KABARIKA.ID, MACANANG — Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) Internasional I dan MQK Nasional ke-8, memasuki tahap akhir atau puncak persiapan sebelum dibuka secara resmi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sesuai jadwal yang telah ditentukan panitia, MQKl akan dibuka secara resmi oleh Menteri Agama (Menag) Prof Nasaruddin Umar, pada Kamis pagi (2/10/2025) di Kampus III Pondok Pesantren As’adiyah Macanang, Kecamatan Majauleng, Kabupaten Wajo, Sulsel.

Direktur Pesantren pada Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag) yang juga ketua panitia MQKI, Gurutta Dr. H. Basnang Said, S.Ag, M.Ag mengatakan, puncak kedatangan para peserta MQK adalah Selasa (30/09/2025).

“Para peserta luar negeri dan dari dalam negeri semuanya berada di Makassar hari ini, tanggal 30 September 2025. Mereka diinapkan di Asrama Haji Sudiang, Makassar. Selanjutnya besok, mereka akan diberangkatkan menuju ke Wajo, tempat pelaksanaan acara,” ujar Basnang saat ditemui di sela-sela peninjauan lokasi tempat pembukaan MQKI dan peresmian gedung serba guna AGH Muhammad Yusuf Subur, Selasa (30/09/2025) di Kampus III As’adiyah Macanang, Kecamatan Majauleng, Wajo.

Salah satu gedung di Kampus III Pondok Pesantren As’adiyah Macanang, yang akan menjadi tempat kegiatan selama pelaksanaan MQKI. (Foto: M. Ruslan/kabarika)

Peserta MQK Internasional seluruhnya berasal dari negara-negara Asia Tenggara, selain Indonesia sebagai tuan rumah, yaitu:

1. Brunei Darussalam,
2. Filipina,
3. Kamboja,
4. Malaysia,
5. Myanmar,
6. Timor Leste,
7. Thailand,
8. Vietanam, dan
9. Singapura.

Selain itu, ada pula beberapa negara Islam di luar Asia Tenggara yang mengirim peninjau (observer), untuk melihat secara langsung bentuk pelaksanaan kegiatan MQK Internasional pertama ini.

“Ada sejumlah peserta peninjau atau observer, ada dari Kazakhstan, Mesir, dan Quwait. Sedangkan yang dari Jepang masih dalam konfirmasi, apakah jadi datang atau tidak. Tapi Insya Allah ada 20-an negara yang akan hadir,” ujar Basnang kepada kabarika.id di Kampus III As’adiyah Macanang.

Peserta Nasional dan Internasional

Namun, lanjut Basnang, peserta yang akan mengikuti lomba berasal dari 10 negara Asia Tenggara.

Kegiatan MQK Internasional ini juga mendapat dukungan luas dari pemerintah Daerah. Salah satunya adalah Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare, yang daerahnya dilewati saat para peserta MQK diberangkatkan menuju ke Kabupaten Wajo.

Pintu gerbang Kampus III Pondok Pesantren As’adiyah Macanang menuju area pembukaan dan pelaksanaan kegiatan MQKI, yang akan dibuka pada Kamis pagi (2/10/2025). (Foto: Ist.)

Pemkot Parepare yang bersinergi dengan Kantor Kemenag Kota Parepare akan menjamu makan siang para kafilah MQK, sekaligus memberi kesempatan kepada para peserta untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan.

“Alhamdulillah juga peserta yang akan datang itu akan melewati Kota Parepare dan nanti di Parepare akan dijamu oleh Pemkot Parepare dan Kementerian Agama Parepare. Mereka yang capek dan mau dipijit-pijit ada matras kita siapkan. Dan yang mau belanja ada di kanan-kirinya UMKM di sekitar Masjid Terapung Kota Parepare,” jelas Basnang.

Ia menambahkan, peserta MQK Nasional berjumlah sekitar 1.360 orang santri setingkat MTs (SMP) dan MA (SMA). Para peserta tersebut berasal dari 34 provinsi.

Sedangkan peserta dari negara-negara Asia Tenggara berjumlah 60 orang. Adapun peserta observer sebanyak 20 orang, sehingga peserta luar negeri berjumlah 80 orang.

Halaqah Ulama Internasional

Untuk diketahui, selain kegiatan MQK yang diikuti peserta nasional dan internasional, juga ada kegiatan lain bertajuk “Halaqah Ulama Internasional”.

Kegiatan ini akan berlangsung selama empat hari, yaitu pada 2-5 Oktober 2025 di Kampus III As’adiyah Sengkang-Macanang.

Narasumber yang akan berbicara adalah:
1. Menag Prof Dr. H. Nasaruddin Umar, MA,
2. Menko PMK, Prof Dr. Pratikno, M.Sc.,
3. Ketua Umum PBNU, Dr (HK) KH Yahya Cholil Staquf,
4. Sekjen Kemenag, Prof Dr.Phil H. Kamaruddin Amin, MA,
5. Wakil Rais Aam PBNU, Drs. KH Afifuddin Muhajir, M.Ag,
6. Rektor Universitas Daar El Hadith Hassania Maroko, Syeikh Dr. Abdul Hamid Assyaq,
7. Prof Dr. Maryam Ait Ahmed, ulama Maroko, dan
8. Syeikh Dr. Ahmed Mamdouh, Ulama Darul Ifta Mesir.

Tema yang diangkat dalam kegiatan Halaqah Ulama Internasional ini adalah, “Transformasi Sosio-Ekologis dan Solusi Epistemologis Berbasis Turats”. (rus)