KABARIKA.ID, LAMPUNG– Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DKPTPH) Provinsi Lampung menggelar Rapat koordinasi Teknis (Rakornis) dalam rangka percepatan tanam untuk pencapaian target tanam padi bulan Desember 2025.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Rakornis yang dilaksanakan di ruang rapat DKPTPH membicarakan berbagai hal dihadiri Tenaga Ahli Menteri (TAM) Dr. Ir. Pamuji Lestari, M.Sc, Kadis DKPTPH Provinsi, Elvira Umihanni, SP, MT, Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP), Endro Gunawan, SP, ME, Ph.D, Andre dari Kejaksaan, Kepala-kepala Dinas dan unsur terkait.
Rapat dipimpin Kadis Elvira dengan pemateri Puji Lestari dan Endro Gunawan serta pemaparan singkat Andre mengenai perkembangan Program Petani Adhyaksa Mandiri.
Agenda utama rapat adalah kesanggupan Luas Tambah Tanam (LTT) 15 Kabupaten/kota serta realisasi panen bulan November dan perkiraan bulan Desember 2025.
Rapat berlangsung dinamis dengan tujuan pencapaian target atau bila memungkinkan melampaui pencapaian tahun sebelumnya.
“Lampung yang membanggakan.
Di atas rata-rata provinsi lain pulau Sumatra dan Jawa,” kata Tari, sapaan akrab Pamuji Lestari, di Lampung, Kamis, 4 Desember 2025.
Bahkan, Lampung adalah satu-satunya provinsi yang turut berpartisipasi membagikan bantuan bencana Sumatra (Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat).
Dalam pemaparannya, Tari juga menginfokan keberhasilan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sebagai Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang menurunkan harga beras, Harga Eceran Tertinggi (HET), menurunkan harga pupuk 20 persen, meningkatkan volume dan memudahkan petani memperolehnya.
Ia berjanji akan membantu memenuhi permintaan Kadis untuk kepentingan oetani. Tenaga Ahli Menteri Pertanian bidang Optimalisasi Pemanfaatan Lahan Rawa Mineral itu hanya menyaratkan target yang telah ditetapkan tercapai.
“Saya akan bantu kalau meminta asal konsisten untuk menaikkan LTT,” kata Tari sambil menekankan pentingnya kerjasama semua yang hadir.
Pada indikator perbandingan realisasi tanam, target pusat dan kesanggupan, LTT 15 kabupaten kota di Lampung didominasi pencapaian warna hijau (baik). Hanya Kabupaten Pringsewu yang kuning.
Sedang pada evaluasi indikator sandingan realisasi LTT padi tahun 2023,2024 dan 2025 menunjukkan kenaikan yang signifikan.
Menurut Kepala BRMP Endro Gunawan, realisasi LTT pada 2023 sebanyak 480.445 Ha, meningkat menjadi 599.876 Ha, dan pada Januari- November 2025 naik menjadi 202.566 Ha.
Terdapat dua daerah yang mengalami penurunan dan satu stagnan. Namun secara keseluruhan tetap menunjukkan kenaikan dari tahun 2023 hingga 2025.
Sementara Kadis Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DKPTPH) Provinsi Lampung, Elvira Umihanni mengingatkan jajarannya untuk tetap semangat agar waktu yang tersisa bisa dimaksimalkan.
“November 2025 kesanggupan produksinya rata-rata melampaui target,” katanya.
Sebelum rapat berakhir dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap capaian, target dan persoalan di lapangan, termasuk butir-butir kerjasama yang tertuang dalam MoU (nota kesepahaman) antara Brigade Pangan dan Kelompok Tani.
Pembahasan dan evaluasi masing-masing kabupaten/kota juga menyangkut ketersediaan air, sarana jalan, listrik, pompanisasi, bibit, alsintan dan program-program bantuan lainnya.
Meski pembahasan berkesan alot, TAM Pamuji Lestari, Kadis DKPTPH, Elvira, Kepala BRMP Lampung, Endro Gunawan dan para Kadis serta jajarannya sepakat bekerja keras untuk mencapai, bahkan melampaui target.
Perlu dipahami capaian LTT dan cetak sawah Provinsi Lampung ini tidak lepas dari arahan Direktur Jenderal Hortikultura, Dr. Ir. Taufiq Ratule, MS.i sebagai penanggungjawab lokasi.
Ia menyampaikan permohonan maaf karena pada saat-saat terakhir akan ke Lampung mendapat tugas lain.
Begitupun Kepala Balai Pelatihan Pertanian Lampung, Adi Destriadi yang sedang mengikuti Rapim B sehingga pj swasembada Lampung Timur itu diwakili salah seorang stafnya. Ia mengaku tetap memonitor dan akan melaksanakan dengan maksimal hasil-hasil keputusan Rakornis. (*)
