskan-modernisasi-kunci-peningkatan-produksi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Suwardi Thahir]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Oct 2024 13:57:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Mentan Amran]]></category>
		<category><![CDATA[modernisasi]]></category>
		<category><![CDATA[panen padi di Gowa]]></category>
		<category><![CDATA[produksi]]></category>
		<category><![CDATA[tanam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=23671</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, GOWA &#8211; Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (Mentan Amran) melakukan tanam sekaligus panen padi di Desa Sunggumanai Kecamatan Patallasang Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Jumat (11/10/2024). Mentan Amran menyebutkan modernisasi sebagai kunci peningkatan produksi. “Kita harus bertransformasi menuju pertanian modern. Proses usahatani akan lebih efisien dan biaya produksi juga lebih murah,” ungkap Amran saat ditemui [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2024/10/11/tanam-dan-panen-padi-di-gowa-mentan-amran-tegaskan-modernisasi-kunci-peningkatan-produksi/">Tanam dan Panen Padi di Gowa, Mentan Amran Tegaskan Modernisasi Kunci Peningkatan Produksi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, GOWA &#8211; Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (Mentan Amran) melakukan tanam sekaligus panen padi di Desa Sunggumanai Kecamatan Patallasang Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Jumat (11/10/2024).</p>
<p>Mentan Amran menyebutkan modernisasi sebagai kunci peningkatan produksi.</p>
<p>“Kita harus bertransformasi menuju pertanian modern. Proses usahatani akan lebih efisien dan biaya produksi juga lebih murah,” ungkap Amran saat ditemui awak media usai kegiatan di Gowa.</p>
<p>Mentan Amran pun mempraktikkan penggunaan combine harvester saat melakukan panen. Ia menegaskan dengan menggunakan alat dan mesin pertanian (alsintan) modern seperti combine harvester, produksi akan meningkat.</p>
<p>&#8220;Sekarang saatnya kita operasikan alat panen sehingga menekan biaya 60 sampai 70 persen kemudian losses berkurang 20 persen. Biaya murah dan pastinya meningkatkan produksi,&#8221; kata Mentan Amran.</p>
<p>Basri, salah seorang petani muda yang sudah tiga tahun terjun di dunia pertanian mengakui bahwa penggunaan alat mesin pertanian, salah satunya combine harvester, sangat bermanfaat dan signifikan.</p>
<p>&#8220;Semenjak ada combine (harvester.red), kami merasa terbantu. Proses panen lebih cepat, gabah tidak banyak yang terbuang dan biaya bisa ditekan,&#8221; ungkap Basri.</p>
<p>Selain penggunaan Alsintan modern, pompanisasi yang tengah digencarkan Kementerian Pertanian (Kementan) dalam upaya menjaga produksi padi dengan mengoptimalkan sumber air, diakui Basri dan petani lainnya, memiliki dampak yang besar.</p>
<p>&#8220;Kemarin itu sebelum ada pompanisasi, kita panen cuma sekali satu tahun. Tapi setelah kita mendapatkan bantuan pompa, Alhamdulillah tahun ini sudah bisa dua kali. Bahkan selesai panen kali ini kita akan memulai tanam untuk mengejar panen ketiga kalinya,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Selain Mentan Amran, turut hadir juga Kasum TNI, Letnan Jenderal TNI Richard Taruli H. Tampubolon, Kabaharkam, Komisaris Jenderal Polisi, Mohammad Fadil Imran, Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Food Estate, Letjen TNI (Purn.) Ida Bagus Purwalaksana dan Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan, Zudan Arif Fakrulloh.</p>
<p>Sebagai informasi, pompanisasi merupakan upaya Kementan dalam rangka penambahan areal tanam (PAT) yang dikonsentrasikan di daerah-daerah sentra produksi, diantaranya Sulawesi Selatan.</p>
<p>Sulawesi Selatan merupakan penghasil beras nomor 4 nasional. Realisasi PAT di Sulawesi Selatan telah mencapai 97,53% dengan luasan 106.710 hektare dari total target 109.412 hektare.</p>
<p>Sementara untuk Kabupaten Gowa yang merupakan kawasan penopang pangan di bagian selatan Sulawesi Selatan capaian LTT sudah lebih dari 100% yaitu 71.230 hektare dari target 70.087 hektare. (*)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2024/10/11/tanam-dan-panen-padi-di-gowa-mentan-amran-tegaskan-modernisasi-kunci-peningkatan-produksi/">Tanam dan Panen Padi di Gowa, Mentan Amran Tegaskan Modernisasi Kunci Peningkatan Produksi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mentan Amran Nikmati Tanam Padi dan Panen Bersama Petani di Kabupaten Gowa</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2024/10/11/mentan-amran-nikmati-tanam-padi-dan-panen-bersama-petani-di-kabupaten-gowa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Suwardi Thahir]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Oct 2024 07:38:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[gowa]]></category>
		<category><![CDATA[Lahan]]></category>
		<category><![CDATA[Mentan Amran]]></category>
		<category><![CDATA[panen padi]]></category>
		<category><![CDATA[patalassang]]></category>
		<category><![CDATA[tanam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=23651</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, GOWA &#8211; Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (mentan Amran), melakukan panen sekaligus menanam padi di lahan seluas 300 hektare Dusun Sailong, Desa Sunggumanai, Kecamatan Patalassang, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Jumat (11/2/2024). Tiba di lokasi Mentan Amran langsung turun ke sawah bergabung dengan petani yang sedang menanam. Mentan tampak menikmati kegiatan menanam bersama petani yang [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2024/10/11/mentan-amran-nikmati-tanam-padi-dan-panen-bersama-petani-di-kabupaten-gowa/">Mentan Amran Nikmati Tanam Padi dan Panen Bersama Petani di Kabupaten Gowa</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, GOWA &#8211; Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (mentan Amran), melakukan panen sekaligus menanam padi di lahan seluas 300 hektare Dusun Sailong, Desa Sunggumanai, Kecamatan Patalassang, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Jumat (11/2/2024).</p>
<p>Tiba di lokasi Mentan Amran langsung turun ke sawah bergabung dengan petani yang sedang menanam.</p>
<p>Mentan tampak menikmati kegiatan menanam bersama petani yang terlihat antusias dan makin bersemangat ditemani Amran menanam.</p>
<p>Amran ke lokasi menanam dan panen ini bersama Kabaharkam Polri, Komjen Pol Fadil Imran, Kepala Staf Umum TNI, Letjend TNI Richard Taruli H Tampubolon, Pj Gubernur Sulsel, Zudan Arif Fakhrulloh.</p>
<p>Juga hadir Staf Khusus Mentan Bidang Ketahanan Pangan, Letjend TNI (Purn) Ida Bagus Purwalaksana Kapolda Sulsel, Irjen Pol Drs Yudhiawan bersama Pj Gubernur Sulsel, Zudan Arif Fakhrulloh, Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan.dan.Direktur Utama PT Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi.</p>
<p>Dari Kementan hadir Plt Dirjen Hortikultura Taufiq Ratule, Kepala BSIP, Fadjry Jufri, Direktur Perlindungan Hortikultura M. Sidiq, Tenaga Ahli Menteri Yusran Yusuf, Desrial, kepala BSIP Maros Amin Nur dan lainnya.</p>
<p>Sawah seluas 300 ha dengan padi menguning mulai dipanen hari ini menggunakan combine harvester. Lokasi ini dikelola Sanggar/Kelompok Tani Maccini Baji.</p>
<p>&#8220;Jadi ada panen, ada juga tanam, semua dilakukan dengan kecepatan tinggi. Kita harus bertransformasi dari pertanian tradisional ke pertanian modern. Karena denga pengoperasian alat panen, bisa menekan biaya 60-70 persen, dan meningkatkan produksi,&#8221; kata Amran, di lokasi panen.</p>
<p>Di Kabupaten Gowa, target luas tambah tanam (LTT) pada tahun 2024 ini yaitu, 70.087 hektare.</p>
<p>Khusus kecamatan Patalassang seluas 5.034 hektare, dengan luas baku sawah 32.903,25 hektare.</p>
<p>Realisasi tanam Januari-September 2024 sebesar 28.424,30 Ton.</p>
<p>Dari realisasi tanam tersebut, maka realisasi panen Januari-September 2024 mencapai 39.290,75 ton, ditambah realisasi produksi Januari-September 2024 sebanyak 187,558 ton.</p>
<p>Untuk mencapai target-target yang ada, maka tentu banyak pula bantuan disalurkan ke Kabuoaten Gowa, berupa pompa 359 unit yang sudah dimanfaatkan 100 persen, lalu irigasi perpompaan 27 unit, yang juga sudah tersalurkan termanfaatkan semua.</p>
<p>Dari target lokasi pompanisasi 730 hektare, dan ternyata realisasinya 948 hektare atau 129,84 persen.</p>
<p>Salah seorang petani, Puji, berharap tetap bisa dapat tambahan bantuan pupuk dan pompa, lantaran jika musim kemarau berkepanjangan mereka akan terlambat menanam kembali.</p>
<p>&#8220;Jadi di sini hanya bisa panen dua kali setahun, karena kurang air,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Namun demikian, dengan sistem yang dikembangkan, panen bersamaan dengan pengolahan tanah/tanam, maka besar pekuang untuk panen tiga kali.</p>
<p>Sementara itu, data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel menyebutkan Indeks Ketahanan Pangan Sulsel mengalami peningkatan.</p>
<p>Meningkatnya Skor Pola Pangan Harapan, berarti ada penurunan wilayah rentan rawan pangan, juga menurunnya kemiskinan ekstrem, serta peningkatan pendapatan per kapita dan pertumbuhan ekonomi. (*)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2024/10/11/mentan-amran-nikmati-tanam-padi-dan-panen-bersama-petani-di-kabupaten-gowa/">Mentan Amran Nikmati Tanam Padi dan Panen Bersama Petani di Kabupaten Gowa</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kejar Tanam di Bulan Oktober, Wamentan Pastikan Ketersediaan Pupuk Aman</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2024/10/03/kejar-tanam-di-bulan-oktober-wamentan-pastikan-ketersediaan-pupuk-aman/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Suwardi Thahir]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Oct 2024 07:56:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[oktober]]></category>
		<category><![CDATA[Pupuk]]></category>
		<category><![CDATA[tanam]]></category>
		<category><![CDATA[Wamentan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=23232</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JEPARA &#8211; Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono memastikan ketersediaan pupuk untuk produksi di bulan Oktober ini dalam kondisi aman. Dia mengatakan pemerintah telah mengalokasikan 9,5 juta ton tambahan pupuk subsidi atau naik 100 persen dari yang sebelumnya hanya 4,5 juta ton. &#8220;Memang ada masalah pupuk tapi yang terkait dengan distribusi. Karena itu kami turun [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2024/10/03/kejar-tanam-di-bulan-oktober-wamentan-pastikan-ketersediaan-pupuk-aman/">Kejar Tanam di Bulan Oktober, Wamentan Pastikan Ketersediaan Pupuk Aman</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JEPARA &#8211; Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono memastikan ketersediaan pupuk untuk produksi di bulan Oktober ini dalam kondisi aman.</p>
<p>Dia mengatakan pemerintah telah mengalokasikan 9,5 juta ton tambahan pupuk subsidi atau naik 100 persen dari yang sebelumnya hanya 4,5 juta ton.</p>
<p>&#8220;Memang ada masalah pupuk tapi yang terkait dengan distribusi. Karena itu kami turun langsung ke lapangan dan saya ingin memastikan pupuk yang disubsidi pemerintah betul-betul sampai ke petani karena Oktober bulan ini harus kita push percepatan tanamnya agar di bulan Januari nanti kita sudah bisa panen,&#8221; ujar Wamentan Sudaryono saat meninjau percepatan tanam di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah,, Kamis, 3 Oktober 2024.</p>
<p>Ke depan, kata Sudaryono, sistem dan tata kelola pupuk harus ditingkatkan menjadi lebih baik lagi. Dia tidak ingin petani yang tengah bersemangat produksi malah lesu akibat kurangnya pupuk subsidi.</p>
<p>&#8220;Kita akan selesaikan masalah pupuk ini satu persatu dan saya sepakat ingin membawa persoalan ini nanti tata kelola pupuknya tentu saja harus kita perbaiki untuk bagaimana memastikan pupuk Indonesia sebagai produsen dan distribusinya itu betul-betul sampai ke petani,&#8221; katanya.</p>
<p>Di lokasi, Mentan mengajak para petani Jepara agar melakukan produksi di bulan Oktober ini secara maksimal. Jangan sampai, kondisi air yang melimpah ini tidak dimanfaatkan dengan baik.</p>
<p>&#8220;Saya ingin memastikan bahwa di bulan Oktober ini yang penting kita push supaya petani menanam lebih bersemangat lagi. Sebab itung-itungan kita kalau Oktober nanam maka Januari itu panen,&#8221; katanya.</p>
<p>Sebelumnya di Kabupaten Demak, Wamentan Sudaryono juga mendorong para petani untuk mengoptimalkan percepatan tanam, terutama masa tanam di bulan Oktober tahun ini.</p>
<p>Menurut Wamentan Sudaryono, percepatan harus dilakukan mengingat saat ini sebagian wilayah sentra memasuki musim hujan sehingga ketersediaan air dalam posisi cukup.</p>
<p>&#8220;Saya datang kesini (Demak) untuk memberi semangat kepada petani bahwa kita harus mempercepat tanam supaya dalam setahun ini makin produktif. Jadi intinya begitu panen langsung di ditanami karena sebagian sentra mulai turun hujan sehingga sudah ada air,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2024/10/03/kejar-tanam-di-bulan-oktober-wamentan-pastikan-ketersediaan-pupuk-aman/">Kejar Tanam di Bulan Oktober, Wamentan Pastikan Ketersediaan Pupuk Aman</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
