KABARIKA.ID, MAKASSAR –– Universitas Hasanuddin (Unhas) kembali menambah jajaran guru besar melalui Rapat Paripurna Senat Akademik yang digelar secara terbatas dan hybrid, Jumat (23/02/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tiga dosen dari Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) resmi dikukuhkan sebagai profesor.

Acara berlangsung mulai pukul 08.00 WITA di Ruang Senat Akademik Unhas, Lantai 2 Gedung Rektorat, Kampus Tamalanrea, dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube Senat Akademik Unhas.

Pengukuhan dihadiri oleh Rektor Unhas Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., jajaran Majelis Wali Amanat, Senat Akademik, Dewan Profesor, tamu undangan, serta keluarga dari para profesor yang dikukuhkan.

Adapun ketiga guru besar yang dikukuhkan yakni:

Prof. Dr. Ir. Siti Aslamyah, MP. – Guru Besar ke-507 di bidang Ilmu Nutrisi Ikan.

Prof. Dr. Nita Rukminasari, SPi., MP. – Guru Besar ke-508.

Prof. Dr. Mahatma Lanuru, ST., M.Sc. – Guru Besar ke-509.

Dalam sambutannya, Rektor Unhas menyatakan pengukuhan ini memperkuat peran FIKP dalam memperluas kontribusi Unhas di bidang kemaritiman.

“Semua guru besar yang hadir dari berbagai fakultas di sini saya kira memahami kalau semua fakultas yang ada di Unhas ini terkait dengan bidang kemaritiman,” kata Prof JJ, sembari menyebut satu per satu guru besar lintas fakultas.

Ia menambahkan bahwa gelar profesor merupakan bentuk tanggung jawab akademik yang sekaligus mencerminkan semangat berbagi ilmu demi kemajuan universitas.

“Gelar profesor tidak hanya sebuah penghargaan, tetapi juga merupakan bentuk berbagi pengalaman dan ilmu yang akan memberikan kontribusi berharga bagi perkembangan akademis Unhas,” jelas Prof. JJ.

Setiap guru besar menyampaikan pidato pengukuhan berdasarkan keahlian dan bidang risetnya masing-masing:

Prof. Dr. Ir. Siti Aslamyah, MP.

Dalam pidato berjudul “Aquafeeds Functional Harapan Untuk Akuakultur Berkelanjutan”, Prof Aslamyah menyoroti pentingnya penyediaan pakan dalam budidaya ikan, termasuk pengelolaan nutrisi dan efisiensi penggunaan tepung ikan melalui rasio FIFO (Fish in Fish Out).

“Mengurangi limbah pakan dengan meningkatkan kualitas pakan dan FCR dengan fermentasi dan predigest, atau menambahkan aditif pakan untuk menghasilkan pakan fungsional. Mempertimbangkan teknologi akuakultur berbasis tropical level dengan pemberian pakan buatan dan limbahnya menjadi pakan alami,” jelas Prof Aslamyah.

Prof. Dr. Nita Rukminasari, SPi., MP.

Membawakan pidato berjudul “Peran Mikroalga Dalam Mitigasi Pengasaman Laut”, Prof Nita menjelaskan peran penting laut dalam siklus karbon dan potensi mikroalga sebagai solusi pengurangan emisi CO2.

“Dengan penelitian yang terus menggali potensi mikroalga dan penerapan temuan penelitian secara bijaksana, upaya global untuk melestarikan keberlanjutan lingkungan laut akan memberikan dampak yang berkelanjutan,” jelas Nita.

Prof. Dr. Mahatma Lanuru, ST., M.Sc.

Dalam pidatonya berjudul “Peran Oseanografi dan Dinamika Sedimen dalam Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Laut”, Prof Mahatma menekankan pentingnya aspek oseanografi dan sedimentasi dalam merancang kebijakan pengelolaan wilayah pesisir.

“Aktivitas pada pesisir di satu wilayah administrasi dapat memberikan dampak pada wilayah administrasi lain karena kedua wilayah tersebut terletak dalam satu sel sedimen. Karena itu, pemahaman dinamika sedimen menjadi penting dalam perencanaan pesisir utama masalah erosi dan sedimentasi pantai,” jelas Prof Mahatma. (*)