KABARIKA.ID, MAKASSAR — Ilham Arief Sirajuddin resmi terpilih sebagai Ketua DPD I Golkar Sulawesi Selatan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mantan Wali Kota Makassar itu terpilih secara aklamasi dalam musyawarah daerah XI di Hotel Claro Jalan AP Pettarani Kota Makassar Sabtu (18/7/2026).
Musda dibuka langsung Ketua Umum Bahlil Lahadalia. Ia datang didampingi Sekretaris Jenderal M Sarmuji, Bendahara Umum Sari Yuliati.
Ilham Arief Sirajuddin salah satu pemimpin lulusan Unhas. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana di Fakultas Pertanian Unhas.
Ini kali kedua IAS memimpin beringin rindang Sulsel. Sebelumnya ia pernah ditugaskan sebagai pelaksana tugas (Plt) Ketua DPD I Golkar Sulsel pada era kepemimpinan Ketua Umum Jusuf Kalla pada 2007-2009 silam.
Saat itu Amin Syam memutuskan mengundurkan diri sebagai Ketua DPD I Golkar Sulsel seusai kalah Pilgub Sulsel 2007 dari Syahrul Yasin Limpo.
IAS pun melanjutkan sementara estafet kepemimpinan selama dua tahun sampai pemilu 2009.
Kini beringin rindang kembali dipimpin IAS.
lham Arief Sirajuddin (IAS), langsung tancap gas menetapkan target politik yang ambisius usai terpilih secara aklamasi.
Sesuai komitmennya dengan Ketua Umum DPP Partai Golkar, IAS membidik peningkatan perolehan kursi legislatif hingga 50 persen di semua tingkatan di Sulsel.
“Harapan Ketua Umum untuk meningkatkan perolehan kursi di seluruh tingkatan telah menjadi komitmen saya. Insyaallah, Sulawesi Selatan di setiap tingkatannya akan ada peningkatan kursi sebanyak 50 persen,” tegas IAS dalam pidatonya usai terpilih.
Secara rinci, IAS memetakan target optimasi suara tersebut mulai dari tingkat pusat hingga daerah. Untuk kursi DPR RI, Golkar Sulsel ditargetkan naik dari empat menjadi minimal enam kursi. Sementara untuk tingkat DPRD Provinsi, raihan ditargetkan melompat dari 14 kursi menjadi 21 kursi.
Tantangan terbesar berada di tingkat DPRD Kabupaten/Kota, di mana IAS menargetkan lonjakan dari 138 kursi menjadi hampir 200 kursi se-Sulsel.
Namun, IAS menyadari target besar ini tidak akan terwujud tanpa adanya kerja kolektif. Ia menekankan pentingnya sinergitas dan kolaborasi yang solid dari tingkat pusat, provinsi, hingga pengurus DPD II di kabupaten/kota.
“Itu tidak mungkin bisa berjalan tanpa sinergitas dan kolaborasi. Saya juga telah menyerahkan roadmap strategi 5 tahun ke depan kepada Ketua Umum sebagai pegangan dan modal bersama kita untuk bekerja,” tambahnya.
Profil
Dikutip dari Wikipedia, Ilham Arief Sirajuddin (lahir 16 September 1965) adalah politikus Indonesia. Ia adalah Wali Kota Makassar 2 periode yakni 2004–2009 dan 2009–2014. Ia pernah menjabat sebagai Anggota DPRD Sulawesi Selatan Fraksi Golkar periode 1999–2004.
Aco demikian sapaan akrab Ilham, dijuluki Bapak Pembangunan Makassar karena prestasinya dalam membangun Kota Makassar. Selama menjabat ia mendapat 160-an penghargaan baik itu tingkat nasional maupun Internasional.
Ia juga merupakan manajer dan ketua umum tim sepak bola PSM Makassar.
Ilham lahir di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan pada 16 September 1965 dari anak pasangan Arief Sirajuddin dan Hj. Djohra. Berbeda dengan ayahnya yang berkecimpung di dunia kemiliteran, Ilham sendiri berprofesi di dunia perpolitikan Indonesia.
Ilham Arief Sirajuddin menikah dengan Aliyah Mustika yang adalah anak perempuan ketiga Letnan Kolonel (Purn.) Ali Abdullah. Dari pernikahan mereka lahir dua anak laki-laki dan dua anak perempuan: Amirul Yamin Ramadhansyah, Zulfiqar Nur Alamsyah, Siti Hamsinah Khairahtunnisa dan Siti Muhlisatul Amalia.
Karier politik
Wali kota Makassar
Ilham dilantik pertama menjadi Wali kota Makassar dalam sebuah acara yang dinilai sakral dilakukan di depan Benteng Fort Rotherdam pada 8 Mei 2004. Selanjutnya di atas Mall Karebosi Link pada 8 Mei 2009 Ilham dilantik kembali untuk kedua kalinya sebagai Wali Kota Makassar. Ilham mengusung visi “Makassar Menuju Kota Dunia Berlandas Kearifan Lokal”. Visi ini terinspirasi dari dua hal mendasar yakni jiwa dan semangat untuk memacu perkembangan Makassar agar lebih maju, terkemuka dan menjadi kota yang diperhitungkan dalam pergaulan regional, nasional dan global.
Ilham dianggap sebagai sosok yang cerdas, energik dan penuh inovasi, pemimpin semua ras termasuk dekat dengan warga non pribumi (Tionghoa), merakyat dengan semua etnis, mencanangkan “Gerakan Makassar Gemar Membaca” dan menyediakan ambulans gratis untuk warga tidak mampu. Juga, sejak tahun 2006 Ia telah merintis sekolah bersubsidi penuh. Terkhusus untuk penanggulangan kemiskinan, dirinya telah mengeluarkan peraturan wali kota tentang pembentukan Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Kota Makassar.
Sebagai Wali kota Makassar, Ilham telah mendapatkan pengakuan dan penghargaan antara lain mendapatkan penghargaan dari Menteri Keuangan atas kinerja pengelolaan keuangan daerah. Untuk menigkatkan kualitas pelayanan publik, Ilham telah mendorong penerapan one stop service dan pendelegasian kewenangan penandatangan izin-izin, pelayanan dasar yang bersubsidi penuh di sekolah dan puskesmas. Memberikan pelayanan gratis kartu penduduk, kartu keluarga, akta kelahiran dan akta kematian, pelayanan gratis terhadap pemakaman dan penguburan jenazah, pelayanan gratis angkutan anak sekolah dan bantuan hukum gratis bagi masyarakat kurang mampu.
Sebuah komitmen menjadikan kota tercinta harapan semua orang, harapan berinvestasi, harapan meraih sukses, harapan meraih masa depan, harapan memperoleh pendidikan yang bermutu. Ada anggapan bahwa Makassar mesti dipimpin oleh seorang yang sedikit ‘gila’, dan Ilhamlah orangnya. Ini ditandai dengan keberanian Ilham merevitalisasi Lapangan Karebosi dengan tanpa modal sepeser pun dari APBD. Dan ternyata akhirnya sukses. Bahkan Majalah Tempo memilih Ilham sebagai wali kota sukses membangun, lantaran kesuksesannya merevitalisasi Karebosi.
Dia juga sukses merevitalisasi Pantai Losari. Konsep yang Ilham bawakan membawa laju pertumbuhan ekonomi Kota Makassar berada di peringkat paling tinggi di Indonesia. Dalam lima tahun terakhir, rata-rata pertumbuhan ekonomi Kota Makassar di atas 9%.Bahkan pada tahun 2008, pertumbuhan ekonomi Kota Makassar mencapai angka 10,83%. Pesatnya pertumbuhan ekonomi saat itu, bersamaan dengan gencarnya pembangunan infrastruktur yang mendorong perputaran ekonomi, seperti pembangunan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, jalan tol dan sarana bermain kelas dunia Trans Studio di Kawasan Kota Mandiri Tanjung Bunga. Selain itu, Ilham Arief juga ternyata punya impian menjadikan Makassar sebagai Cyber City. Cyber city merupakan konsep kota modern berbasis teknologi informasi dan kini telah diterapkan di sejumlah kota besar di dunia.Tahap awal, Pemkot Makassar telah bekerjasama dengan PT Telkom Tbk dalam bentuk pemasangan jaringan internet nirkabel, Wi-Fi di Pantai Losari tahun 2008.
Pada periode kedua pemerintahannya, Ilham tinggal melanjutkan konsep dan pemikirannya sejak periode pertama. Konsep lain yakni program Gemar Membaca. Kesadaran baru pada konsep ini dilandasi oleh semangat kesetaran dalam memperoleh pendidikan. Hal lain yang tak kalah menarik adalah penerapan aksara lontara sebagai indegeneus local. Program penerapan aksara lontara pada nama-nama jalan di Makassar merupakan bagian dari upaya pemerintah sebagai motivator membumikan budaya lokal untuk tidak terasing di daerah sendiri. Kota Makassar juga diplot tidak lagi sekadar pintu gerbang atau gateway kawasan timur Indonesia tetapi menjadi ruang keluarga (living room) bagi bisnis dan investasi dan mengembalikan kejayaan Makassar di pentas global
