KABARIKA.ID, BULUKUMBA — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 114 Universitas Hasanuddin (Unhas) di Desa Bijawang, Kecamatan Ujung Loe, Kabupaten Bulukumba, melaksanakan program kerja bertajuk, “Literasi Anak sebagai Bentuk Kontribusi Nyata dalam Meningkatkan Minat Baca dan Keterampilan Berpikir Kritis di Kalangan Murid Sekolah Dasar”.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Unhas dan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI).

Selama masa pengabdian, tim KKN aktif menyelenggarakan kegiatan di dua sekolah dasar, yakni SD Negeri 182 Dannuang dan SD Negeri 323 Tokombeng, yang berlangsung pada 22, 23, 25, 26, 29 dan 30 Juli serta 2 Agustus 2025.

Empat program inti yang dilaksanakan dalam kegiatan ini adalah:
1. Cerdas Mengulas Buku,
2. Menulis Cerita Berbasis Isi Buku Bacaan,
3. Membuat Proyek Berbasis Isi Buku Bacaan, dan
4. Kunjungan Literasi Ke Sekolah.

Kegiatan dilaksanakan dua kali per pekan di masing-masing sekolah. Dalam setiap sesi, ketiga program dijalankan secara paralel di kelas berbeda, mulai dari kelas III hingga kelas VI.

Jadwal diatur secara bergilir agar semua siswa mendapat pengalaman lengkap dari seluruh program.

Program Cerdas Mengulas Buku mendorong siswa untuk membaca buku bacaan dan menyampaikan kembali isi serta pesan moral dari buku tersebut.

Program ini bertujuan untuk melatih keterampilan menyimak, menganalisis, serta menyampaikan ide secara lisan dengan percaya diri.

Pada kegiatan Menulis Cerita Berbasis Isi Buku Bacaan, siswa diminta untuk menulis ulang cerita atau membuat cerita baru dengan inspirasi dari buku yang mereka baca.

Hasil tulisan menunjukkan imajinasi dan pemahaman mereka terhadap isi bacaan, sekaligus menjadi sarana untuk melatih kemampuan menulis naratif.

Sejumlah murid SD Negeri 182 Dannuang, Desa Bijawang, Kecamatan Ujung Loe, Kabupaten Bulukumba menunjukkan hasil kreasi mereka berupa kincir angin dan miniatur rumah dari stik, usai mengikuti program Proyek Berbasis Isi Buku Bacaan, dari mahasiswa KKN Unhas Gelombang 114. (Foto: Ist.)

Sementara itu, dalam program Membuat Proyek Berbasis Isi Buku Bacaan, murid diajak untuk mengubah ide-ide dalam cerita menjadi karya nyata.

Beberapa proyek yang berhasil dibuat, antara lain kincir angin dari stik, miniatur rumah dari stik, dan gambaran orbit planet.

Proyek ini bertujuan untuk mengasah kreativitas, motorik halus, dan pemahaman tematik murid terhadap materi yang telah mereka baca.

Kegiatan yang terakhir yaitu Kunjungan Literasi ke Sekolah, merupakan salah satu strategi pendekatan yang bertujuan menciptakan pengalaman membaca yang menyenangkan dan interaktif bagi para murid.

Dalam kunjungan ini, mahasiswa KKN hadir langsung ke dalam lingkungan belajar murid, membawa berbagai aktivitas literasi yang dirancang untuk meningkatkan minat baca serta kemampuan berpikir kreatif dan kritis.

Beberapa aktivitas yang dilakukan meliputi sesi membaca bersama, diskusi isi buku secara interaktif, pelatihan keterampilan menulis cerita sederhana, serta kegiatan mengajar pembuatan origami.

Para mahasiswa KKN Unhas Gelombang 114 foto bersama dengan murid-murid SD Negeri 323 Tokombeng, Desa Bijawang, Kecamatan Ujung Loe, Kabupaten Bulukumba, usai mengikuti program kegiatan literasi. (Foto: Ist.)

Kegiatan origami ini tidak hanya melatih keterampilan motorik halus murid, tetapi juga mendorong mereka untuk mengikuti instruksi tertulis dan memahami langkah-langkah secara runtut, yang berkaitan erat dengan kemampuan literasi visual dan teks.

Kepala SDN 182 Dannuang berterima kasih dan mengapresiasi kegiatan ini. “Anak anak sangat bersemangat terhadap kedatangan adik-adik KKN Unhas, dan kami selaku dewan guru berterima kasih karena telah membantu kami dalam memberikan pengalaman dan pelajaran kepada murid-murid di SD 182 Dannuang,” ujar Kepala sekolah.

Dengan keterlibatan aktif para murid dan dukungan guru, program ini diharapkan tidak hanya berdampak sesaat, tetapi juga enanamkan kebiasaan membaca dan berpikir kreatif dalam jangka panjang.

Mahasiswa KKN Unhas berharap program yang telah dilaksanakan ini menjadi pijakan awal dalam membangun budaya literasi di Desa Bijawang secara lebih luas dan berkelanjutan. (*/mr)