KABARIKA.ID, MAKASSAR – Di tengah suasana tegang pengundian nomor urut calon rektor Universitas Hasanuddin (UNHAS), Rabu (1/10/2025), Prof. dr. Budu, Ph.D., Sp.M(K), M.MedEd menyambut nomor urut 3 yang didapatkannya dengan sikap bijaksana.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bagi Dekan Sekolah Pascasarjana UNHAS ini, angka bukanlah jimat, melainkan pengingat untuk meluruskan niat dan komitmen mewujudkan visinya: UNHAS Berkarakter, Berdampak, dan Bereputasi Internasional.
Suasana di lantai 2 Gedung Rektorat UNHAS siang itu berlangsung tertib. Dari enam bakal calon Rektor UNHAS 2026-2030, Prof. Budu akhirnya menduduki nomor urut 3, sementara Prof. Jamaluddin Jompa dan dr. Marhaen Hardjo masing-masing mendapat nomor 1 dan 2.
“Semua angka itu baik dan tidak ada angka keramat. Yang penting adalah niat, ikhtiar, dan do’a,” tegas Prof. Budu usai pengundian, menekankan bahwa kontestasi ini adalah ruang bagi gagasan dan integritas, bukan simbolisme.
Keyakinannya berangkat dari rekam jejak panjangnya selama lebih dari tiga dekade mengabdi untuk Unhas dan masyarakat.
Perjalanannya dimulai dari akar rumput, menjadi dokter Pegawai Tidak Tetap (PTT) di puskesmas kepulauan Ujung Tana selama tiga tahun, yang membentuk kepekaan sosialnya.
Dari sana, karir akademiknya menanjak. Ia meraih gelar Ph.D. di Toyama, Jepang, menyelesaikan pendidikan spesialis mata di UNHAS, dan meraih Master of Medical Education dari UGM.
Pengalaman kepemimpinannya pun terbilang lengkap, dari Kepala Departemen, Wakil Rektor, Dekan Fakultas Kedokteran, hingga puncaknya sebagai Dekan Sekolah Pascasarjana. Di masa sulit pandemi, ia dipercaya memimpin Satgas Covid-19 UNHAS, mengelola krisis dengan ketegasan dan empati.
Tiga Pilar Visi: Sociopreneurship University
Saat mendaftar pada 22 Agustus 2025, Prof. Budu menyampaikan tiga alasan utama pencalonannya. Pertama, pengalaman kepemimpinan akademik yang komprehensif di semua jenjang.
Kedua, kapasitasnya memimpin organisasi profesi nasional, seperti Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI) dan Persatuan Dokter Mata Indonesia (PERDAMI), yang telah membuahkan karya nyata bagi masyarakat.
Ketiga, dan yang paling utama, adalah visi strategisnya untuk mentransformasi Unhas menjadi “Sociopreneurship University”, sebuah kampus yang tidak menjadi menara gading, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh civitas akademika dan masyarakat luas.
Konsep ini dijiwai oleh tiga ruh utama:
1. UNHAS Berkarakter: Kampus yang mengedepankan integritas dan nilai-nilai luhur.
2. UNHAS Berdampak: Riset dan pengabdian yang menjawab masalah riil di bidang kesehatan, energi, pangan, dan kemaritiman.
3. Bereputasi Internasional: Memperluas jejaring global tanpa melupakan akar lokal.
Visi ini disingkatnya menjadi slogan: “UNHAS TERDEPAN DAN TERASA.”
Nomor 3: Jalan Terbuka Menuju Amanah
Bagi Prof. Budu, nomor urut 3 adalah “jalan terbuka” menuju amanah baru. Ia menutup percakapan dengan harapan dan tekad yang tenang namun pasti.
“Allah SWT tidak menitipkan pesan mistis pada bilangan. Yang keramat adalah niat keikhlasan dan kerja nyata. Semoga di hari pemilihan tanggal 3 November 2025 nanti, saya bisa menjadi salah satu dari 3 Calon Rektor UNHAS yang direkomendasikan oleh Senat Akademik,” pungkasnya. (*)
