KABARIKA.ID, KINSHASA — Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada hari Kamis (4/09/2025) mengumumkan berjangkitnya wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo setelah ditemukan 28 suspek dan 15 kematian.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kementerian Kesehatan Kongo mengatakan ini adalah wabah virus ke-15 di Kongo, muncul kembali setelah wabah ini di nyatakan berakhir pada tiga tahun lalu.
Pejabat kesehatan tersebut mengatakan, sampel yang diuji pada hari Rabu (3/09/2025) telah mengonfirmasi keberadaan strain virus Zaire.
Sinyal awal wabah Ebola datang, kata pejabat kesehatan Kongo, ketika seorang wanita hamil berusia 34 tahun dirawat di rumah sakit di Provinsi Kasai, pada 20 Agustus lalu dengan gejala-gejala termasuk demam tinggi dan muntah.
“Hingga saat ini, laporan sementara menunjukkan 28 kasus suspek dan 15 kematian, termasuk 14 di Provinsi Boulapé dan satu di Mweka, serta empat tenaga kesehatan,” kata Menteri Kesehatan Kongo, Samuel-Roger Kamba.
WHO mengatakan jumlah kasus kemungkinan akan meningkat karena penularan masih berlangsung.
Sebagai respons cepat, WHO segera mengirimkan dua ton pasokan, termasuk peralatan laboratorium bergerak dan perlengkapan medis.
“Republik Demokratik Kongo memiliki banyak pengalaman dalam memerangi wabah semacam itu. Kami bertindak dengan tekad untuk segera menghentikan penyebaran virus dan melindungi masyarakat,” kata Direktur Regional WHO untuk Afrika, Mohamed Janabi.
Dengan mengandalkan keahlian Kongo yang telah lama ada dalam mengendalikan wabah penyakit virus tersebut, WHO bekerja sama erat dengan otoritas kesehatan negara itu untuk segera meningkatkan langkah-langkah respons utama guna mengakhiri wabah sesegera mungkin.

Apa itu Ebola?
Ebola adalah demam berdarah yang sangat menular dan mematikan di Afrika. Penyakit ini secara resmi disebut virus Ebola, tetapi umumnya disebut “Ebola” saja.
Ebola ditemukan pada 1976 dalam dua wabah yang terjadi bersamaan di Sudan Selatan dan Kongo. Wabah tersebut terjadi di sebuah desa dekat Sungai Ebola, yang kemudian menjadi asal nama penyakit tersebut.
Menurut lembar fakta WHO, tingkat kematian rata-rata untuk Ebola adalah sekitar 50 persen.
Namun, lembar fakta tersebut juga menyebutkan bahwa tingkat kematian berkisar antara 25 hingga 90 persen pada wabah-wabah sebelumnya.
Bagaimana Ebola Menyebar?
WHO menyatakan bahwa kelelawar buah diduga sebagai inang alami virus ini, yang menyebar ke manusia yang bersentuhan dengan cairan tubuh hewan yang terinfeksi.
“Penularan dari manusia ke manusia terjadi melalui kontak langsung dengan darah atau cairan tubuh seseorang yang sakit atau telah meninggal karena Ebola, benda-benda yang telah terkontaminasi cairan tubuh dari seseorang yang sakit Ebola atau jenazah seseorang yang meninggal karena Ebola,” kata WHO.
Apa Saja Gejala Ebola?
WHO mengatakan gejala awal Ebola meliputi:
– Demam,
– Kelelahan,
– Otot nyeri,
– Sakit kepala,
– Sakit tenggorokan.
Ini dapat diikuti:
– Muntah,
– Diare,
– Ruam, dan
– Gejala gangguan fungsi ginjal dan hati.
Menurut WHO, tahap akhir penyakit ini dapat berupa pendarahan internal dan eksternal, meskipun ini agak jarang terjadi.
“Beberapa pasien mungkin mengalami pendarahan internal dan eksternal, termasuk darah dalam muntahan dan feses, pendarahan dari hidung, gusi, dan vagina. Pendarahan di tempat jarum menusuk kulit juga dapat terjadi,” kata pejabat WHO.
Kapan Wabah Ebola Terakhir di Kongo?
Wabah Ebola terakhir di Kongo terjadi pada 2022, di provinsi Equateur.
“Wabah ini dapat dikendalikan dalam waktu kurang dari tiga bulan berkat upaya keras otoritas kesehatan,” kata WHO dalam sebuah pernyataan.
Lima orang meninggal dunia selama wabah tahun 2022. Jumlah kematian tersebut sangat kontras dengan wabah dahsyat yang terjadi pada 2018 hingga 2020, yang menewaskan hampir 2.300 orang.
Perbedaan antara kedua wabah tersebut disebabkan oleh respons yang cepat dan kuat pada 2020, menurut pernyataan WHO yang diterbitkan saat itu.
“Dengan pengalaman yang lebih luas dalam pengendalian Ebola, tim tanggap darurat nasional, dengan dukungan dari WHO dan mitra, melancarkan respons cepat segera setelah wabah diumumkan,” kata WHO.
Langkah-langkah penanggulangan utama meliputi pengujian, pelacakan kontak, pencegahan dan pengendalian infeksi, pengobatan, dan pelibatan masyarakat.
Vaksinasi, sebuah langkah perlindungan krusial, diluncurkan hanya empat hari setelah wabah diumumkan.
WHO mengatakan Kongo memiliki persediaan obat-obatan serta 2.000 dosis vaksin Ervebo yang akan diangkut ke Kasai, untuk memvaksinasi kontak dan tenaga kesehatan garda terdepan.
Uganda, yang berbatasan dengan Kongo, mencatat wabah Ebola pada awal tahun setelah seorang perawat di sebuah rumah sakit besar meninggal dunia akibat penyakit tersebut. (rus)
