KABARIKA– PT Pupuk Indonesia (Persero) melalui jajaran Direksi dan Dewan Komisaris (Dekom) melakukan kunjungan lapangan ke Gudang Sorong.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kunjungan ini merupakan bagian dari agenda pengawasan langsung untuk memastikan ketersediaan stok pupuk bersubsidi dan non-subsidi di wilayah Papua Barat Daya dalam menghadapi musim tanam yang sedang berlangsung.
Dalam kunjungan tersebut, Direksi dan Dewan Komisaris memastikan bahwa stok pupuk di gudang, PUD, dan PPTS dalam kondisi aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan petani di wilayah Sorong dan sekitarnya.
Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kondisi fisik stok, administrasi penyaluran, hingga mekanisme distribusi ke tingkat kios.
Total stok pupuk bersubsidi di Provinsi Papua Barat Daya mencapai 416 ton, terdiri dari 215 ton Urea, 169 ton NPK Phonska, dan 32 ton Organik yang tersebar di gudang Sorong dan beberapa titik distribusi lainnya.
Sementara itu, stok pupuk non-subsidi tercatat sebanyak 42 ton, meliputi 10 ton Urea, 22 ton NPK, dan 5 ton SP-26.
Selain memantau ketersediaan stok, tim juga melakukan verifikasi langsung terhadap penerapan Harga Eceran Tertinggi (HET) oleh penyalur.
Hal ini untuk memastikan bahwa seluruh PPTS telah menjual pupuk bersubsidi sesuai HET terbaru yang ditetapkan pemerintah.
General Manager Regional 4 PT Pupuk Indonesia (Persero), Wisnu Ramadhani, menyampaikan bahwa kunjungan Direksi dan Dewan Komisaris ini menjadi bentuk komitmen perusahaan dalam menjaga transparansi, pengawasan, serta kelancaran distribusi pupuk di wilayah timur Indonesia.
“Kami memastikan seluruh lini distribusi berjalan sesuai ketentuan. Stok di gudang, PUD, dan PPTS tersedia dengan aman untuk memenuhi kebutuhan petani, sekaligus memastikan penyaluran pupuk bersubsidi sesuai Harga Eceran Tertinggi yang berlaku,” ujar Wisnu Ramadhani.
Seperti yang kita ketahui bersama, Pemerintah melalui Menteri Pertanian pada tanggal 22 Oktober 2025 lalu telah menurunkan HET Pupuk Bersubsidi bagi petani.
Pupuk Urea: Rp1.800/kg (sebelumnya Rp2.250/kg)
Pupuk NPK: Rp1.840/kg (sebelumnya Rp2.300/kg)
Pupuk NPK khusus Kakao: Rp2.640/kg (sebelumnya Rp3.300/kg)
Pupuk ZA khusus Tebu: Rp1.360/kg (sebelumnya Rp1.700/kg)
Pupuk Organik: Rp640/kg (sebelumnya Rp800/kg)
Pupuk Indonesia terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, dinas pertanian, dan aparat pengawasan dalam memastikan pupuk bersubsidi tersalurkan tepat waktu, tepat jumlah, dan tepat sasaran, khususnya menghadapi puncak musim tanam di penghujung tahun 2025
Tentang Pupuk Indonesia
PT Pupuk Indonesia (Persero) merupakan produsen pupuk Urea terbesar di Asia, Timur Tengah, dan Afrika Utara dengan total kapasitas produksi pabrik pupuk mencapai 14,6 juta ton per tahun.
Dalam mengemban tugas mendukung ketahanan pangan nasional, PT Pupuk Indonesia (Persero) dan 9 (sembilan) anak perusahaannya memiliki sejumlah produk pupuk yang terdiri dari pupuk Urea, NPK, ZA, Organik, dan SP36 yang tersebar di pulau Jawa, Sumatera dan Kalimantan.
Memiliki fasilitas pendukung antara lain berupa pelabuhan dan sarananya, kapal angkutan, distribution center, pergudangan, serta unit pengantongan pupuk yang memperlancar proses produksi dan distribusi pupuk.
Kegiatan operasional PupukIndonesia Group bergerak di bidang industri pupuk, petrokimia dan agrokimia, steam (uap panas) dan listrik, pengangkutan dan distribusi, perdagangan serta EPC (Engineering, Procurement and Construction).
Sembilan anak perusahaan dimaksud sebagai berikut: PT Petrokimia Gresik (PKG), PT Pupuk Kujang Cikampek (PKC), PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT), PT Pupuk Iskandar Muda (PIM), PT Pupuk Sriwidjaja Palembang (PSP), PT Pupuk Indonesia Niaga (PIN), PT Pupuk Indonesia Logistik (Pilog), PT Pupuk Indonesia Pangan (PIP), dan PT Rekayasa Industri (Rekind).
