KABARIKA.ID, JAKARTA– Beras curah di pasar-pasar tradisional kini diminati banyak konsumen akibat terbongkarnya praktik oplosan beras Premium, Medium dan lainnya yang beredar di pasar ritel.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejak Juli hingga awal Agustus ini pedagang beras mengaku bahwa pembelian beras eceran melonjak dibandingkan beras ritel.

“Masyarakat lebih memilih beli beras di pasar akhir-akhir ini dari bulan Juli pertengahan kemarin. Mereka biasanya beli 2-8 liter beras jenis Ramos Karawang,” ujar Karno salah satu pedagang di Pasar Jaya Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu, 6 Agustus 2025.

Agen beras juga merasakan dampak positif dari pengungkapan praktik oplosan beras, karena Menteri Pertanian Andi Amran Sukaiman (Mentan Amran) dan Satgas Pangan Polri melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke agen pasar di pasar-pasar tradisional di berbagai daerah untuk memastikan kualitas beras yang beredar terjamin dan konsistensinya jelas.

“Kualitas beras di pasar lebih terjamin yang kita dapat dari agen beras dari Cipinang dan Karawang. Konsumen juga jadi cermat memilih, karena pemerintah juga ikut sidak,” ungkap Ica selaku agen beras.

Namun harapan kedepannya, para pedagang menginginkan stabilisasi harga beras sehingga lonjakan pembelian beras oleh masyarakat serta stok berasnya juga stabil dan sesuai dengan kemampuan daya beli masyarakat.

“Harapannya Cuma harga beras stabil aja, tidak terlalu naik dan tidak terlalu turun HET-nya, karena kita mengikuti konsumen juga supaya tidak rugi kita jualnya,” lanjut Ica.

HET adalah Harga Eceran Tertinggi yang ditentukan pemerintah. Khusus untuk beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan), HET-nya juga sudah ditentukan  berbagai lokasi/provinsi.