KABARIKA.ID, JENEWA — Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (Dirjen WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, menekankan pentingnya pengesahan Perjanjian Pandemi WHO yang telah disepakati negara-negara anggota pada pertengahan April 2025 lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pernyataan itu disampaikan oleh Tedros pada Sidang Kesehatan Dunia ke-78 yang digelar di Jenewa, yang dikutip dari Anadolu, hari ini Selasa (20/05/2025).

Dalam pidato pembukaannya, Tedros menyatakan bahwa sidang tahun ini lebih penting dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Ia menilai momen ini sebagai peluang bersejarah bagi dunia untuk memperkuat kesiapsiagaan terhadap pandemi yang mungkin terjadi di masa depan.

Perjanjian Pandemi WHO telah melalui proses negosiasi selama lebih dari tiga tahun dan melibatkan seluruh negara anggota. Rancangan akhirnya diselesaikan pada 16 April lalu.

Tedros menyebut rancangan tersebut sebagai tonggak sejarah dalam kesiapan global menghadapi ancaman kesehatan lintas batas.

Tedros berharap negara-negara anggota akan segera mengesahkan perjanjian tersebut, yang menurutnya sangat dinanti-nantikan.

“Dalam sidang ini, negara-negara anggota akan mempertimbangkan, dan semoga mengesahkan, Perjanjian Pandemi WHO. Ini benar-benar momen bersejarah,” ujar Dirjen WHO Tedros.

Ia berharap negara-negara anggota akan segera mengesahkan perjanjian tersebut, yang menurutnya sangat ditunggu-tunggu.

Ia menegaskan bahwa dunia tidak boleh mengulangi kesalahan yang terjadi selama pandemi Covid-19 tiga tahun lalu.

Perjanjian ini mencakup berbagai aspek penting, seperti pencegahan, kesiapsiagaan, dan respons terhadap pandemi.

Selain itu, perjanjian ini juga menjamin akses yang adil terhadap alat kesehatan penting seperti vaksin dan obat-obatan.

Tedros juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh negara anggota yang telah terlibat aktif dalam menyusun kesepakatan ini.

Ia menilai keberhasilan ini sebagai wujud nyata kolaborasi internasional dan diplomasi kesehatan global yang kuat. (*/mr)