KABARIKA.ID, MAKASSAR– Alumni Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin (Unhas), Saharuddin Ridwan, resmi menyandang gelar doktor di bidang Ilmu Lingkungan. Ia mempertahankan disertasinya dalam sidang ujian tertutup di Pascasarjana Unhas, Selasa (28/7/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Disertasi berjudul “Model Tata Kelola Kebijakan dan Strategi Pengelolaan Sampah Berkelanjutan di Universitas Hasanuddin” itu dibimbing oleh Dr. Eng. Ir. Irwan Ridwan Rahim, S.T., M.T. dan Dr. Ir. Darhamsyah, M.Si. Tim penguji terdiri atas Dr. Mini Farida, S.T., M.Si., Prof. Baharuddin, S.T., M.Arch., Ph.D., Prof. Dr. Eng. Adi Maulana, S.T., M.Phil., dan Prof. Dr. Eymal Bahsar Demmallino, M.Si.

Latar Sastra, Karya Akhir di Bidang Lingkungan

Saharuddin dikenal sebagai praktisi lingkungan, aktivis sosial, jurnalis, dan profesional di sejumlah badan usaha milik daerah. Meski berasal dari rumpun ilmu sastra, ia konsisten mengembangkan kapasitas keilmuan hingga jenjang doktoral di bidang lingkungan hidup.

Dalam disertasinya, ia mengangkat persoalan sampah sebagai tantangan utama perguruan tinggi. Menurut dia, institusi pendidikan tinggi dituntut tidak hanya menjadi pusat pengembangan ilmu, tetapi juga menjadi teladan dalam penerapan praktik ramah lingkungan.

“Melalui konsep green campus, universitas didorong mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi dalam seluruh aktivitas akademik maupun operasional kampus,” ujar Direktur Utama PT Bumi Maros Sejahtera (Perseroda) itu.

Unhas sebagai salah satu perguruan tinggi terbesar di Indonesia Timur dinilai memiliki tanggung jawab besar dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang efektif dan terintegrasi. Penelitian ini, kata Saharuddin, bertujuan menyusun model tata kelola yang dapat menjadi rujukan bagi perguruan tinggi lainnya.

Metode Campuran dan Model “Uhnas”

Penelitian dilakukan dengan pendekatan mixed methods. Saharuddin menggabungkan analisis kuantitatif terhadap timbulan dan komposisi sampah di lingkungan kampus dengan analisis kualitatif terhadap kebijakan, regulasi, perilaku sivitas akademika, serta implementasi pengelolaan yang telah berjalan.

Tahapan penelitian mencakup pemetaan kondisi eksisting, penyusunan strategi berbasis keberlanjutan, analisis implementasi, hingga perumusan model tata kelola.

Hasilnya, ia melahirkan konsep bernama “Model Uhnas”, yang mengintegrasikan empat aspek utama:

1. Kebijakan dan regulasi,
2. Teknis operasional,
3. Kelembagaan,
4. Ekonomi sirkular.

Model ini diharapkan menjadi pedoman strategis bagi Unhas dalam mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang adaptif terhadap perubahan lingkungan. Selain itu, model ini juga menawarkan kerangka kerja yang dapat direplikasi oleh perguruan tinggi lain di Indonesia.

Dua Dekade Berkecimpung di Lingkungan Hidup

Saharuddin memiliki rekam jejak panjang di bidang lingkungan hidup selama lebih dari 20 tahun. Ia aktif menginisiasi gerakan pelestarian lingkungan, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan bank sampah.

Sejumlah penghargaan telah ia terima:

· 2009 – Penghargaan Pejuang Lingkungan dari Wali Kota Makassar,
· 2018 – Penghargaan dari Gubernur Sulawesi Selatan atas pengelolaan lingkungan,
· 2018 – Penghargaan To Barania dari Wali Kota Makassar.

Selain sebagai pegiat lingkungan, Saharuddin juga memiliki latar belakang jurnalistik. Ia pernah menjadi wartawan Harian Fajar (2000–2002) dan wartawan sekaligus koresponden PT Indosiar Visual Mandiri (2002–2012).

Sejak 2008, ia menjabat sebagai Ketua Yayasan Peduli Negeri, lembaga swadaya masyarakat yang bergerak di bidang pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan. Pada 2017–2021, ia dipercaya sebagai Ketua Umum Asosiasi Bank Sampah Indonesia.

Di sektor BUMD, ia pernah menjabat Ketua Badan Pengawas Perusda Rumah Potong Hewan Makassar (2016–2018) dan Direktur Operasional PD Pasar Makassar Raya (2018–2021). Sejak Juli 2023, ia menjabat Direktur Utama Perseroda Kabupaten Maros.

Perjalanan Pendidikan

Saharuddin menempuh pendidikan dasar hingga menengah di Kabupaten Sinjai: SDN 150 Sinjai (1984–1989), SMP Negeri 3 Sinjai (1989–1992), dan SMA Negeri 1 Sinjai (1992–1994).

Ia meraih gelar Sarjana Sastra Indonesia dari FIB Unhas (1994–2000), kemudian Magister Manajemen Sumber Daya Manusia dari Universitas Muhammadiyah Makassar (2013–2017). Gelar doktor Ilmu Lingkungan dari Sekolah Pascasarjana Unhas ia raih pada 2026. (*)