KABARIKA.ID, MAKASSAR – Rektor UNHAS Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc, melepas tim Ekspedisi Pelayaran Akademis (EPA) III Korps Pecinta Alam (Korpala) UNHAS di Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) VI, Makassar, Minggu 3 Agustus 2025.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pelepasan tim ekspedisi yang menjadi simbol kuat perpaduan antara semangat petualangan, kajian ilmiah, dan penguatan identitas budaya maritim bangsa.
Turut hadir dalam pelepasan ini Direktur Eksekutif Ikatan Alumni (IKA) Universitas Hasanuddin, Salahuddin Alam, mewakili Ketua Umum Andi Amran Sulaiman dan Pengurus Pusat IKA UNHAS, Prof. Dr. Farida Patittingi, S.H., M.Hum, Wakil Rektor Bidang SDM, Alumni dan Sistem Informasi Unhas serta undangan lainnya.
Mengawali kegiatan, Wana Widia, panitia penyelenggara dari Korpala UNHAS menjelaskan, ekspedisi ini bukan sekadar perjalanan fisik melintasi lautan, tetapi juga merupakan simbolisasi semangat menjaga warisan budaya maritim Indonesia.
EPA III kali ini menempuh 2.356 mil menggunakan perahu khas Mandar di Sulawesi Barat (Sulbar), sandeq paropong.
Perjalanan dimulai hari ini start dari Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Indonesia dan akan berakhir di Thailand.
Sebanyak sembilan anggota Korpala Unhas terlibat dalam EPA III, terdiri enam orang di tim laut dan tiga orang di tim darat.
Mereka akan melewati empat negara, yakni Indonesia, Malaysia, Singapura dan Thailand serta dua selat, Selat Makassar dan Selat Malaka.
Diperkirakan EPA III yang membawa konsep penelusuran jejak dan pengembara laut memakan waktu 66 hari dengan 65 persinggahan.
Ketua Umum Korpala Unhas, Andreas Parhusip pada keterangan sebelumnya menjelaskan, EPA III ini ekspedisi ilmiah, budaya dan petualangan maritim.
Dengan menjelajahi jalur pengembara laut nusantara dari Indonesia hingga Asia Tenggara.
Pengembara laut atau sea nomads dimaksud adalah kelompok semi-nomaden di beberapa negara Asia Tenggara.
Selama menuju perjalanan ke Thailand, tim Korpala Unhas akan singgah di beberapa lokasi yang telah ditentukan.
Nama-nama Tim On Board Ekspedisi Pelayaran Akademis III:
Muh. Ardiansyah
Muh. Nur Akram
Muh. Lutfi Nurdin
Ahmad Akbar
Asrullah Jalil
Rendy Syam
Muhlis
Ahmad Haedar
Angga Anugerah.
“Perahu Sandeq yang digunakan merupakan bukti nyata bahwa nenek moyang kita adalah pelaut ulung dan sejati. Terima kasih atas dukungan yang telah diberikan kepada tim ekspedisi, ini akan menjadi perjalanan dan pengalaman yang sangat berharga,” jelas Wana.
Komandan Lantamal VI Makassar, Brigadir Jenderal TNI Marinir Dr. Wahyudi, dalam sambutannya menyampaikan Indonesia adalah negara kepulauan dengan lebih dari 70% wilayahnya berupa lautan.
Karena itu, penting bagi generasi muda untuk memahami, mencintai, dan menjaga laut. Laut bukan hanya bagian dari budaya, tetapi merupakan entitas yang menyatu dengan jati diri bangsa.
Menurut Brigjen Wahyudi, ekspedisi ini adalah wujud nyata kepedulian dan semangat generasi muda dalam menjaga warisan budaya maritim serta menghadapi tantangan bersama. Menyusuri jejak para pengembara laut masa lalu menjadi pengingat akan jati diri sebagai pewaris kejayaan bahari.
“Laut mengajarkan nilai kerja sama, ketangguhan, dan kepemimpinan. Kami siap bersinergi dengan generasi muda untuk terus menguatkan semangat bahari ini. Kepada seluruh peserta, saya titipkan semangat juang, jaga kekompakan, dan utamakan keselamatan selama pelayaran,” jelas Brigjen Wahyudi.
Sebelum melepas secara resmi tim ekspedisi, Rektor Unhas Prof JJ menjelaskan sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki identitas kuat sebagai bangsa maritim.
Refleksi akan jati diri ini harus senantiasa ditanamkan dalam jiwa generasi muda. Apa yang dilakukan oleh Korpala Unhas melalui Ekspedisi Pelayaran Akademisi III merupakan wujud nyata dari semangat tersebut.
“Tidak banyak yang berani menempuh jalur ini, menelusuri lautan dengan keberanian, ketekunan, dan tanggung jawab ilmiah. Ini bukan hanya pelayaran biasa, tetapi penjelajahan yang menyentuh akar budaya Bugis-Makassar yang lekat dengan semangat bahari,” jelas Prof JJ.
Ungkapan “sekali layar terkembang, pantang surut ke belakang” bukan sekadar semboyan, melainkan cerminan dari keberanian dan komitmen generasi muda dalam mengarungi tantangan. Dalam setiap hembusan angin dan gelombang laut, terdapat proses pembelajaran yang tidak bisa didapatkan di ruang kelas.
“Kami percaya, perjalanan ini akan menempa karakter, mengajarkan pentingnya kolaborasi, serta memperkuat tekad untuk terus berkontribusi. Doa dan dukungan akan terus kami berikan,” jelas Prof JJ.
Setelah sambutan, kemudian dilanjutkan dengan pelesapan tim ekspedisi dari Korpala Unhas oleh Rektor didampingi Komandan Lantamal VI Makassar.
Nantinya, mereka bakal menggelar forum grup discussion (FGD), kelas brainstorming, bahkan mengadakan seminar.
Ekspedisi ini dijadwalkan berlangsung selama 66 hari dan akan berakhir di Thailand.
