KABARIKA.ID, GOWA– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa terus berupaya memberikan pelayanan yang terbaik bagi warganya. Salah satunya Warga Kecamatan Pallangga, Daeng Rannu dan Zaenab yang sempat viral di sosial media karena disebut tidak mendapat perhatian dari pemerintah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang menegaskan Pemerintah Kabupaten Gowa melalui jajaran telah melakukan tindak lanjut secara langsung. Ia mengaku warga tersebut selama ini telah tersentuh oleh pemerintah. Bahkan mendapatkan bantuan seperti PKH, BPNT dan KIS.

“Selama ini pemerintah sudah memperhatikan beliau, karena dia ini penerima beberapa manfaat BPJS, BPNT dan PKH. Hanya saja karena malu dengan tetangga dia tidak mau ke Rumah Sakit. Alhamdulillah tepat Jum’at (4/4) dini hari setelah dibujuk mereka mau dan kita bawa ke RSUD Syekh Yusuf untuk segera ditangani oleh tenaga kesehatan,” ungkapnya, saat dikonfirmasi, Jum’at (4/4) malam.

Husniah menyebut kejadian ini adalah tanggungjawab Pemerintah Kabupaten Gowa. Terlebih di program 100 hari pertamanya ini menjadikan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Gowa sebagai salah satu program prioritasnya.

“Apalagi ini bagian dari Gowa Sehat dan Gowa Sejahtera jadi pasti akan mendapatkan perhatian lebih dari kami. Jadi yang mengatakan mereka tidak diperhatikan oleh pemerintah itu informasi yang kurang tepat,” jelasnya.

Sementara Direktur Utama RSUD Syekh Yusuf Kabupaten Gowa, dr Ummu Salamah mengaku sejak mereka dibawa ke RS pada Jum’at dini hari, pihaknya segera melakukan penanganan oleh dokter umum di IGD Rumah Sakit yang kemudian ditindaklanjuti oleh dokter kulit pada pagi harinya.

“Jadi penanganan yang telah dilakukan, sejak dini hari sampai saat ini setelah diperiksa kita langsung teruskan ke dokter kulit dan dokter gizi klinik. Sudah diberikan pengobatan khususnya untuk kulitnya dimana terapi yang dilakukan yakni dokter akan memberikan salep setiap harinya hingga seminggu kedepan untuk mengurangi gejala dari sakitnya ini,” katanya.

Selain itu, pihak rumah sakit akan mengecek riwayat penyakit lainnya dan terus mengedukasi ke masyarakat pentingnya menjaga kesehatan dalam mencegah penyakit datang. Terlebih kedua masyarakat tersebut memiliki BPJS sehingga lebih mudah dalam mendapatkan pelayanan kesehatan gratis.

“Sejak dibawah dini hari oleh pemerintah kecamatan hingga SKPD terkait, kita langsung melakukan penanganan. Kita edukasi juga pentingnya untuk menjaga kenersihan. Diharapkan sepekan sudah ada perbaikan tapi itu harus berlanjut terus sambil memeriksan riwayat lainnya,” tambah dr Ummu.

Warga Kecamatan Pallangga ini diposting oleh dua akun media sosial @takalarinfo dan @gowainformasi yang menuliskan caption kalau korban ini menderita sakit dirumahnya hanya bersama ibunya yang juga sedang sakit parah dan setelah ditelusuri informasi tersebut kurang tepat karena mereka adalah salah satu penerima manfaat PKH, BPNT dan KIS/BPJS Kesehatan.(*)